> INFORMASI KEGIATAN: HPMS - MPLS dilaksanakan 13-17 Juni 2026 >>> FOLLOW, LIKE DAN COMMENT AKUN MEDIA SOSIAL SD MARSUDIRINI >>> INSTAGRAM @SDMARSUDIRINIPEMUDA >>> TIKTOK @SDMARSUDIRINI "
Tampilkan postingan dengan label kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kegiatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Juli 2026

Ceria dan Ramah Anak, Siswa SD Marsudirini Pemuda Sambut Tahun Ajaran Baru dengan Semangat Kebersamaan

 SEMARANG – Suasana di Halaman SD Marsudirini Pemuda, Semarang, tampak berbeda dan jauh lebih dinamis selama sepekan penuh pada tanggal 13 hingga 17 Juni 2026. Sebanyak 344 siswa, yang terdiri dari tunas-tunas baru kelas I serta 15 siswa pindahan, secara resmi memulai perjalanan akademis mereka dalam rangkaian Hari Pertama Masuk Sekolah (HPMS) dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Mengusung konsep yang edukatif, aman, dan ramah anak, kegiatan ini dirancang bukan sekadar sebagai formalitas administratif, melainkan sebagai peletak batu pertama bagi kesiapan mental dan emosional anak didik untuk bertumbuh sesuai dengan slogan kebanggaan sekolah: ‘Smart Mind, Strong Character’.


Keterlibatan orang tua sejak hari pertama menjadi pilar penting keberhasilan transisi ini. Pihak sekolah sengaja mengundang para orang tua untuk mendampingi buah hati mereka, mengikuti sesi orientasi singkat bersama komite sekolah dan paguyuban wali murid. Langkah strategis ini diambil demi menyelaraskan visi dan misi antara lingkungan rumah dan sekolah, memastikan bahwa tumbuh kembang anak berjalan optimal lewat sinergi yang kokoh.

Ibu Veronika Sri Winarni, selaku Kepala SD Marsudirini, menegaskan komitmen penuh jajarannya untuk menciptakan ruang belajar yang inklusif dan bebas dari rasa takut. "Kami berkomitmen penuh untuk menghadirkan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi setiap anak. Di sini, mereka tidak hanya belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga dibekali karakter, empati, dan nilai-nilai kebangsaan yang kuat agar siap menghadapi masa depan," ujarnya di hadapan para orang tua dan siswa.


Rangkaian kegiatan selama lima hari tersebut berlangsung dengan sangat terstruktur, menggabungkan aktivitas fisik yang ceria di luar kelas serta penguatan kognitif dan emosional di dalam kelas. Berikut adalah catatan naratif perjalanan edukatif para siswa dari hari ke hari:

Hari Pertama: Gerbang Sambutan, Identitas, dan Kesiapsiagaan

Senin pagi, 13 Juni 2026, gerbang sekolah telah dipenuhi senyum hangat. Petugas dari kelas 6 bersama Mrs Nadya dengan ramah menyapa setiap murid baru yang melangkah masuk ke halaman sekolah. Tepat pukul 07.00 WIB, seluruh peserta berkumpul untuk melaksanakan Apel Pagi yang diawali dengan upacara pengibaran bendera, menyanyikan Mars Marsudirini, serta menggemakan Visi Misi Yayasan Marsudirini. Suasana religius dan khidmat langsung terbangun melalui sesi doa dan renungan pagi.


Setelah sambutan hangat dari Ibu Veronika Sri Winarni yang memaparkan visi besar sekolah, keceriaan mulai memuncak saat lagu jingle ‘Hari Baru’ dan lagu ‘Rukun sama Teman’ dinyanyikan bersama. Melalui sesi ice breaking dan pengenalan diri lewat lagu ‘Aku Istimewa’, para siswa diajak untuk memahami bahwa setiap individu memiliki keunikan dan nilai yang berharga. Setelah melakukan senam pagi untuk membakar semangat, anak-anak diarahkan masuk ke kelas masing-masing. Siswa kelas 1 langsung diajak untuk melakukan school tour (mengenal fasilitas sekolah) serta mendapatkan simulasi kesiapsiagaan bencana, sementara siswa kelas 2 hingga kelas 6 fokus pada perkenalan mendalam dengan wali kelas baru serta pembentukan pengurus kelas.

 

Hari Kedua: Tata Tertib, Kesepakatan, dan Pola Hidup Sehat

Memasuki hari kedua, giliran siswa kelas 5 bersama Bu Redit yang bertugas menyambut kehadiran teman-temannya di depan gerbang. Setelah ritual rutin doa, menyanyikan lagu wajib, dan yel-yel motivasi selesai dilaksanakan, fokus beralih pada pembentukan kedisiplinan dan pembiasaan gaya hidup bersih serta sehat. Pihak sekolah membacakan tata tertib dengan cara yang komunikatif dan menyenangkan.


Salah satu agenda yang paling menarik perhatian adalah sosialisasi makanan sehat melalui lagu ‘Makan Sehat Kita Hebat’ yang bekerja sama dengan Gourmet House. Edukasi ini bertujuan agar anak-anak terbiasa mengonsumsi nutrisi seimbang untuk menunjang konsentrasi belajar mereka. Di dalam kelas, agenda dilanjutkan secara partisipatif dengan penyusunan "Kesepakatan Kelas". Melalui metode ini, aturan kelas tidak lagi bersifat top-down atau memaksa, melainkan lahir dari kesadaran bersama antarsiswa untuk saling menghargai.

Hari Terakhir Paruh Pekan: Pemetaan Kemampuan Berbasis Diagnostik

Hari ketiga dipandu oleh siswa kelas 4 bersama Pak Anang. Pola pembiasaan pagi tetap dijaga untuk membangun konsistensi kedisiplinan. Nilai-nilai moral mulai diinternalisasi lebih dalam melalui pengenalan lagu ‘7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat’. Lagu ini merangkum poin-poin penting mengenai sopan santun, kejujuran, kemandirian, dan tanggung jawab yang harus melekat pada diri seorang pelajar.


Setelah aktivitas fisik berupa senam pagi selesai, para siswa memasuki ruang kelas untuk agenda yang krusial bagi guru, yaitu pelaksanaan tes diagnostik. Instrumen tes ini dirancang khusus oleh masing-masing guru kelas untuk memetakan kemampuan awal, gaya belajar, serta kebutuhan psikologis setiap anak. Melalui data diagnostik yang akurat ini, metode pembelajaran ke depan dapat disesuaikan (diferensiasi) agar tepat sasaran bagi setiap individu anak didik.

Hari Keempat: Perlindungan Diri, Bahaya NAPZA, dan Keadaban Digital

Dipandu oleh siswa kelas 3, Bu Agnes, dan Pak Rendi, hari keempat menjadi ruang edukasi proteksi diri yang sangat penting. Melalui pendekatan seni dan narasi, para siswa diajak memahami batasan fisik dan perlindungan diri lewat lagu ‘Menjaga Diri’ dan ‘Ku Jaga Diriku’. Anak-anak diberikan pemahaman mendasar mengenai bagian tubuh mana yang boleh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain, sebuah langkah preventif anti-perundungan (bullying) dan pelecehan sejak usia dini.


Tidak hanya itu, siswa juga diberikan materi mengenai keadaban digital (digital citizenship), di mana mereka diingatkan untuk membatasi waktu bermain game demi menjaga kesehatan mata dan mental. Di dalam kelas, nuansa kebersamaan semakin erat dengan agenda makan bersama makanan sehat. Khusus untuk siswa kelas 3 hingga 6, mereka menyimak dengan serius sebuah cerita interaktif yang disampaikan oleh guru mengenai bahaya NAPZA dengan judul yang sangat relevan: “Permen dari Orang Tak Dikenal”.

Hari Kelima: Puncak Komitmen, Unjuk Bakat, dan Pelepasan Impian

Jumat, 17 Juni 2026, menjadi puncak emosional sekaligus penutup indah dari rangkaian MPLS, yang kali ini dikoordinasikan langsung oleh guru-guru kelas 1 dan 2. Setelah pembiasaan pagi dan menyanyikan lagu-lagu keceriaan, seluruh warga sekolah bersatu merumuskan komitmen bersama berslogan ‘Sekolahku Aman dan Nyaman’. Sebagai bentuk ikatan janji, seluruh siswa, guru, dan staf melakukan prosesi cap tangan bersama di media yang telah disediakan, menyimbolkan tekad kolektif menolak segala bentuk kekerasan dan diskriminasi di lingkungan sekolah.


Kemeriahan berlanjut dengan agenda pengenalan berbagai kegiatan ekstrakurikuler serta sesi unjuk minat dan bakat. Di sini, potensi non-akademis siswa mulai terlihat merona. Sebagai penutup dari transisi ini, dilakukan prosesi penyerahan siswa secara simbolis dari orang tua kepada pihak sekolah. Isak haru dan rasa bangga menyelimuti halaman sekolah saat ratusan balon berwarna-warni dilepaskan ke udara secara serentak. Balon-balon yang membumbung tinggi tersebut merepresentasikan cita-cita, harapan, dan doa yang digantungkan setinggi langit oleh setiap siswa, orang tua, dan guru di SD Marsudirini Pemuda.

Melalui pelaksanaan HPMS dan MPLS yang terstruktur secara matang, komprehensif, dan humanis ini, 351 siswa SD Marsudirini Pemuda kini tidak hanya dinyatakan siap melangkah secara akademis. Lebih dari itu, mereka telah mengantongi kesiapan mental yang tangguh, bekal emosional yang matang, serta rasa kekeluargaan yang erat untuk mengarungi gerbang petualangan belajar yang baru di masa depan.(P.3)

 


Rabu, 24 Juni 2026

Sambut Tahun Ajaran Baru, 97 Pendidik Yayasan Marsudirini Poncol Semarang Ikuti Rekoleksi Bersama Romo Abdi

SEMARANG – Menjelang dimulainya tahun pelajaran 2026/2027, Yayasan Marsudirini Perwakilan Poncol Semarang menggelar kegiatan rekoleksi rohani bagi seluruh elemen pendidik dan tenaga kependidikan. Acara yang berlangsung pada Selasa (23/6/2026) kemarin ini bertempat di Aula Marsudirini, Jl. Pemuda, Semarang, dan diikuti oleh 97 peserta yang terdiri dari jajaran Dosen, Guru, serta Karyawan.

Para peserta merupakan representasi dari berbagai instansi pendidikan di bawah naungan Yayasan Marsudirini Poncol, meliputi TK Kanak-Kanak Yesus, SD Marsudirini Pemuda, SMP Maria Goretti, dan Akademi Sekretari dan Manajemen (ASM) Santa Maria. Rekoleksi ini menghadirkan Romo Abdi dari Ambarawa sebagai pembimbing utama spiritual.

Mengisi Kembali "Daya" Rohani Pendidik

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 08.30 WIB ini mengusung atmosfer yang reflektif namun penuh semangat kebersamaan. Dalam pemaparannya, Romo Abdi memberikan analogi yang sangat relevan dengan kehidupan modern untuk menggambarkan esensi dari rekoleksi ini.

Seorang pendidik itu ibarat sebuah ponsel pintar (HP). Setiap hari ia digunakan untuk melayani, membagikan ilmu, dan membimbing para siswa. Namun, secanggih apa pun ponsel tersebut, ia pasti akan kehabisan baterai. Oleh karena itu, pendidik membutuhkan 'listrik' spiritual untuk dicas kembali agar dayanya pulih.

Romo Abdi menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara performa profesional dan kesehatan rohani. Pengisian daya spiritual ini dinilai krusial agar para dosen, guru, dan karyawan memiliki kesiapan mental serta kelimpahan kasih dalam menyambut hakikat pelayanan pada tahun pelajaran yang baru.

 

Sinergi dan Sambutan Positif Peserta

Kegiatan ini mendapat respons yang sangat positif dari seluruh peserta. Setelah melewati rutinitas mengajar yang padat pada semester sebelumnya, momen rekoleksi ini dinilai menjadi oase yang menyegarkan. Para guru dan dosen diajak untuk melihat kembali panggilan hidup mereka bukan sekadar sebagai profesi, melainkan sebagai bentuk pelayanan kasih kepada anak-anak didik.

Perbedaan jenjang institusi—mulai dari pendidikan anak usia dini (TK) hingga perguruan tinggi (ASM)—tidak menjadi sekat, melainkan memperkaya perspektif bersama dalam memajukan mutu pendidikan Katolik di Semarang khususnya Yayasan Marsudirini.

Puncak Acara: Perayaan Misa Kudus

Rangkaian kegiatan rekoleksi yang berlangsung sersan (serius tapi santai) ini resmi berakhir pada pukul 13.30 WIB. Puncak dari seluruh rangkaian acara ditutup dengan Perayaan Misa Kudus yang dipimpin langsung oleh Romo Abdi.

Dalam khotbah penutupnya, Romo Abdi kembali meneguhkan seluruh peserta agar berani melangkah dengan semangat baru. Dengan "baterai" rohani yang telah terisi penuh, keluarga besar Yayasan Marsudirini Perwakilan Poncol Semarang kini siap mendampingi dan mengukir prestasi bersama para siswa di tahun pelajaran 2026/2027. (P3-Humas)


Jumat, 22 Mei 2026

Menginspirasi Lewat Rasa: Siswa Kelas 1 SD Marsudirini Pemuda Belajar Profesi Koki dan Kreasi Membuat Mie Goreng Bersama Orang Tua

SEMARANG – Suasana halaman SD Marsudirini Pemuda pada Kamis pagi, 22 Mei 2026, tampak berbeda dan jauh lebih meriah dari biasanya. Puluhan siswa kelas 1 yang mengenakan seragam olahraga bernuansa biru cerah berkumpul dan duduk rapi di area luar kelas. Bukan untuk berolahraga, melainkan untuk mengikuti kegiatan pembelajaran luar kelas (outdoor learning) yang edukatif sekaligus menggugah selera.

Kali ini, para siswa diajak untuk mengenal lebih dekat dunia profesi, dengan fokus utama pada profesi Koki (Chef). Demi memberikan pengalaman belajar yang nyata dan berkesan, pihak sekolah berkolaborasi aktif dengan melibatkan perwakilan orang tua siswa untuk menyukseskan agenda kreatif ini.

Menghadirkan Pengalaman Nyata di Luar Kelas

Pembelajaran mengenai pengenalan profesi merupakan bagian penting dari kurikulum untuk membuka wawasan anak sejak dini. Dibandingkan hanya melihat gambar di dalam buku teks, SD Marsudirini Pemuda memilih metode interaktif dengan membawa proses memasak langsung ke hadapan anak-anak.

Di bagian depan halaman, sebuah dapur terbuka dadakan telah disiapkan lengkap dengan meja, kompor gas, wajan besar, serta berbagai bahan makanan yang sudah dipotong rapi di dalam wadah-wadah transparan. Enam orang ibu perwakilan orang tua siswa tampil kompak sebagai "Koki Hari Ini", lengkap dengan celemek kuning dan sarung tangan higienis, siap mendemonstrasikan keahlian mereka.

Kegiatan dibuka dengan penjelasan interaktif dari guru pendamping yang memegang mikrofon, memperkenalkan apa itu profesi koki, apa saja tugasnya, hingga pentingnya menjaga kebersihan saat mengolah makanan. Salah satu momen menarik adalah ketika guru menunjukkan botol saus dan kecap sebagai salah satu "senjata rahasia" koki dalam menciptakan rasa masakan yang lezat.

Antusiasme Tinggi Saat Mengintip Rahasia Membuat Mie Goreng

Menu yang dipilih dalam praktik memasak kali ini adalah hidangan yang sangat akrab dan menjadi favorit anak-anak: Mie Goreng.

Begitu proses memasak dimulai, antusiasme anak-anak langsung memuncak. Pandangan mereka tak lepas dari wajan besar di depan. Mereka menyaksikan dengan saksama setiap tahapan memasak, mulai dari:

  • Mengenal bahan-bahan seperti mie, sayuran hijau, wortel, dan bumbu halus.

  • Melihat bagaimana bumbu ditumis hingga mengeluarkan aroma harum yang menggoda.

  • Menyaksikan teknik mengaduk (stir-frying) semua bahan di dalam wajan secara merata.

Asap tipis yang mengepul dari wajan ditambah aroma gurih yang merebak di udara halaman sekolah spontan memicu sorak-sorai ceria dari para siswa. Beberapa anak bahkan terlihat condong ke depan dan menjulurkan leher karena rasa penasaran yang begitu besar, sementara yang lain berbisik antusias kepada teman di sebelahnya tentang betapa tidak sabarnya mereka untuk mencicipi hasil masakan.

Sinergi Positif Antara Sekolah dan Orang Tua



Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari peran serta dan sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan orang tua murid. Keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran dinilai memberikan dampak psikologis yang positif bagi anak-anak, sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antar-komunitas sekolah.

"Melalui kegiatan outdoor learning ini, kami ingin anak-anak tidak hanya tahu nama profesinya, tetapi juga menghargai proses di balik sebuah pekerjaan. Kehadiran orang tua sebagai mentor memasak hari ini membuat suasana belajar jadi jauh lebih hangat, hidup, dan menyenangkan bagi anak-anak," ujar salah satu guru pendamping di sela-sela kegiatan.

Melalui pengalaman langsung ini, para siswa kelas 1 SD Marsudirini Pemuda diharapkan dapat memetik banyak pelajaran berharga—mulai dari kemandirian, mengenal nutrisi makanan sehat, hingga menumbuhkan rasa hormat terhadap setiap profesi, termasuk mereka yang bekerja keras di dapur untuk menyajikan makanan lezat setiap hari.

Kegiatan ditutup dengan keceriaan bersama, meninggalkan kesan mendalam dan cerita seru yang pastinya akan dibawa pulang oleh anak-anak ke rumah masing-masing. (Red)

Jumat, 08 Mei 2026

Gema Doa di Bulan Maria: SD Marsudirini Pemuda Gelar Ibadat Jumat Pertama dan Rosario Bersama


Ibu Veronika Sri Winarni SPd sedang memberikan renungan

SEMARANG – Suasana khidmat menyelimuti kompleks SD Marsudirini Jl. Pemuda, Semarang pada pagi hari ini, Jumat, 8 Mei 2026. Ratusan siswa bersama guru dan karyawan berkumpul di halaman dengan satu tujuan mulia: memperkuat iman melalui Ibadat Jumat Pertama yang dirangkaikan dengan Doa Rosario bersama dalam rangka memperingati Bulan Maria.

Semangat "Jumat Pertama" sebagai bentuk devosi kepada Hati Kudus Yesus tetap menjadi inti dari pembuka kegiatan kerohanian ini. Awali Hari dengan Sabda Tuhan

Kegiatan dimulai tepat pukul 06.45 WIB dengan Ibadat Jumat Pertama. Dalam sesi ini, para siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 diajak untuk merenungkan kasih Tuhan melalui pembacaan Injil. Ibu V. Sri Winarni, S.Pd selaku kepala sekolah SD Marsudirini membacakan bacaan Injil dan renungan singkat.

Dalam renungan singkat yang disampaikan, ditekankan pentingnya memiliki hati yang saling mengasihi, selaras dengan semangat pendidikan karakter yang selama ini ditanamkan di SD Marsudirini. Anak-anak tampak mendengarkan dengan saksama, menciptakan suasana hening yang jarang dijumpai di tengah hiruk-pikuk sekolah biasanya.

Meneladani Bunda Maria melalui Rosario : Setelah ibadat pembuka selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Doa Rosario bersama yang dipimpin oleh Bp Tomi Setiawan, S.Pd . Bulan Mei memang dikenal dalam tradisi Gereja Katolik sebagai Bulan Maria, waktu khusus untuk menghormati Bunda Yesus.

Momen-momen penting dalam kegiatan ini antara lain: Kesatuan Seluruh Civitas: Tidak hanya siswa, seluruh guru dan karyawan turut berlutut dan berdoa bersama, menunjukkan teladan iman yang nyata bagi anak didik.

Doa yang Khusyuk: Setiap butir rosario didaraskan dengan tertib. Suara anak-anak yang menyahut doa "Salam Maria" bergema di koridor sekolah, menciptakan atmosfer spiritual yang kental.

Intensi Doa: Selain doa untuk sekolah, anak-anak juga diajak mendoakan kedamaian dunia, kesehatan orang tua, serta kelancaran proses belajar mengajar.

Membentuk Karakter Sejak Dini

Pihak sekolah menyatakan bahwa kegiatan rutin seperti ini bukan sekadar rutinitas formalitas. Ini adalah bagian dari kurikulum spiritual untuk membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman iman.


"Melihat anak-anak bisa berdoa dengan khusyuk di tengah gempuran teknologi dan gadget adalah sebuah kebahagiaan tersendisri. Kami ingin mereka tumbuh dengan menyertakan Tuhan dalam setiap langkahnya," ujar salah satu guru pendamping di sela-sela kegiatan.

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini ditutup dengan lagu pujian kepada Bunda Maria. Senyum tenang terpancar dari wajah para siswa saat mereka kembali ke kelas masing-masing, membawa bekal spiritual untuk menjalani hari-hari ke depan.

Melalui kegiatan ini, SD Marsudirini Jl. Pemuda Semarang kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang mengutamakan nilai-nilai Kristiani dan pembentukan moral generasi muda di Kota Semarang.

Jumat, 17 April 2026

Keceriaan dan Belajar Bersama Alam: SD Marsudirini Pemuda Gelar Outing Class di Kampung Surga Bandungan

 

SEMARANG – Suasana pagi yang sejuk dan penuh semangat menyelimuti rombongan keluarga besar SD Marsudirini Pemuda pada hari Jumat, 17 April 2026. Tawa riang dan antusiasme terlihat jelas dari wajah para siswa yang bersiap mengikuti kegiatan outing class yang sangat dinanti-nantikan. Kali ini, destinasi yang dituju adalah sebuah kawasan asri yang edukatif, yakni Kampung Surga, Bandungan.

Kegiatan belajar di luar kelas ini bukan sekadar jalan-jalan biasa, melainkan sebuah program edukasi alam yang dirancang untuk melatih kemandirian, kerja sama, dan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Dengan menghirup udara segar pegunungan Bandungan, para siswa diajak untuk belajar langsung dari alam yang tidak selalu bisa didapatkan di dalam ruang kelas.

Diikuti oleh Rombongan Penuh Semangat

Kegiatan outing class ini diikuti oleh total 49 siswa yang tampak sangat bersemangat sejak berangkat dari sekolah. Keamanan dan kelancaran acara ini juga sangat terjamin dengan hadirnya para pendamping yang luar biasa. Rombongan didampingi langsung oleh Suster, 2 orang guru pembimbing yang setia mengarahkan siswa, serta dibantu oleh 4 orang tua murid yang turut berpartisipasi memastikan anak-anak belajar dan bermain dengan aman.

Kehadiran Suster, para guru, dan perwakilan orang tua murid menciptakan kolaborasi yang hangat antara pihak sekolah dan keluarga. Hal ini membuat suasana outing class terasa seperti liburan keluarga besar yang sarat akan makna dan pembelajaran.

Beragam Aktivitas Seru di Kampung Surga

Sesampainya di Kampung Surga Bandungan, rombongan langsung disambut oleh pemandangan alam yang hijau dan udara yang sangat sejuk. Sesuai dengan namanya, tempat ini menawarkan ‘surga’ kecil bagi anak-anak untuk mengeksplorasi alam.

Berbagai kegiatan seru telah dipersiapkan. Mulai dari ice breaking untuk mencairkan suasana, permainan kekompakan kelompok ( team building ), hingga kegiatan menjelajah alam sekitar. Anak-anak diajak untuk mengenali berbagai jenis tanaman, bermain permainan tradisional, dan belajar bekerja sama menyelesaikan tantangan yang diberikan oleh fasilitator. Tidak ada gawai di tangan mereka; yang ada hanyalah interaksi langsung dengan teman, guru, dan alam.

Sukses Berkat Kolaborasi dengan Three D Tour

Kesuksesan dan kelancaran acara outing class yang penuh kenangan ini tentu tidak lepas dari persiapan yang matang. Perjalanan dari Semarang menuju Bandungan, hingga seluruh rangkaian acara di lokasi dapat berjalan dengan sangat baik berkat kerja sama sekolah dengan Three D Tour.

Sebagai mitra perjalanan dan penyelenggara kegiatan, Three D Tour memberikan pelayanan yang maksimal. Mulai dari transportasi yang nyaman bagi anak-anak, penyusunan jadwal yang rapi, hingga pemanduan selama berada di Kampung Surga Bandungan. Profesionalisme tim Three D Tour membuat para guru dan orang tua pendamping bisa lebih fokus mengawasi dan mendampingi proses belajar anak-anak tanpa perlu khawatir memikirkan hal-hal teknis di lapangan.

Membawa Pulang Pengalaman Berharga

Kegiatan diakhiri pada sore hari dengan wajah-wajah yang lelah namun memancarkan kebahagiaan. Melalui kegiatan outing class ini, SD Marsudirini Pemuda berharap ke-49 siswa yang berpartisipasi dapat membawa pulang tidak hanya cerita seru, tetapi juga nilai-nilai karakter
(Cetta, Aretha, Laura)

Rabu, 04 Februari 2026

Menabur Kasih dalam Keterbatasan: Kunjungan Kasih SD Marsudirini ke Panti Asuhan Cacat Ganda Bhakti Asih

 


SEMARANG – Pada hari Rabu, 4 Februari 2026, suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti koridor Panti Asuhan Cacat Ganda (PACG) Bhakti Asih, Kota Semarang. Keluarga besar SD Marsudirini melakukan kunjungan sosial yang melibatkan para Suster, Kepala Sekolah, guru pendamping, serta perwakilan siswa-siswi.

Kunjungan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sebuah perjalanan spiritual dan edukasi karakter untuk mendekatkan anak-anak pada realitas kehidupan yang beragam, sekaligus membagikan kebahagiaan kepada saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus.

Misi Utama: Lebih dari Sekadar Berbagi

Tujuan utama dari kegiatan ini dirancang secara mendalam oleh pihak sekolah untuk menyentuh aspek kognitif dan afektif siswa, di antaranya:

  1. Penanaman Nilai Empati dan Kebersyukuran: Mengajak siswa untuk melihat langsung perjuangan hidup teman-teman di panti asuhan, sehingga muncul rasa syukur atas segala anugerah yang mereka miliki.
  2. Implementasi Pendidikan Karakter: Mewujudkan nilai-nilai dasar Marsudirini, yaitu kasih sayang tanpa pamrih kepada sesama, terutama mereka yang paling membutuhkan dan sering terlupakan.
  3. Membangun Inklusivitas Sejak Dini: Mengedukasi siswa bahwa keterbatasan fisik dan mental bukanlah penghalang untuk menjalin persaudaraan. Setiap manusia memiliki martabat yang sama di mata Tuhan.
  4. Dukungan Moril dan Material: Memberikan bantuan nyata berupa donasi dan kebutuhan pokok, serta dukungan semangat melalui kehadiran fisik dan interaksi langsung.

Momen Penuh Haru di Bhakti Asih

Rombongan tiba di lokasi disambut hangat oleh pengurus panti dan para penghuni. Para suster dan Kepala Sekolah mengawali kegiatan dengan doa bersama, memohon kesehatan dan kekuatan bagi para penghuni panti serta para perawat yang dengan sabar mendedikasikan hidup mereka di sana.

Momen paling menyentuh terlihat ketika siswa-siswi SD Marsudirini mulai berinteraksi. Meski awalnya tampak ragu, anak-anak segera mencair ketika melihat keceriaan penghuni panti saat diajak berkomunikasi.

Dukungan Penuh dari Sekolah

Ibu Veronika Sri Winarni, S.Pd selaku Kepala Sekolah SD Marsudirini menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari kurikulum kehidupan. Beliau berharap pengalaman ini akan membekas di hati para siswa hingga mereka dewasa nanti, menjadikan mereka pribadi yang peka terhadap isu sosial di sekitar mereka.

Kunjungan diakhiri dengan penyerahan simbolis bantuan hasil donasi dari seluruh orang tua murid dan warga sekolah. Hal ini menunjukkan sinergi yang luar biasa antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung aksi kemanusiaan.

Kunjungan ke PACG Bhakti Asih ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa di balik setiap keterbatasan, ada jiwa-jiwa hebat yang mengajarkan tentang arti ketabahan. SD Marsudirini berkomitmen untuk terus mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki "Hati yang Melayani."

Salam Marsudirini! Deus Providebit.

 


Selasa, 03 Februari 2026

Belajar Menjadi Pelaku Ekonomi: Siswa Kelas 6 SD Marsudirini Eksplorasi Pasar Prembaen



SEMARANG – Suasana pagi di kawasan Jalan Depok terasa lebih berwarna pada Selasa, 3 Februari 2026. Puluhan siswa kelas 6 SD Marsudirini Semarang tampak bersemangat menyusuri trotoar dengan berjalan kaki dari sekolah menuju salah satu pusat ekonomi tradisional ikonik di Kota Semarang, yakni Pasar Prembaen.

Kegiatan ini bukan sekadar jalan-jalan pagi biasa, melainkan agenda pembelajaran luar kelas (outdoor learning) untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan tema utama "Kegiatan Ekonomi di Masyarakat".

Persiapan dan Arahan Sebelum Beraksi

Sesampainya di gerbang pasar, rombongan berhenti sejenak untuk mendapatkan pengarahan dari guru pembimbing, Bp. Tomi Setiawan dan Bp. Rendi. Dalam arahannya, Pak Tomi menekankan pentingnya etika saat berinteraksi dengan pedagang.



"Pasar adalah laboratorium sosial yang nyata. Hari ini kalian bukan hanya belajar teori tentang distribusi atau konsumsi, tapi kalian mempraktikkannya langsung. Ingat, jaga sopan santun, gunakan bahasa yang baik, dan teliti sebelum membeli," pesan Pak Tomi kepada para siswa yang menyimak dengan saksama.

Praktik Jual Beli dan Seni Tawar-Menawar

Begitu memasuki area pasar, para siswa langsung dihadapkan pada hiruk-pikuk kegiatan ekonomi yang sesungguhnya. Berbekal uang saku yang telah ditentukan dan daftar belanjaan, anak-anak mulai menyebar ke berbagai lapak pedagang.


Momen menarik terjadi saat para siswa mencoba melakukan tawar-menawar. Dengan malu-malu namun gigih, mereka berusaha mendapatkan harga terbaik untuk cabai, bawang, sayuran, hingga bumbu dapur. Fenomena ini mengajarkan mereka bahwa dalam ekonomi, ada proses negosiasi untuk mencapai kesepakatan harga yang saling menguntungkan (simbiosis mutualisme) antara penjual dan pembeli.

Integrasi Matematika: Cermat Menghitung Kembalian

Selain belajar IPS, kegiatan ini secara otomatis melatih kemampuan Matematika siswa. Di setiap transaksi, anak-anak harus menghitung dengan cepat total belanjaan mereka dan memastikan uang kembalian yang diterima sudah tepat. Hal ini mengasah literasi numerasi mereka dalam situasi dunia nyata, yang jauh lebih menantang daripada sekadar mengerjakan soal di atas kertas.

 

Tujuan utama dari pembelajaran di Pasar Prembaen:

  1. Memahami Rantai Ekonomi Secara Realistis: Siswa dapat melihat langsung bagaimana barang (seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih yang terlihat di foto) berpindah dari produsen ke tangan pedagang hingga sampai ke konsumen.
  2. Melatih Keterampilan Komunikasi Interpersonal: Melalui interaksi dengan pedagang yang memiliki latar belakang beragam, siswa belajar cara berkomunikasi yang efektif dan persuasif saat melakukan proses tawar-menawar.
  3. Penerapan Literasi Finansial: Mengajarkan anak-anak cara mengelola uang, membuat keputusan pembelian yang bijak, dan ketelitian dalam menghitung nilai mata uang secara langsung.
  4. Menumbuhkan Kemandirian dan Keberanian: Mengajak siswa keluar dari zona nyaman kelas untuk berinteraksi dengan masyarakat umum, sehingga membangun kepercayaan diri dalam bersosialisasi.
  5. Mengenal Kearifan Lokal: Mengenalkan pasar tradisional sebagai pusat ekonomi kerakyatan yang perlu dijaga keberadaannya di tengah gempuran pasar modern.

 

Kegiatan diakhiri dengan evaluasi singkat di sekolah, di mana para siswa menceritakan pengalaman unik mereka saat bertransaksi. Diharapkan melalui pembelajaran bermakna ini, siswa kelas 6 SD Marsudirini tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tanggap dan terampil dalam menghadapi dinamika kehidupan ekonomi sehari-hari.

 

Selasa, 27 Januari 2026

Merah Imlek & Kasih Sayang Valentine Bersatu di Red Love Festival! 🧧❤️

 


Halo Mama, Papa dan Adik - Adik Semua!! Siap-siap buat ikutan acara paling seru tahun ini! SD Marsudirini Jl. Pemuda 157 Semarang mempersembahkan "Red Love Festival" dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2577 dan Suka Cita Valentine! 🏮❤️
Yuk, tunjukkan bakatmu di berbagai lomba keren: 🎨 Lomba Mewarnai 🎤 Lomba Menyanyi 💻 Coding Kids Competition💃 Lomba Fashion Show.
Bukan cuma lomba, bakal ada Bazaar, Pentas Seni, dan atraksi Barongsai yang super meriah! 🐉💥
📍 Catat lokasinya: SD Marsudirini, Jl. Pemuda 157, Semarang. 📅 Waktu: Jumat, 13 Februari 2026 | Pukul 08.00 WIB - Selesai. 💰 Biaya Pendaftaran Hanya Rp 10.000/lomba!
Dapatkan hadiah menarik dan harga khusus UDP untuk SEMUA peserta! 🎁✨
Daftar sekarang lewat link berikut https://linktr.ee/SDMarsudiriniPemuda . Sampai jumpa! 👋🤩


Senin, 12 Januari 2026

Semarak Natal SD Marsudirini Pemuda: Perdana Gunakan Aula Baru, Ratusan Siswa Tampil Memukau

SEMARANG – Suasana penuh sukacita menyelimuti SD Marsudirini Jl. Pemuda, Semarang, pada Senin (12/1/2026). Sebanyak 385 warga sekolah yang terdiri dari siswa kelas 1 hingga 6, jajaran guru, karyawan, serta para Suster pengelola sekolah berkumpul bersama untuk merayakan Natal 2026 dengan penuh khidmat dan kemeriahan.



Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan kali ini terasa jauh lebih spesial. Jika biasanya acara dipusatkan di lantai 1, tahun ini para siswa dan tamu undangan dapat menikmati kenyamanan Aula Lantai 2 yang baru saja selesai direnovasi. Fasilitas yang lebih segar dan modern ini menambah kekhusyukan sekaligus antusiasme peserta yang hadir.

Misa Natal Bersama Romo Clemens Budiarta, SJ

Acara diawali dengan Misa Natal syukur yang dipimpin oleh Romo Clemens Budiarta, SJ. Dalam homilinya, Romo mengajak seluruh siswa untuk membawa semangat kasih Natal dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Kehadiran seluruh elemen sekolah dalam satu ruangan menciptakan harmoni yang erat. Para siswa tampak tenang mengikuti prosesi ekaristi, sementara para guru dan Suster mendampingi dengan penuh kasih, menciptakan suasana kekeluargaan yang menjadi ciri khas sekolah Marsudirini.



Panggung Kreasi: Dari Dance Hingga Gerak dan Lagu

Setelah prosesi ibadah selesai, suasana yang semula tenang berubah menjadi sangat meriah. Panggung aula lantai 2 menjadi saksi kreativitas tanpa batas para siswa dalam sesi pentas seni.

Setiap jenjang kelas, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6, secara bergantian menampilkan bakat mereka. Berbagai penampilan disuguhkan, antara lain:

  • Modern Dance yang enerjik dari siswa kelas atas.

  • Gerak dan Lagu yang menggemaskan dari siswa kelas rendah.

"Perayaan tahun ini benar-benar luar biasa. Selain karena fasilitas aula yang baru dan lebih luas, penampilan anak-anak sangat maksimal. Mereka berlatih keras untuk memberikan yang terbaik bagi teman-teman dan guru," ujar Pak Rendi salah satu staf pendidik di sela-sela acara.

Harapan di Tahun yang Baru

Kemeriahan perayaan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, namun juga memperkuat tali silaturahmi antarwarga sekolah. Dengan gedung yang semakin representatif, SD Marsudirini Pemuda berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan bakat dan minat mereka.

Terimakasih kepada Komite sekolah, orang tua siswa, yang terlibat dalam kegiatan ini.

Rabu, 03 Desember 2025

SD Marsudirini Semarang Gelar Ibadat Adven Pertama, Libatkan Ratusan Siswa dan Guru

 


Semarang, [3 Desember 2025] – Sekolah Dasar Marsudirini di Jalan Pemuda, Semarang, memulai masa Adven dengan penuh khidmat melalui pelaksanaan Ibadat Adven yang pertama pada hari Rabu, 3 Desember 2025. Kegiatan rohani ini bertujuan untuk mempersiapkan hati seluruh komunitas sekolah menyambut Hari Raya Natal.

Ibadat yang berlangsung lancar dan tertib ini dilaksanakan di halaman sekolah yang teduh, dihadiri oleh seluruh komunitas akademika SD Marsudirini. Tercatat, sebanyak 351 siswa turut serta dalam ibadat ini, didampingi oleh 25 guru dan karyawan sekolah.

Dalam foto, terlihat para siswa duduk rapi di lantai halaman sekolah, menghadap ke arah altar sementara, yang dihiasi dengan patung Yesus yang merentangkan tangan serta sebuah Lingkaran Adven yang sudah menyalakan lilin pertama. Lingkaran Adven ini dihiasi dengan daun cemara yang hijau serta empat buah lilin berwarna ungu dan merah muda yang menjadi simbol dari empat minggu masa penantian.

Petugas ibadat untuk hari pertama Adven ini adalah tim guru dan karyawan, yang terdiri dari Ibu Vero, Ibu Sri, Miss Nadya, Pak Tomi, Pak Noel, dan Pak Dimas. Kolaborasi ini memastikan jalannya ibadat yang sarat makna dan bimbingan rohani yang mendalam bagi para siswa.

Kepala Sekolah menyampaikan bahwa kegiatan Ibadat Adven merupakan tradisi tahunan yang penting dalam membentuk karakter spiritual siswa. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa, guru, dan karyawan dapat menjalani masa Adven sebagai periode refleksi, pertobatan, dan harapan sebelum merayakan kelahiran Sang Juru Selamat.

Sabtu, 25 Oktober 2025

Kunjungan Edukatif Kelas V SD Marsudirini Semarang: Menjelajahi Sejarah Kepolisian di Museum AKPOL

 


Semarang, 24 Oktober 2025 - Sebanyak 79 siswa kelas V SD Marsudirini Semarang didampingi oleh 4 guru pendamping melaksanakan kegiatan kunjungan edukatif yang sangat berkesan ke Museum Akademi Kepolisian (AKPOL) Semarang. Kunjungan yang dilaksanakan pada hari Jumat, 24 Oktober 2025 ini bertujuan untuk memperluas wawasan siswa tentang sejarah Kepolisian Republik Indonesia sekaligus memberikan pengalaman belajar yang langsung dan interaktif di luar lingkungan sekolah.

Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan nuansa spiritual yang khidmat. Sebelum berangkat, seluruh peserta didik berkumpul di halaman sekolah untuk mengikuti Doa Rosario bersama. Momen ini menjadi penempaan rohani dan harapan agar perjalanan serta kegiatan belajar berjalan lancar dan penuh berkah. Tepat pukul 07.30 WIB, dua unit Bus Brimob yang gagah tiba di sekolah untuk menjemput rombongan. Moda transportasi khusus ini tentu saja menambah antusiasme dan kegembiraan anak-anak sejak awal.

Setibanya di Museum AKPOL, rombongan SD Marsudirini disambut dengan hangat dan ramah oleh pihak museum. Atmosfer tempat yang kaya akan sejarah dan disiplin langsung terasa, memicu rasa ingin tahu yang besar dari para siswa. Selama di museum, anak-anak mendapatkan kesempatan berharga untuk belajar mengenai Sejarah Kepolisian, mulai dari cikal bakal hingga perkembangan modern. Mereka disajikan berbagai koleksi yang memukau, mulai dari pakaian dinas polisi dari masa ke masa, berbagai jenis senjata, kendaraan operasional, hingga aneka perlengkapan penunjang tugas kepolisian.

Salah satu murid, Nantha, mengungkapkan kegembiraan dan kekagumannya terhadap isi museum. "Saya merasa sangat senang sekali karena bisa melihat langsung isi museum yang luar biasa. Banyak hal baru yang saya ketahui tentang polisi dan ini sungguh menambah pengetahuan saya," ujarnya dengan mata berbinar.

Perasaan yang sama juga diungkapkan oleh Cherryl. Bagi Cherryl, kunjungan ini memiliki makna ganda. "Saya senang sekali, karena ini adalah kali pertama saya mengunjungi Museum AKPOL. Apalagi bisa belajar dan melihat banyak hal menarik bersama teman-teman sekelas. Pengalaman ini pasti tidak akan terlupakan," kata Cherryl dengan gembira.

Anak-anak tampak takjub saat mengamati detail koleksi yang dipamerkan. Replika seragam dengan manekin yang menyerupai aslinya, ragam jenis senjata yang hanya pernah mereka lihat di televisi, serta kendaraan patroli yang ikonik menjadi pusat perhatian. Penjelasan dari pemandu museum menambah kedalaman pemahaman mereka tentang peran dan perjuangan institusi Kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban negara.

Kepala Sekolah SD Marsudirini, V. Sri Winarni, S.Pd., yang ikut mendampingi kegiatan ini, juga menyampaikan rasa puas dan bahagianya. "Kami sangat gembira melihat antusiasme anak-anak. Pembelajaran tidak harus selalu di dalam kelas. Dengan berkunjung langsung ke Museum AKPOL ini, anak-anak bisa merasakan dan melihat secara nyata sejarah serta peralatan yang digunakan oleh para penegak hukum. Ini adalah pengalaman belajar langsung yang sangat berharga dan menguatkan karakter kebangsaan mereka," tutur Ibu Sri Winarni.

Kunjungan edukatif ini berakhir menjelang tengah hari. Setelah mendapatkan berbagai pengetahuan baru dan pengalaman yang mengesankan, rombongan kembali bertolak dari Museum AKPOL Semarang dan tiba kembali di SD Marsudirini tepat pada pukul 12.00 WIB. Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi siswa untuk terus mencintai sejarah bangsa dan menghargai profesi Kepolisian.

(Tim Jurnalis SD Marsudirini)

Jumat, 03 Oktober 2025

Rutinitas Jumat Membangun Iman



Semarang – Memasuki bulan Oktober yang diidentikkan sebagai Bulan Rosario bagi umat Katolik, SD Marsudirini yang berlokasi di Jl. Pemuda Semarang menunjukkan komitmen kuat dalam pembinaan rohani dengan secara rutin menggelar Doa Rosario bersama. Kegiatan devosi ini diadakan setiap hari Jumat di halaman sekolah dan melibatkan seluruh komponen sekolah: siswa, guru, serta karyawan.

Tradisi doa bersama ini merupakan wujud nyata sekolah dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, kasih, dan keteladanan Bunda Maria sejak usia dini. Peringatan Bulan Maria di bulan Oktober dan Bulan Mei selalu menjadi momen penting yang disambut antusias oleh komunitas sekolah Marsudirini.

Rutinitas Jumat Membangun Iman

Doa Rosario bersama ini diselenggarakan secara terstruktur, di bawah koordinasi Sie Kerohanian Sekolah. Kepala Sekolah SD Marsudirini, Ibu Veronica Sri Winarni, S.Pd menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga sarana untuk mempererat rasa persaudaraan dan kebersamaan di antara warga sekolah.

"Setiap Jumat, kami berkumpul di halaman. Tujuannya adalah mengajak seluruh siswa, guru, dan karyawan untuk meneladani kesetiaan, kerendahan hati, dan ketaatan Bunda Maria. Melalui doa Rosario, kami bersama-sama merenungkan misteri kehidupan Yesus Kristus, sehingga iman anak-anak dapat tumbuh dan berakar kuat," ujar Ibu Veronica Sri Winarni, S.Pd selaku Kepala Sekolah SD Marsudirini

Pembagian tugas pendarasan Rosario diatur secara bergilir, memberikan kesempatan kepada siswa dari berbagai kelas untuk memimpin doa dan membacakan intensi. Hal ini secara langsung melatih keberanian, tanggung jawab, dan kepemimpinan siswa dalam lingkup rohani.

Menarik Perhatian Publik

Pemandangan ratusan siswa dengan khusyuk memegang Rosario dan mengikuti doa di halaman sekolah menjadi daya tarik tersendiri. Meskipun kegiatan keagamaan, atmosfer kebersamaan dan kedamaian yang tercipta selama doa berlangsung seringkali mengundang perhatian masyarakat sekitar dan para orang tua.

Devosi ini dianggap berhasil menjadi jembatan spiritual yang mendekatkan anak-anak pada ajaran Katolik. Selain itu, kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya kedisiplinan rohani dan pembiasaan diri untuk berdoa di tengah kesibukan akademik.

Harapan dan Dampak Positif

Kegiatan rutin Doa Rosario ini diharapkan tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi bekal bagi para siswa untuk membawa semangat doa dan keteladanan Bunda Maria ke dalam kehidupan sehari-hari dan keluarga.

"Kami berharap, melalui pembiasaan doa Rosario, anak-anak SD Marsudirini menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berlandaskan iman yang kokoh, sesuai dengan semangat pelayanan Marsudirini," tutup  Ibu Veronica Sri Winarni, S.Pd, seraya berharap tradisi baik ini akan terus berlangsung dan memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter generasi penerus bangsa. (P3 - Humas SD Marsudirini)

Selasa, 30 September 2025

SD Marsudirini Sambut Pahlawan Sains Nasional dengan Meriah: Fransisco Jordy Suryadinata Raih Juara 3 OSN Matematika



Semarang, 30 September 2025 – Suasana haru dan bangga menyelimuti halaman SD Marsudirini Jalan Pemuda No. 157 Semarang pagi ini. Seluruh warga sekolah, mulai dari guru, staf, 350  siswa, berkumpul untuk memberikan sambutan istimewa kepada salah satu siswa kebanggaan mereka, Fransisco Jordy Suryadinata. Jordy, sapaan akrabnya, baru saja kembali dengan membawa prestasi gemilang sebagai Juara 3 Olimpiade Sains Nasional (OSN) cabang Matematika tingkat Nasional.

Penyambutan pahlawan sains cilik ini berlangsung meriah dan penuh kekeluargaan. Tepat pukul 08.00 WIB, Jordy tiba di gerbang sekolah dan langsung disambut dengan arak-arakan. Ia diarak melintasi halaman sekolah dengan sorak sorai dan tepuk tangan riuh dari teman-temannya. Spanduk ucapan selamat yang dibentangkan oleh siswa lain menambah semarak acara penyambutan tersebut.

Puncak acara ditandai dengan pengalungan bunga oleh Ibu V. Sri Winarni S.Pd, selaku Kepala Sekolah SD Marsudirini. Pengalungan rangkaian bunga ini merupakan simbol apresiasi tertinggi dari keluarga besar sekolah atas dedikasi dan pencapaian Jordy di kancah nasional.

Kebanggaan Sekolah dan Harapan Masa Depan

Dalam sambutannya, Ibu V. Sri Winarni S.Pd tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya. "Hari ini adalah momen yang sangat membahagiakan dan mengharukan bagi kita semua. Fransisco Jordy telah membuktikan bahwa siswa SD Marsudirini mampu bersaing dan berprestasi di tingkat tertinggi, tingkat Nasional," ujarnya dengan suara bergetar.

Ibu Sri Winarni menambahkan, keberhasilan Jordy meraih Juara 3 OSN Matematika tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga menjadi inspirasi nyata bagi seluruh siswa untuk berani bermimpi besar dan bekerja keras. "Prestasi ini adalah hasil dari kerja keras Jordy, dukungan penuh orang tua, serta bimbingan dari Bapak dan Ibu guru. Kami bangga Jordy dapat membawa nama baik sekolah hingga ke tingkat nasional. Ini adalah bukti bahwa semangat belajar dan ketekunan pasti akan membuahkan hasil," tutupnya.

Pengakuan dan Kegembiraan Sang Juara

Fransisco Jordy Suryadinata, siswa berprestasi yang masih duduk di bangku sekolah dasar ini, tampak terharu dan gembira dengan sambutan hangat yang ia terima. Mengenakan kalung bunga, ia tersenyum lebar saat melambaikan tangan kepada teman-temannya.

"Saya sangat senang dan kaget melihat semua teman dan guru menyambut saya begini," kata Jordy dengan lugu. Ia mengaku tidak menyangka akan disambut semeriah ini. "Rasanya semua lelah selama belajar dan berkompetisi langsung hilang. Terima kasih banyak untuk semua dukungan. Saya janji akan terus belajar dan berusaha memberikan yang terbaik," tambahnya, disambut tepuk tangan meriah.

Prestasi yang diraih Jordy dalam OSN Matematika tingkat Nasional ini merupakan salah satu pencapaian tertinggi di bidang sains di jenjang pendidikan dasar. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi catatan manis bagi perjalanan akademik Jordy, tetapi juga menjadi tonggak sejarah penting bagi SD Marsudirini dalam mencetak generasi unggul yang siap bersaing secara global.

Sekolah berharap, kisah sukses Fransisco Jordy Suryadinata ini akan memotivasi lebih banyak siswa untuk mengembangkan minat dan bakat mereka, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga di berbagai kompetisi bergengsi lainnya.

 

Jumat, 26 September 2025

Edukasi Gizi dan Kreativitas Memasak: Kelas 3 dan 4 SD Marsudirini Semarang Berkreasi Membuat Salad Buah dan Puding

Semarang, 25 September 2025 - Halaman SD Marsudirini yang terletak di Jl. Pemuda Semarang pada hari Jumat, 26 September 2025, berubah menjadi dapur terbuka yang penuh keceriaan dan semangat kolaborasi. Sebanyak 93 siswa yang terdiri dari 48 siswa kelas III dan 45 siswa kelas IV mengikuti kegiatan praktik membuat makanan sehat yang edukatif, di mana kelas III fokus membuat Salad Buah dan kelas IV berkreasi dengan Puding. Kegiatan ini merupakan inisiatif sekolah untuk mengajarkan pentingnya gizi seimbang, keterampilan dasar memasak, dan efisiensi waktu dengan menggabungkan dua tingkat kelas.

Kegiatan praktik ini dilaksanakan berkat kerja sama yang apik dengan Gourmeet House, sebuah lembaga yang dikenal dalam mengajarkan keterampilan kuliner secara fun dan edukatif. Tujuannya adalah memberikan pengalaman belajar yang langsung, memupuk kreativitas, dan menumbuhkan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.

Peralatan dan Bahan Baku dari Rumah

Sejak pagi hari, antusiasme terlihat jelas dari para siswa yang datang dengan membawa berbagai bahan baku dari rumah. Siswa kelas III membawa komponen utama untuk salad buah, seperti aneka macam buah-buahan segar, susu kental manis, dan mayones. Sementara itu, siswa kelas IV datang dengan membawa susu, vanila, dan buah-buahan sebagai bahan pelengkap puding. Pembagian tugas ini melatih tanggung jawab dan persiapan, yang merupakan bagian integral dari proses memasak.

Di bawah bimbingan guru dan instruktur dari Gourmeet House, para siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Mereka memulai proses dengan semangat yang tinggi, mulai dari mencuci buah, memotong, hingga meracik bahan menjadi hidangan lezat.

Kelas III: Mengolah Buah Jadi Salad Segar

Siswa kelas III dengan cekatan mengolah berbagai buah-buahan menjadi salad yang segar. Mereka belajar tentang kombinasi rasa, tekstur, dan yang terpenting, nilai gizi dari setiap buah yang digunakan.

Salah satu murid kelas III, Aretha, mengungkapkan kegembiraannya. "Senang sekali! Saya suka makan buah, tapi baru kali ini saya bisa mengolah buah-buahan ini sendiri menjadi salad yang enak. Saya belajar bagaimana memotong yang benar dan menakar mayones agar rasanya pas," ujarnya sambil menunjukkan hasil salad buatannya yang berwarna-warni.

Kelas IV: Kreasi Puding yang Lezat

Sementara itu, siswa kelas IV sibuk dengan panci dan cetakan, fokus pada proses pembuatan puding yang membutuhkan ketelitian dalam mencampur bahan dan memanaskan adonan. Mereka belajar tentang pentingnya takaran yang tepat untuk mendapatkan tekstur puding yang sempurna, serta cara menambahkan vanila dan buah sebagai topping agar tampilan dan rasa menjadi lebih menarik.

Vicky, salah satu siswa kelas IV, mengaku sangat menikmati sesi memasak ini. "Memasak puding ternyata seru, apalagi bisa bekerja sama dan tertawa bersama teman-teman. Kami harus sabar menunggu pudingnya dingin, tapi hasilnya sangat memuaskan! Ini pengalaman pertama saya membuat puding sendiri," kata Vicky dengan bangga.

Mendorong Kolaborasi dan Pola Hidup Sehat

Kerja sama antara siswa kelas III dan IV yang digabung untuk efisiensi waktu juga berjalan lancar. Mereka saling membantu dalam hal kebersihan, penataan meja, dan berbagi alat yang mungkin kurang.

Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan hidangan lezat, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pola makan sehat. Pihak sekolah, bekerja sama dengan Gourmeet House, berharap kegiatan seperti ini dapat terus rutin dilakukan. Selain mengasah keterampilan hidup, kegiatan ini juga mempererat tali persaudaraan dan kerja tim di antara para siswa SD Marsudirini Semarang. Hasil kreasi salad buah dan puding yang telah jadi kemudian dinikmati bersama sebagai bentuk perayaan atas keberhasilan dan hasil belajar mereka.

Senin, 22 September 2025

SD Marsudirini Ikuti Lomba Fotografi DOSS 2025

 


Semarang – SD Marsudirini yang beralamat di Jl. Pemuda Semarang turut serta dalam ajang bergengsi Lomba Fotografi yang diselenggarakan oleh DOSS pada hari Minggu, 21 September 2025. Acara ini diikuti oleh kurang lebih 700 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga komunitas fotografi di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kehadiran SD Marsudirini dalam lomba ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa sekolah tidak hanya mendukung prestasi akademik, tetapi juga mendorong siswa untuk mengembangkan bakat dan minat dalam bidang seni, khususnya fotografi. Sekolah mengirimkan total enam peserta, terdiri dari tiga siswa aktif dan tiga alumni. Tiga siswa aktif SD Marsudirini yang mengikuti lomba tersebut adalah Amara, Kimbeley, dan Eve.

Tujuan utama dari keikutsertaan SD Marsudirini dalam lomba ini adalah untuk memberikan pengalaman baru bagi siswa, melatih keberanian, serta meningkatkan rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan. Selain itu, ajang ini juga menjadi sarana bagi para siswa untuk memperluas pergaulan dengan teman-teman baru yang memiliki minat sama di bidang fotografi.

Salah satu peserta, Eve, mengungkapkan kegembiraannya dapat mengikuti lomba ini. “Saya sangat senang bisa ikut lomba fotografi ini. Walaupun cuacanya panas sekali, tapi lombanya seru banget, apalagi saya jadi punya banyak teman baru,” ujar Eve dengan penuh semangat.

Dalam kompetisi fotografi DOSS ini, setiap peserta tidak hanya ditantang untuk menampilkan hasil karya foto terbaik, tetapi juga diwajibkan menjawab 21 pertanyaan yang berkaitan dengan pengetahuan seputar fotografi. Hal ini membuat lomba semakin menantang, karena tidak hanya menguji kreativitas visual, tetapi juga pengetahuan teknis peserta mengenai dunia fotografi.

Partisipasi SD Marsudirini dalam lomba fotografi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus mengasah bakat yang dimiliki. Kepala sekolah dan para guru menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para siswa dan alumni yang sudah berani tampil serta membawa nama baik sekolah di tingkat Jawa Tengah dan DIY.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, SD Marsudirini semakin berkomitmen untuk mendukung perkembangan potensi siswa dalam berbagai bidang. Semoga pengalaman yang diperoleh Amara, Kimbeley, dan Eve, beserta para alumni, dapat memotivasi generasi berikutnya untuk tidak takut mencoba hal-hal baru dan terus berprestasi.

 

Senin, 25 Agustus 2025

Puskesmas Poncol Gelar Pemeriksaan Kesehatan di SD Marsudirini Pemuda

 Semarang, 25 Agustus 2025 — Dalam rangka meningkatkan kesehatan anak usia sekolah, Puskesmas Poncol hari ini, Senin (25/8), mengadakan pemeriksaan kesehatan di SD Marsudirini Pemuda. Kegiatan berlangsung di aula sekolah dengan melibatkan seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.



Pemeriksaan kesehatan meliputi pengecekan mata, gigi, dan telinga para siswa. Petugas medis dari Puskesmas Poncol secara bergantian memeriksa setiap anak dengan teliti. Tidak hanya pemeriksaan, siswa juga mendapat pembagian obat cacing yang diberikan langsung oleh wali kelas masing-masing. Obat tersebut disediakan oleh pihak Puskesmas sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit yang kerap menyerang anak-anak usia sekolah dasar.

Kepala SD Marsudirini Pemuda, Ibu Veronica Sri Winarni, S.Pd., menyampaikan apresiasinya kepada pihak Puskesmas Poncol atas perhatian dan layanan kesehatan yang diberikan kepada para siswa. “Kami sangat berterima kasih kepada Puskesmas Poncol yang telah berkenan datang ke sekolah dan memberikan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Kegiatan ini sangat bermanfaat agar anak-anak tetap sehat dan semangat dalam belajar,” ungkapnya.

Pemeriksaan kesehatan rutin seperti ini dinilai penting untuk mendeteksi sejak dini adanya gangguan kesehatan pada anak. Dengan demikian, masalah kesehatan dapat segera ditangani sebelum mengganggu aktivitas belajar. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan edukasi kepada siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan diri, terutama kesehatan gigi, mata, dan telinga.

Antusiasme siswa tampak dari semangat mereka mengikuti pemeriksaan. Beberapa siswa terlihat sedikit gugup saat diperiksa gigi, namun didampingi guru dan petugas, mereka akhirnya dapat melalui proses dengan baik.

Puskesmas Poncol berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah di wilayahnya guna memastikan kesehatan anak didik tetap terjaga. Kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkala sehingga kualitas kesehatan siswa semakin meningkat.

Dengan adanya pemeriksaan kesehatan ini, SD Marsudirini Pemuda berharap seluruh siswa dapat belajar dengan kondisi tubuh yang sehat dan bugar, sehingga dapat meraih prestasi akademik maupun nonakademik dengan lebih optimal.(Eve - Jurnalistik SD Marsudirini)