> INFORMASI SUDAH DIBUKA PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU UNTUK TAHUN PELAJARAN 2027-2028. INFORMASI LEBIH LANJUT HUBUNGI 0811 2921 157 >>> MARI BERGABUNG DALAM TRIAL CLASS HARI SABTU, 5 SEPTEMBER 2026, PADA PUKUL 08.00 - 10.30, DI SD MARSUDIRINI PEMUDA SEMARANG >>> FOLLOW, LIKE DAN COMMENT AKUN MEDIA SOSIAL SD MARSUDIRINI >>> INSTAGRAM @SDMARSUDIRINIPEMUDA >>> TIKTOK @SDMARSUDIRINI "
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 September 2026

Tingkatkan Peran Orang Tua di Era Modern, SD Marsudirini Pemuda Gelar Seminar Parenting “Protect, Guide, Empower”

 


SEMARANG – Menghadapi era modern yang penuh dengan dinamika dan tantangan sosial, pendampingan orang tua terhadap tumbuh kembang anak menjadi kunci utama dalam membentuk karakter yang tangguh. Sebagai wujud kepedulian terhadap sinergi antara sekolah dan orang tua, SD Marsudirini Jl. Pemuda No. 157, Semarang, bakal menyelenggarakan kegiatan Seminar Parenting bertajuk "Protect, Guide, Empower: Helping Children Navigate Social Challenges".

Kegiatan yang dirancang khusus bagi para orang tua murid ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman dalam mendampingi, mengarahkan, serta membangun resiliensi (daya juang) anak. Melalui edukasi ini, diharapkan para siswa mampu menghadapi serta mengatasi berbagai tantangan sosial di lingkungan modern secara bijak dan mandiri.

Menghadirkan Pakar Psikologi Unggulan

Untuk mengupas tuntas topik tersebut, SD Marsudirini Pemuda menghadirkan narasumber profesional di bidangnya, yaitu Dr. Kuriake Kharismawan, M.Si, Psikolog, yang merupakan dosen dari Fakultas Psikologi Soegijapranata Catholic University (SCU). Kehadiran beliau diharapkan dapat memberikan wawasan ilmiah sekaligus panduan praktis yang relevan dengan kehidupan sehari-hari orang tua dalam mendidik buah hati.

Detail Pelaksanaan Acara

Seminar Parenting ini akan dilaksanakan pada:

  • Hari / Tanggal: Sabtu, 26 September 2026
  • Waktu: Pukul 13.00 – 16.00 WIB
  • Tempat: Balai Kota Semarang, Jl. Pemuda No. 148, Semarang

Melalui tiga pilar utama yang diusung—Protect (Melindungi), Guide (Mengarahkan), dan Empower (Memberdayakan)—seminar ini mengajak orang tua untuk tidak hanya menjadi pelindung, tetapi juga pembimbing yang memberikan kepercayaan diri kepada anak agar siap melangkah di masyarakat.

 

Minggu, 26 Juli 2026

SD Marsudirini Pemuda Semarang Gelar Sosialisasi Program Sekolah Tahun Pelajaran 2026/2027

 

SEMARANG — SD Marsudirini Pemuda Semarang sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Program Sekolah untuk Tahun Pelajaran 2026/2027 pada Sabtu, 25 Juli 2026. Acara yang bertempat di Aula SD Marsudirini Pemuda ini dihadiri oleh seluruh orang tua/wali murid dari kelas 1 hingga kelas 6.

Untuk memastikan penyampaian materi berlangsung efektif dan kondusif, pihak sekolah membagi pelaksanaan acara ke dalam dua sesi:

  • Sesi I: Diperuntukkan bagi orang tua/wali murid kelas 1, 2, dan 3.
  • Sesi II: Diperuntukkan bagi orang tua/wali murid kelas 4, 5, dan 6.

Pemaparan Program dan Perkenalan Tim Pengajar

Acara diawali dengan doa bersama yang diikuti secara khidmat oleh jajaran suster, kepala sekolah, serta para guru dan karyawan. Selanjutnya, pihak manajemen sekolah memaparkan visi, misi, serta inovasi dan perubahan program pendidikan yang akan diterapkan sepanjang tahun ajaran 2026/2027.



Dalam kesempatan ini, sekolah juga memperkenalkan jajaran pendidik, staf, hingga pengajar penunjang bahasa asing untuk memperkuat kualitas pembelajaran para siswa.

Antusiasme dan Partisipasi Aktif Orang Tua

Para orang tua murid menyambut baik berbagai program dan perubahan positif yang dirancang oleh SD Marsudirini. Suasana interaktif terlihat saat sesi tanya jawab, di mana beberapa perwakilan orang tua memanfaatkan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan pihak sekolah mengenai pengembangan karakter dan akademik anak.



Melalui kegiatan sosialisasi ini, SD Marsudirini Pemuda berharap dapat terus mempererat sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pihak sekolah dan orang tua murid demi mendukung tumbuh kembang serta prestasi para siswa secara optimal.

 

Jumat, 24 Juli 2026

Tanamkan Sikap Saling Menghargai, SD Marsudirini Pemuda Semarang Gelar Sosialisasi Anti-Bullying

SEMARANG — SD Marsudirini Pemuda Semarang menggelar kegiatan sosialisasi anti-bullying bertema “Berbeda Itu Unik, Bersama Itu Asik” pada Jumat, 24 Juli 2026. Acara yang berlangsung di Aula SD Marsudirini Pemuda ini diselenggarakan melalui kerja sama dengan Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan ramah anak.



Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Agar materi dapat tersampaikan secara efektif dan sesuai dengan taraf perkembangan anak, acara dibagi menjadi dua sesi:

  • Sesi I: Ditujukan untuk siswa jenjang kelas kecil (kelas 1–3).
  • Sesi II: Ditujukan untuk siswa jenjang kelas besar (kelas 4–6).

Pembelajaran Interaktif dan Edukatif

Selama acara berlangsung, tim narasumber dari Unika Soegijapranata menyampaikan materi dengan pemanfaatan media visual modern. Melalui layar presentasi interaktif, para siswa diajak mengenali berbagai bentuk perilaku perundungan (bullying), baik secara verbal, fisik, maupun sosial, serta memahami dampaknya terhadap teman sebaya.



Anak-anak mengikuti rangkaian acara dengan sangat antusias. Antusiasme ini terlihat jelas saat pemateri turun langsung menyapa dan memberikan kesempatan bertanya kepada peserta. Para siswa yang mengenakan seragam pramuka tampak berebut ingin berbicara, menjawab pertanyaan, dan membagikan pengalaman mereka menggunakan mikrofon.

Mendorong Sikap Inklusif Sejak Dini

Tema “Berbeda Itu Unik, Bersama Itu Asik” dipilih untuk menekankan pentingnya menghargai keberagaman di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan yang ramah anak, narasumber mengajak para siswa untuk:

  • Menganggap perbedaan fisik, latar belakang, maupun karakter sebagai keunikan yang memperkaya pertemanan.
  • Berani menolak aksi perundungan dan tidak menjadi penonton pasif saat melihat teman diperlakukan tidak adil.
  • Mengembangkan empati dan rasa saling menyayangi sesama teman sekolah.

Pihak sekolah berharap kolaborasi dengan Universitas Katolik Soegijapranata ini dapat terus berlanjut. Melalui sosialisasi ini, SD Marsudirini Pemuda Semarang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang belajar yang bebas dari perundungan, sehingga setiap siswa dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Gigi, SD Marsudirini Pemuda Semarang Gelar Sosialisasi "Gigiku Sehat Senyumku Ceria"


SEMARANG – Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesejahteraan serta tumbuh kembang anak-anak usia sekolah. Guna menanamkan kebiasaan menjaga kebersihan diri sejak dini, SD Marsudirini Pemuda Semarang menggelar kegiatan sosialisasi kesehatan gigi bertema "Gigiku Sehat Senyumku Ceria" pada Kamis, 23 Juli 2026.

Berlokasi di Aula SD Marsudirini Pemuda Semarang, kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Untuk menjaga suasana belajar tetap kondusif dan materi yang disampaikan sesuai dengan tingkat pemahaman siswa, acara dibagi menjadi dua sesi:

  • Sesi Pertama: Diikuti oleh siswa kelas 1, 2, dan 3 pada pagi hari.
  • Sesi Kedua: Dikhususkan bagi siswa kelas 4, 5, dan 6 pada siang hari.

Kolaborasi Bersama Orang Tua Murid Berprofesi Dokter

Acara ini terasa semakin spesial karena mengusung konsep sinergi dan keterlibatan aktif lingkungan sekolah. SD Marsudirini Pemuda berkolaborasi langsung dengan para orang tua murid yang berprofesi sebagai dokter gigi.



Hadirnya para dokter gigi yang juga merupakan bagian dari keluarga besar sekolah membuat suasana sosialisasi berlangsung hangat, edukatif, sekaligus interaktif. Para dokter memaparkan materi dengan gaya penyampaian yang ringan, menarik, serta mudah dipahami oleh anak-anak.

Edukasi Interaktif dan Antusiasme Para Siswa

Antusiasme tinggi terlihat jelas dari seluruh peserta. Para siswa tampak bersemangat menyimak penjelasan mengenai cara menyikat gigi yang baik dan benar, pentingnya memilih makanan yang sehat untuk gigi, hingga risiko jika malas merawat kebersihan mulut.



Tidak hanya mendengarkan paparan teori, anak-anak juga diajak untuk berpartisipasi langsung secara praktis melalui peragaan alat peraga kesehatan gigi dan sesi tanya jawab yang interaktif. Kehadiran peraga visual seperti maket gigi berukuran besar membuat para siswa semakin tertarik dan aktif mengajukan pertanyaan.

Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga terbiasa menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga semangat "Gigiku Sehat Senyumku Ceria" senantiasa terpancar dari seluruh siswa SD Marsudirini Pemuda Semarang.

 

 

Rabu, 22 Juli 2026

Edukasi Perlindungan Diri Sejak Dini, SD Marsudirini Pemuda Gelar Sosialisasi Sex Education "Tubuhku adalah Milikku"

 SEMARANG – Dalam upaya memberikan pemahaman mendasar mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan dan keamanan diri, SD Marsudirini Pemuda Semarang menggelar kegiatan sosialisasi sex education bertajuk "Tubuhku adalah Milikku". Kegiatan yang diselenggarakan pada Selasa, 21 Juli 2026 bertempat di Aula SD Marsudirini Pemuda ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi mulai dari kelas 1 hingga kelas 6.



Edukasi kesehatan seksual dan reproduksi sejak usia dini menjadi hal mendesak untuk dibekalkan kepada peserta didik, guna memagari anak-anak dari potensi kejahatan atau kekerasan seksual serta meningkatkan kesadaran akan batas-batas tubuh.

Pembagian Sesi Berdasarkan Usia Perkembaangan Anak

Untuk memastikan materi yang disampaikan dapat diserap secara optimal dan sesuai dengan tingkat pemahaman usia anak, panitia membagi kegiatan ini menjadi dua sesi utama:

  1. Sesi Pertama (Kelas 1–3): Berlangsung pada pagi hari dengan pendekatan yang interaktif, edukatif, dan ramah anak. Pada sesi ini, materi difokuskan pada pengenalan bagian-bagian tubuh, pemahaman tentang "area pribadi" yang tidak boleh dilihat atau disentuh oleh orang lain, serta keberanian untuk berkata "Tidak!" (Say No) dan melapor kepada guru atau orang tua jika merasa tidak nyaman.
  2. Sesi Kedua (Kelas 4–6): Dilaksanakan pada sesi berikutnya dengan pendalaman materi yang disesuaikan untuk usia pra-remaja. Siswa diajak memahami perubahan fisik dan emosional masa pubertas, pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, batas batasan dalam berinteraksi sosial, hingga pemanfaatan teknologi digital secara bijak.

Antusiasme Tinggi dan Partisipasi Aktif Siswa

Suasana di Aula SD Marsudirini Pemuda tampak begitu hidup. Didampingi oleh narasumber ahli di bidang kesehatan dan psikologi anak, penyampaian materi dikemas secara menarik melalui visual presentasi, cerita interaktif, tanya jawab, serta peragaan sederhana.

Para siswa menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Banyak peserta didik yang mengacungkan tangan dengan penuh percaya diri saat sesi tanya jawab dibuka, baik untuk menjawab pertanyaan pemantik dari pemateri maupun menyampaikan kebingungan mereka secara terbuka.



"Anak-anak sangat responsif dan berani bertanya. Hal ini menunjukkan bahwa ruang edukasi yang terbuka dan aman seperti ini memang sangat dibutuhkan oleh mereka," ujar salah satu pemateri di sela-sela kegiatan.

Komitmen Sekolah Mewujudkan Lingkungan Ramah Anak

Pihak sekolah menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen SD Marsudirini Pemuda dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara holistik—tidak hanya dari segi akademis, tetapi juga karakter dan perlindungan diri.

Melalui kegiatan bertema "Tubuhku adalah Milikku" ini, diharapkan seluruh siswa SD Marsudirini Pemuda Semarang memiliki benteng diri yang kuat, semakin percaya diri, serta mampu menghargai dan menjaga tubuh mereka sendiri maupun menghormati batasan orang lain.

Selasa, 21 Juli 2026

Berani Menolak, Berani Melindungi Diri: SD Marsudirini Pemuda Semarang Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba


 

SEMARANG — Upaya membentengi generasi muda dari bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang terus dilakukan sejak dini. SD Marsudirini Pemuda Semarang menggelar kegiatan sosialisasi edukatif bertajuk “Berani Menolak, Berani Melindungi Diri” pada Senin, 20 Juli 2026. Acara yang berlangsung di Aula SD Marsudirini Pemuda ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.

Kegiatan sosialisasi ini dirancang khusus agar materi yang disampaikan dapat diserap dengan baik sesuai dengan rentang usia peserta. Oleh karena itu, acara dibagi menjadi dua sesi:

  • Sesi I: Diperuntukkan bagi siswa kelas 1, 2, dan 3 dengan pendekatan yang interaktif, visual, dan ramah anak.
  • Sesi II: Diikuti oleh siswa kelas 4, 5, dan 6 dengan penyampaian materi yang lebih mendalam mengenai pencegahan dan dampak bahaya penyalahgunaan zat terlarang.

Tampilkan Media Edukasi Interaktif


Dalam pelaksanaan kegiatan, pemateri menghadirkan tayangan edukatif melalui proyektor serta materi visual yang menarik perhatian para siswa. Pendekatan interaktif ini membuat para siswa tidak hanya duduk mendengarkan, tetapi juga diajak berpikir kritis dan memahami pentingnya menjaga diri dari bujukan atau barang-barang asing yang mencurigakan.

Siswa-siswi terlihat sangat antusias sepanjang jalannya acara. Mereka menyimak pemaparan materi dengan tertib, merespons pertanyaan dari pemateri, dan aktif berinteraksi saat sesi tanya jawab berlangsung.

Rangkaian Edukasi Lingkungan Sekolah

Kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari rangkaian program sosialisasi sekolah yang berlangsung sepanjang pekan, 20–24 Juli 2026. Melalui pemahaman yang ditanamkan sejak dini, SD Marsudirini Pemuda Semarang berharap para siswa tidak hanya memiliki pengetahuan akademik yang baik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, siap membentengi diri, serta berani berkata “tidak” terhadap hal-hal yang berbahaya bagi masa depan mereka.

Jumat, 22 Mei 2026

Menginspirasi Lewat Rasa: Siswa Kelas 1 SD Marsudirini Pemuda Belajar Profesi Koki dan Kreasi Membuat Mie Goreng Bersama Orang Tua

SEMARANG – Suasana halaman SD Marsudirini Pemuda pada Kamis pagi, 22 Mei 2026, tampak berbeda dan jauh lebih meriah dari biasanya. Puluhan siswa kelas 1 yang mengenakan seragam olahraga bernuansa biru cerah berkumpul dan duduk rapi di area luar kelas. Bukan untuk berolahraga, melainkan untuk mengikuti kegiatan pembelajaran luar kelas (outdoor learning) yang edukatif sekaligus menggugah selera.

Kali ini, para siswa diajak untuk mengenal lebih dekat dunia profesi, dengan fokus utama pada profesi Koki (Chef). Demi memberikan pengalaman belajar yang nyata dan berkesan, pihak sekolah berkolaborasi aktif dengan melibatkan perwakilan orang tua siswa untuk menyukseskan agenda kreatif ini.

Menghadirkan Pengalaman Nyata di Luar Kelas

Pembelajaran mengenai pengenalan profesi merupakan bagian penting dari kurikulum untuk membuka wawasan anak sejak dini. Dibandingkan hanya melihat gambar di dalam buku teks, SD Marsudirini Pemuda memilih metode interaktif dengan membawa proses memasak langsung ke hadapan anak-anak.

Di bagian depan halaman, sebuah dapur terbuka dadakan telah disiapkan lengkap dengan meja, kompor gas, wajan besar, serta berbagai bahan makanan yang sudah dipotong rapi di dalam wadah-wadah transparan. Enam orang ibu perwakilan orang tua siswa tampil kompak sebagai "Koki Hari Ini", lengkap dengan celemek kuning dan sarung tangan higienis, siap mendemonstrasikan keahlian mereka.

Kegiatan dibuka dengan penjelasan interaktif dari guru pendamping yang memegang mikrofon, memperkenalkan apa itu profesi koki, apa saja tugasnya, hingga pentingnya menjaga kebersihan saat mengolah makanan. Salah satu momen menarik adalah ketika guru menunjukkan botol saus dan kecap sebagai salah satu "senjata rahasia" koki dalam menciptakan rasa masakan yang lezat.

Antusiasme Tinggi Saat Mengintip Rahasia Membuat Mie Goreng

Menu yang dipilih dalam praktik memasak kali ini adalah hidangan yang sangat akrab dan menjadi favorit anak-anak: Mie Goreng.

Begitu proses memasak dimulai, antusiasme anak-anak langsung memuncak. Pandangan mereka tak lepas dari wajan besar di depan. Mereka menyaksikan dengan saksama setiap tahapan memasak, mulai dari:

  • Mengenal bahan-bahan seperti mie, sayuran hijau, wortel, dan bumbu halus.

  • Melihat bagaimana bumbu ditumis hingga mengeluarkan aroma harum yang menggoda.

  • Menyaksikan teknik mengaduk (stir-frying) semua bahan di dalam wajan secara merata.

Asap tipis yang mengepul dari wajan ditambah aroma gurih yang merebak di udara halaman sekolah spontan memicu sorak-sorai ceria dari para siswa. Beberapa anak bahkan terlihat condong ke depan dan menjulurkan leher karena rasa penasaran yang begitu besar, sementara yang lain berbisik antusias kepada teman di sebelahnya tentang betapa tidak sabarnya mereka untuk mencicipi hasil masakan.

Sinergi Positif Antara Sekolah dan Orang Tua



Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari peran serta dan sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan orang tua murid. Keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran dinilai memberikan dampak psikologis yang positif bagi anak-anak, sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antar-komunitas sekolah.

"Melalui kegiatan outdoor learning ini, kami ingin anak-anak tidak hanya tahu nama profesinya, tetapi juga menghargai proses di balik sebuah pekerjaan. Kehadiran orang tua sebagai mentor memasak hari ini membuat suasana belajar jadi jauh lebih hangat, hidup, dan menyenangkan bagi anak-anak," ujar salah satu guru pendamping di sela-sela kegiatan.

Melalui pengalaman langsung ini, para siswa kelas 1 SD Marsudirini Pemuda diharapkan dapat memetik banyak pelajaran berharga—mulai dari kemandirian, mengenal nutrisi makanan sehat, hingga menumbuhkan rasa hormat terhadap setiap profesi, termasuk mereka yang bekerja keras di dapur untuk menyajikan makanan lezat setiap hari.

Kegiatan ditutup dengan keceriaan bersama, meninggalkan kesan mendalam dan cerita seru yang pastinya akan dibawa pulang oleh anak-anak ke rumah masing-masing. (Red)

Rabu, 04 Februari 2026

Menabur Kasih dalam Keterbatasan: Kunjungan Kasih SD Marsudirini ke Panti Asuhan Cacat Ganda Bhakti Asih

 


SEMARANG – Pada hari Rabu, 4 Februari 2026, suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti koridor Panti Asuhan Cacat Ganda (PACG) Bhakti Asih, Kota Semarang. Keluarga besar SD Marsudirini melakukan kunjungan sosial yang melibatkan para Suster, Kepala Sekolah, guru pendamping, serta perwakilan siswa-siswi.

Kunjungan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sebuah perjalanan spiritual dan edukasi karakter untuk mendekatkan anak-anak pada realitas kehidupan yang beragam, sekaligus membagikan kebahagiaan kepada saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus.

Misi Utama: Lebih dari Sekadar Berbagi

Tujuan utama dari kegiatan ini dirancang secara mendalam oleh pihak sekolah untuk menyentuh aspek kognitif dan afektif siswa, di antaranya:

  1. Penanaman Nilai Empati dan Kebersyukuran: Mengajak siswa untuk melihat langsung perjuangan hidup teman-teman di panti asuhan, sehingga muncul rasa syukur atas segala anugerah yang mereka miliki.
  2. Implementasi Pendidikan Karakter: Mewujudkan nilai-nilai dasar Marsudirini, yaitu kasih sayang tanpa pamrih kepada sesama, terutama mereka yang paling membutuhkan dan sering terlupakan.
  3. Membangun Inklusivitas Sejak Dini: Mengedukasi siswa bahwa keterbatasan fisik dan mental bukanlah penghalang untuk menjalin persaudaraan. Setiap manusia memiliki martabat yang sama di mata Tuhan.
  4. Dukungan Moril dan Material: Memberikan bantuan nyata berupa donasi dan kebutuhan pokok, serta dukungan semangat melalui kehadiran fisik dan interaksi langsung.

Momen Penuh Haru di Bhakti Asih

Rombongan tiba di lokasi disambut hangat oleh pengurus panti dan para penghuni. Para suster dan Kepala Sekolah mengawali kegiatan dengan doa bersama, memohon kesehatan dan kekuatan bagi para penghuni panti serta para perawat yang dengan sabar mendedikasikan hidup mereka di sana.

Momen paling menyentuh terlihat ketika siswa-siswi SD Marsudirini mulai berinteraksi. Meski awalnya tampak ragu, anak-anak segera mencair ketika melihat keceriaan penghuni panti saat diajak berkomunikasi.

Dukungan Penuh dari Sekolah

Ibu Veronika Sri Winarni, S.Pd selaku Kepala Sekolah SD Marsudirini menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari kurikulum kehidupan. Beliau berharap pengalaman ini akan membekas di hati para siswa hingga mereka dewasa nanti, menjadikan mereka pribadi yang peka terhadap isu sosial di sekitar mereka.

Kunjungan diakhiri dengan penyerahan simbolis bantuan hasil donasi dari seluruh orang tua murid dan warga sekolah. Hal ini menunjukkan sinergi yang luar biasa antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung aksi kemanusiaan.

Kunjungan ke PACG Bhakti Asih ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa di balik setiap keterbatasan, ada jiwa-jiwa hebat yang mengajarkan tentang arti ketabahan. SD Marsudirini berkomitmen untuk terus mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki "Hati yang Melayani."

Salam Marsudirini! Deus Providebit.

 


Selasa, 03 Februari 2026

Belajar Menjadi Pelaku Ekonomi: Siswa Kelas 6 SD Marsudirini Eksplorasi Pasar Prembaen



SEMARANG – Suasana pagi di kawasan Jalan Depok terasa lebih berwarna pada Selasa, 3 Februari 2026. Puluhan siswa kelas 6 SD Marsudirini Semarang tampak bersemangat menyusuri trotoar dengan berjalan kaki dari sekolah menuju salah satu pusat ekonomi tradisional ikonik di Kota Semarang, yakni Pasar Prembaen.

Kegiatan ini bukan sekadar jalan-jalan pagi biasa, melainkan agenda pembelajaran luar kelas (outdoor learning) untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan tema utama "Kegiatan Ekonomi di Masyarakat".

Persiapan dan Arahan Sebelum Beraksi

Sesampainya di gerbang pasar, rombongan berhenti sejenak untuk mendapatkan pengarahan dari guru pembimbing, Bp. Tomi Setiawan dan Bp. Rendi. Dalam arahannya, Pak Tomi menekankan pentingnya etika saat berinteraksi dengan pedagang.



"Pasar adalah laboratorium sosial yang nyata. Hari ini kalian bukan hanya belajar teori tentang distribusi atau konsumsi, tapi kalian mempraktikkannya langsung. Ingat, jaga sopan santun, gunakan bahasa yang baik, dan teliti sebelum membeli," pesan Pak Tomi kepada para siswa yang menyimak dengan saksama.

Praktik Jual Beli dan Seni Tawar-Menawar

Begitu memasuki area pasar, para siswa langsung dihadapkan pada hiruk-pikuk kegiatan ekonomi yang sesungguhnya. Berbekal uang saku yang telah ditentukan dan daftar belanjaan, anak-anak mulai menyebar ke berbagai lapak pedagang.


Momen menarik terjadi saat para siswa mencoba melakukan tawar-menawar. Dengan malu-malu namun gigih, mereka berusaha mendapatkan harga terbaik untuk cabai, bawang, sayuran, hingga bumbu dapur. Fenomena ini mengajarkan mereka bahwa dalam ekonomi, ada proses negosiasi untuk mencapai kesepakatan harga yang saling menguntungkan (simbiosis mutualisme) antara penjual dan pembeli.

Integrasi Matematika: Cermat Menghitung Kembalian

Selain belajar IPS, kegiatan ini secara otomatis melatih kemampuan Matematika siswa. Di setiap transaksi, anak-anak harus menghitung dengan cepat total belanjaan mereka dan memastikan uang kembalian yang diterima sudah tepat. Hal ini mengasah literasi numerasi mereka dalam situasi dunia nyata, yang jauh lebih menantang daripada sekadar mengerjakan soal di atas kertas.

 

Tujuan utama dari pembelajaran di Pasar Prembaen:

  1. Memahami Rantai Ekonomi Secara Realistis: Siswa dapat melihat langsung bagaimana barang (seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih yang terlihat di foto) berpindah dari produsen ke tangan pedagang hingga sampai ke konsumen.
  2. Melatih Keterampilan Komunikasi Interpersonal: Melalui interaksi dengan pedagang yang memiliki latar belakang beragam, siswa belajar cara berkomunikasi yang efektif dan persuasif saat melakukan proses tawar-menawar.
  3. Penerapan Literasi Finansial: Mengajarkan anak-anak cara mengelola uang, membuat keputusan pembelian yang bijak, dan ketelitian dalam menghitung nilai mata uang secara langsung.
  4. Menumbuhkan Kemandirian dan Keberanian: Mengajak siswa keluar dari zona nyaman kelas untuk berinteraksi dengan masyarakat umum, sehingga membangun kepercayaan diri dalam bersosialisasi.
  5. Mengenal Kearifan Lokal: Mengenalkan pasar tradisional sebagai pusat ekonomi kerakyatan yang perlu dijaga keberadaannya di tengah gempuran pasar modern.

 

Kegiatan diakhiri dengan evaluasi singkat di sekolah, di mana para siswa menceritakan pengalaman unik mereka saat bertransaksi. Diharapkan melalui pembelajaran bermakna ini, siswa kelas 6 SD Marsudirini tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tanggap dan terampil dalam menghadapi dinamika kehidupan ekonomi sehari-hari.

 

Selasa, 30 September 2025

SD Marsudirini Sambut Pahlawan Sains Nasional dengan Meriah: Fransisco Jordy Suryadinata Raih Juara 3 OSN Matematika



Semarang, 30 September 2025 – Suasana haru dan bangga menyelimuti halaman SD Marsudirini Jalan Pemuda No. 157 Semarang pagi ini. Seluruh warga sekolah, mulai dari guru, staf, 350  siswa, berkumpul untuk memberikan sambutan istimewa kepada salah satu siswa kebanggaan mereka, Fransisco Jordy Suryadinata. Jordy, sapaan akrabnya, baru saja kembali dengan membawa prestasi gemilang sebagai Juara 3 Olimpiade Sains Nasional (OSN) cabang Matematika tingkat Nasional.

Penyambutan pahlawan sains cilik ini berlangsung meriah dan penuh kekeluargaan. Tepat pukul 08.00 WIB, Jordy tiba di gerbang sekolah dan langsung disambut dengan arak-arakan. Ia diarak melintasi halaman sekolah dengan sorak sorai dan tepuk tangan riuh dari teman-temannya. Spanduk ucapan selamat yang dibentangkan oleh siswa lain menambah semarak acara penyambutan tersebut.

Puncak acara ditandai dengan pengalungan bunga oleh Ibu V. Sri Winarni S.Pd, selaku Kepala Sekolah SD Marsudirini. Pengalungan rangkaian bunga ini merupakan simbol apresiasi tertinggi dari keluarga besar sekolah atas dedikasi dan pencapaian Jordy di kancah nasional.

Kebanggaan Sekolah dan Harapan Masa Depan

Dalam sambutannya, Ibu V. Sri Winarni S.Pd tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya. "Hari ini adalah momen yang sangat membahagiakan dan mengharukan bagi kita semua. Fransisco Jordy telah membuktikan bahwa siswa SD Marsudirini mampu bersaing dan berprestasi di tingkat tertinggi, tingkat Nasional," ujarnya dengan suara bergetar.

Ibu Sri Winarni menambahkan, keberhasilan Jordy meraih Juara 3 OSN Matematika tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga menjadi inspirasi nyata bagi seluruh siswa untuk berani bermimpi besar dan bekerja keras. "Prestasi ini adalah hasil dari kerja keras Jordy, dukungan penuh orang tua, serta bimbingan dari Bapak dan Ibu guru. Kami bangga Jordy dapat membawa nama baik sekolah hingga ke tingkat nasional. Ini adalah bukti bahwa semangat belajar dan ketekunan pasti akan membuahkan hasil," tutupnya.

Pengakuan dan Kegembiraan Sang Juara

Fransisco Jordy Suryadinata, siswa berprestasi yang masih duduk di bangku sekolah dasar ini, tampak terharu dan gembira dengan sambutan hangat yang ia terima. Mengenakan kalung bunga, ia tersenyum lebar saat melambaikan tangan kepada teman-temannya.

"Saya sangat senang dan kaget melihat semua teman dan guru menyambut saya begini," kata Jordy dengan lugu. Ia mengaku tidak menyangka akan disambut semeriah ini. "Rasanya semua lelah selama belajar dan berkompetisi langsung hilang. Terima kasih banyak untuk semua dukungan. Saya janji akan terus belajar dan berusaha memberikan yang terbaik," tambahnya, disambut tepuk tangan meriah.

Prestasi yang diraih Jordy dalam OSN Matematika tingkat Nasional ini merupakan salah satu pencapaian tertinggi di bidang sains di jenjang pendidikan dasar. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi catatan manis bagi perjalanan akademik Jordy, tetapi juga menjadi tonggak sejarah penting bagi SD Marsudirini dalam mencetak generasi unggul yang siap bersaing secara global.

Sekolah berharap, kisah sukses Fransisco Jordy Suryadinata ini akan memotivasi lebih banyak siswa untuk mengembangkan minat dan bakat mereka, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga di berbagai kompetisi bergengsi lainnya.

 

Jumat, 18 Juli 2025

Sosialisasi Pencegahan Perundungan Warnai Hari Ke-4 MPLS SD Marsudirini Jl. Pemuda Semarang

 

Semarang, 17 Juli 2025 — Rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Marsudirini Jl. Pemuda Semarang terus berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Memasuki hari keempat, suasana di sekolah tampak berbeda dari biasanya. Aula SD Marsudirini tampak ramai oleh para siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 yang mengikuti kegiatan sosialisasi pencegahan perundungan yang menjadi agenda utama MPLS hari ini.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 17 Juli 2025 ini menghadirkan narasumber spesial, yaitu Ibu Tuvi Herlina, M.Psi, seorang psikolog yang juga merupakan orang tua dari Ethan Keiji Loetana, siswa kelas 3A SD Marsudirini. Keterlibatan orang tua sebagai narasumber memberikan warna tersendiri dan menciptakan suasana yang hangat dan akrab dalam kegiatan sosialisasi ini.

Sosialisasi dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 07.30 hingga 08.30 dan diikuti oleh siswa kelas 1 hingga kelas 3. Sementara itu, sesi kedua berlangsung pukul 09.00 hingga 10.30 dengan peserta dari kelas 4 hingga kelas 6. Setiap sesi dirancang agar sesuai dengan tingkat pemahaman dan usia siswa, sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik.

Dalam paparannya, Ibu Tuvi Herlina menjelaskan secara interaktif dan menyenangkan tentang apa itu perundungan (bullying), jenis-jenis perundungan, serta dampak buruk yang bisa ditimbulkan. Beliau juga memberikan tips praktis bagaimana anak-anak dapat mencegah dan menghadapi perundungan. Dengan gaya penyampaian yang ramah dan penuh empati, anak-anak tampak antusias mendengarkan dan aktif bertanya selama sesi berlangsung.


Ibu Tuvi Herlina, M.Psi memberikan materi pencegahan perundungan

“Saya senang bisa berbagi dengan anak-anak di SD Marsudirini. Pencegahan perundungan harus dimulai sejak dini. Anak-anak perlu tahu bahwa mereka berhak merasa aman dan dihargai di lingkungan sekolah,” ujar Ibu Tuvi saat ditemui seusai sesi pertama berlangsung.

Kepala SD Marsudirini, Ibu V. Sri Winarni, S.Pd., mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia juga menyambut gembira partisipasi orang tua dalam MPLS tahun ini. “Kami sangat mengapresiasi keterlibatan Ibu Tuvi Herlina dalam memberikan edukasi yang sangat penting bagi siswa kami. Ini menjadi bukti bahwa kerja sama antara sekolah dan orang tua merupakan kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak,” tuturnya.

Tak hanya menjadi ajang edukasi, kegiatan ini juga mempererat hubungan antarwarga sekolah. Guru, siswa, dan orang tua tampak saling mendukung dan bekerja sama demi tujuan bersama, yaitu mewujudkan sekolah yang bebas dari perundungan.


Kegiatan MPLS di SD Marsudirini Jl. Pemuda Semarang masih akan berlanjut hingga akhir pekan ini dengan berbagai agenda menarik lainnya yang tak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai positif sejak dini kepada seluruh siswa. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari semua pihak, SD Marsudirini terus berkomitmen menciptakan sekolah yang ramah anak dan penuh kasih. (Tri)

 

Rabu, 02 Juli 2025

Rapat Kerja SD Marsudirini Pemuda 2025: Wujud Komitmen Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Semarang, 4 Juli 2025 — SD Marsudirini Pemuda menggelar kegiatan Rapat Kerja (Raker) tahunan yang berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 30 Juni hingga 4 Juli 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang pertemuan sekolah dan diikuti oleh seluruh guru serta karyawan SD Marsudirini Pemuda. Raker tahun ini dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Ibu Veronika Sri Winarni, S.Pd, yang menekankan pentingnya perencanaan yang matang demi peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan di sekolah.

Hari pertama Raker diawali dengan kegiatan penyegaran rohani yang dipandu oleh Romo Didik. Dalam sesi ini, guru dan karyawan diajak untuk merenung dan memperdalam spiritualitas sebagai bekal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pendidik. 

Memasuki hari pertama, kegiatan Raker berfokus pada evaluasi program kerja tahun ajaran sebelumnya. Hari kedua guru dan karyawan menyusun rencana kerja untuk tahun ajaran 2025/2026. Setiap guru dan karyawan diberi kesempatan untuk memberikan masukan, saran, dan ide-ide inovatif demi kemajuan sekolah. Diskusi berjalan dengan aktif, terbuka, dan penuh semangat kebersamaan.


Ibu Veronika Sri Winarni, S.Pd menyampaikan bahwa Raker merupakan momen penting untuk menyatukan visi dan misi seluruh elemen sekolah. “Melalui Raker ini, kita bersama-sama menyusun langkah strategis untuk mencapai tujuan pendidikan. Kita ingin menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, aman, dan mendukung potensi setiap anak,” ujarnya.

Beberapa poin penting yang dibahas dalam Raker antara lain peningkatan mutu pembelajaran, penguatan pendidikan karakter, pengembangan kegiatan ekstrakurikuler, serta perencanaan kegiatan sekolah sepanjang tahun ajaran mendatang. Selain itu, juga dibahas mengenai penguatan tim kerja, peningkatan kompetensi guru, serta perbaikan sarana dan prasarana.

Dengan terselenggaranya Rapat Kerja ini, SD Marsudirini Pemuda menunjukkan kesiapannya dalam menghadapi tantangan pendidikan di era modern, sekaligus meneguhkan perannya sebagai lembaga pendidikan Katolik yang unggul dalam prestasi dan luhur dalam budi pekerti.

Selasa, 13 Mei 2025

Seluruh Siswa Kelas 6 SD Marsudirini Pemuda Mengikuti Ujian Akhir Tahun Pelajaran 2024/2025



Semarang – Seluruh siswa kelas 6 SD Marsudirini Pemuda mengikuti ujian akhir tahun yang dilaksanakan pada tanggal 13 hingga 18 Mei 2025. Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pendidikan sebagai evaluasi akhir sebelum para siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Ujian akhir tahun ini berlangsung dengan tertib dan lancar di lingkungan sekolah. Para siswa terlihat antusias dan penuh semangat dalam mengikuti setiap mata pelajaran yang diuji. Setiap hari, ujian dimulai pukul 07.30 pagi dan berakhir sekitar pukul 11.00 siang. Mata pelajaran yang diujikan meliputi Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Bahsa Jawa dan Pendidikan Agama.

Menurut Kepala Sekolah SD Marsudirini Pemuda, Ibu V Sri Winarni S.Pd, pelaksanaan ujian akhir tahun ini telah dipersiapkan dengan matang oleh seluruh pihak sekolah. "Kami memastikan bahwa seluruh siswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengikuti ujian dengan nyaman. Semua ruang kelas telah disterilkan sebelumnya dan pengawas ujian sudah mendapatkan pengarahan agar ujian berjalan dengan jujur dan tertib," ujarnya.

Selama ujian berlangsung, suasana di sekolah tampak tenang dan kondusif. Para guru bertugas sebagai pengawas ujian dan memastikan bahwa tidak ada kecurangan yang terjadi. Orang tua siswa juga turut mendukung kegiatan ini dengan memberikan motivasi kepada anak-anak mereka agar bisa menyelesaikan ujian dengan baik.

Salah satu siswa, Jenica, mengaku telah mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelum ujian. "Saya belajar setiap hari dan juga mengikuti les tambahan di rumah. Semoga hasilnya memuaskan dan saya bisa masuk ke SMP yang saya inginkan," ujarnya dengan semangat.

Di hari terakhir ujian, pihak sekolah memberikan apresiasi kepada seluruh siswa atas ketekunan dan kedisiplinan mereka selama proses ujian berlangsung. Ujian ini menjadi penentu kelulusan sekaligus bekal awal bagi para siswa untuk menghadapi dunia pendidikan yang lebih menantang di tingkat selanjutnya.

Dengan berakhirnya ujian akhir tahun ini, SD Marsudirini Pemuda berharap seluruh siswa kelas 6 dapat lulus dengan hasil yang memuaskan serta melanjutkan pendidikan dengan semangat belajar yang tinggi. (Fxit)

Senin, 14 April 2025

Semangat Kedisiplinan Berkobar di Upacara Bendera SD Marsudirini

 

Semarang, Jawa Tengah – Suasana khidmat dan penuh semangat mewarnai halaman Sekolah Dasar (SD) Marsudirini pada Senin pagi, 14 April 2025. Seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, didampingi oleh para guru dan karyawan sekolah, berkumpul untuk mengikuti upacara bendera mingguan. Kegiatan rutin yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kedisiplinan ini berlangsung lancar di bawah langit Semarang yang cerah.


Upacara yang dimulai tepat pukul 07.00 WIB ini dipimpin oleh petugas upacara yang terdiri dari siswa-siswi kelas VI. Mereka menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, mulai dari pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, hingga pembacaan doa. Kekompakan dan ketertiban barisan siswa mencerminkan kedisiplinan yang telah ditanamkan di lingkungan sekolah.

Sorotan utama dalam upacara kali ini adalah amanat yang disampaikan oleh Bapak Tomi Setiawan S.Pd, salah seorang guru kelas 6 yang bertugas sebagai pembina upacara. Dengan suara yang lantang dan penuh semangat, Bapak Tomi menyampaikan amanat yang bertemakan tentang pentingnya kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi para siswa sebagai generasi penerus bangsa.

Dalam amanatnya, Bapak Tomi menekankan bahwa kedisiplinan bukanlah hal yang sulit untuk diterapkan, melainkan sebuah kebiasaan baik yang perlu dilatih sejak usia dini. Beliau menjelaskan bahwa kedisiplinan tidak hanya terbatas pada kepatuhan terhadap peraturan sekolah, tetapi juga mencakup aspek yang lebih luas, seperti disiplin dalam belajar, disiplin dalam mengatur waktu, disiplin dalam menjaga kebersihan, dan disiplin dalam menghargai orang lain.

"Kedisiplinan adalah kunci keberhasilan dalam segala hal. Tanpa kedisiplinan, impian dan cita-cita akan sulit untuk diraih," ujar Bapak Tomi dengan penuh keyakinan. Beliau juga menambahkan bahwa lingkungan keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan pada anak-anak. "Kedisiplinan dimulai dari hal-hal kecil di rumah, seperti bangun pagi tepat waktu, membantu orang tua, dan mengerjakan tugas sekolah dengan sungguh-sungguh," lanjutnya.



Lebih lanjut, Bapak Tomi memaparkan berbagai manfaat yang akan didapatkan jika seseorang memiliki kedisiplinan sejak dini. Beberapa manfaat tersebut antara lain meningkatkan prestasi belajar, membentuk karakter yang kuat dan bertanggung jawab, melatih kemandirian, serta menciptakan lingkungan yang tertib dan kondusif. Beliau berharap agar seluruh siswa SD Marsudirini dapat memahami dan mengamalkan nilai-nilai kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat.

"Saya berharap, melalui upacara bendera pada hari ini, kita semua semakin menyadari betapa pentingnya kedisiplinan. Mari kita jadikan kedisiplinan sebagai bagian dari diri kita, sebagai bekal untuk meraih masa depan yang gemilang," pungkas Bapak Tomi di akhir amanatnya.

Kepala Sekolah SD Marsudirini, Ibu Veronica Sri Winarni, S.Pd., yang turut hadir dalam upacara tersebut, menyampaikan apresiasinya atas kelancaran pelaksanaan upacara dan pesan yang disampaikan oleh Bapak Tomi. Beliau berharap agar amanat tentang kedisiplinan tersebut dapat diresapi dan diimplementasikan oleh seluruh warga sekolah.

"Upacara bendera bukan hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi juga merupakanMomentum penting untuk menanamkan nilai-nilai luhur kepada anak-anak. Tema kedisiplinan yang kita usung hari ini sangat relevan dengan upaya kita untuk membentuk karakter siswa yang unggul dan berakhlak mulia," tutur Ibu Veronica Sri Winarni

Kegiatan upacara bendera di SD Marsudirini pagi itu berjalan dengan khidmat dan tertib hingga selesai. Cuaca cerah semakin menambah semangat para siswa dan guru dalam mengikuti setiap rangkaian acara. Setelah upacara selesai, para siswa kembali ke kelas masing-masing untuk memulai kegiatan belajar mengajar dengan semangat baru dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih disiplin. Upacara bendera kali ini diharapkan dapat menjadi pengingat yang kuat bagi seluruh warga SD Marsudirini akan pentingnya kedisiplinan sebagai landasan untuk meraih kesuksesan di masa depan. (FX)

Jumat, 28 Maret 2025

Siswa SD Marsudirini Antusias Belajar Matematika dengan Praktik Menimbang

 Semarang — Kamis, 27 Maret 2025, suasana ruang kelas tiga SD Marsudirini Jl. Pemuda Semarang tampak berbeda dari biasanya. Sebanyak 20 siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan pembelajaran matematika dengan materi "Pengukuran Berat" yang dipandu oleh Ibu Veronica Sri Winarni, S.Pd. Kegiatan pembelajaran kali ini terasa istimewa karena siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga melakukan praktik langsung dengan alat ukur timbangan.



Dalam kegiatan pembelajaran tersebut, siswa dibagi menjadi empat kelompok secara merata. Setiap kelompok telah ditugaskan untuk membawa timbangan dan berbagai jenis buah, serta benda-benda di sekitar sebagai objek pengukuran. Persiapan yang matang membuat kegiatan berlangsung lancar dan penuh semangat. Para siswa tampak ceria dan bersemangat saat mulai menimbang buah-buahan yang telah mereka bawa.

Ibu Veronica Sri Winarni, selaku guru pengampu sekaligus Kepala Sekolah SD Marsudirini, menjelaskan bahwa pembelajaran dengan metode praktik seperti ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep berat secara langsung. “Dengan praktik langsung, siswa dapat lebih mudah memahami konsep berat benda dan perbandingan satuan kilogram serta gram. Selain itu, kegiatan ini juga melatih keterampilan numerasi mereka,” ujar Ibu Veronica Sri Winarni, S.Pd.

Dalam proses pembelajaran, masing-masing kelompok secara bergantian menimbang buah-buahan seperti pear, buah naga. Siswa mencatat hasil timbangan dan membandingkannya dengan perkiraan awal. Terlihat senyum bahagia dan rasa puas ketika hasil timbangan sesuai dengan prediksi mereka. Tak hanya itu, mereka juga diajarkan cara menghitung total berat dari beberapa buah sekaligus, sehingga keterampilan berhitung mereka semakin terasah.

Salah satu siswa, Casey mengaku sangat senang dengan kegiatan ini. “Seru sekali bisa belajar sambil praktik menimbang buah. Jadi lebih paham cara menghitung berat dan membandingkannya. Kalau hanya teori saja kadang bingung, tapi kalau praktik begini jadi lebih mengerti,” ujarnya dengan semangat.

Kegiatan pembelajaran ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pemahaman matematika, tetapi juga melatih kerja sama dan kekompakan antaranggota kelompok. Para siswa terlihat saling membantu dan berdiskusi saat menentukan cara menimbang dan mencatat hasilnya.

Kepala Sekolah SD Marsudirini, Veronika Sri Winarni S.Pd., menyampaikan bahwa pembelajaran berbasis praktik sangat penting dalam meningkatkan pemahaman konsep secara mendalam. “Kami selalu mendorong para guru untuk mengembangkan metode pembelajaran kreatif dan interaktif seperti ini. Melalui kegiatan nyata, siswa dapat belajar dengan cara yang lebih menyenangkan dan efektif,” tutur Ibu Veronica Sri Winarni.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya menguasai materi matematika tentang pengukuran berat, tetapi juga memiliki pengalaman langsung yang dapat memperkaya pemahaman mereka. Antusiasme dan keceriaan yang terpancar dari wajah para siswa membuktikan bahwa pembelajaran tidak hanya dapat dilakukan dengan duduk dan mendengarkan, tetapi juga dengan praktik langsung yang menyenangkan. (Fx)

Selasa, 25 Februari 2025

SD Marsudirini Semarang: Siswa Kelas 4 Berkreasi Membuat Bangun Datar Segi Beraturan dari Sedotan



Semarang - Suasana ceria dan penuh semangat tampak di ruang kelas 4 SD Marsudirini Semarang pada hari 25 Februari 2025. Sejumlah 26  siswa kelas 4A terlihat asyik dengan alat dan bahan yang mereka bawa dari rumah, yaitu sedotan, kertas asturo, dan benang/tali. Hari itu, mereka akan berkreasi membuat berbagai bentuk bangun datar segi beraturan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran matematika tentang bangun datar. Ibu Bernadeth, guru kelas 4, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep segi banyak beraturan secara langsung dan menyenangkan.


"Dengan praktik langsung, siswa dapat lebih memahami karakteristik bangun datar segi beraturan, seperti panjang sisi dan besar sudut yang sama," ujar Ibu Bernadeth.

Sebelum memulai kegiatan, Ibu Bernadeth memberikan penjelasan singkat tentang jenis-jenis bangun datar segi beraturan, seperti segitiga sama sisi, persegi, segi lima beraturan, dan segi delapan beraturan. Siswa kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok dan mulai berkreasi.

Dengan menggunakan gunting, siswa memotong sedotan menjadi beberapa bagian dengan ukuran yang sama. Mereka kemudian menyusun potongan sedotan tersebut menjadi berbagai bentuk bangun datar segi beraturan. Beberapa siswa terlihat berhati-hati saat menyusun sedotan agar membentuk bangun datar yang sempurna.

Setelah selesai menyusun, siswa menempelkan bangun datar dari sedotan tersebut di atas kertas asturo. Mereka juga menambahkan hiasan dengan benang/tali agar hasil karya mereka terlihat lebih menarik. "Saya senang sekali bisa membuat bangun datar dari sedotan. Ternyata membuat persegi itu tidak sulit," kata Viani. 

"Saya juga senang bisa bekerja sama dengan teman-teman. Hasil karya kelompok kami bagus sekali," timpal Davin.

Ibu Bernadeth mengaku senang melihat antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan ini. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan minat siswa terhadap matematika dan membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. "Kegiatan ini juga melatih kreativitas dan keterampilan motorik siswa. Selain itu, mereka juga belajar bekerja sama dalam kelompok," tambah Ibu Bernadeth.

Kegiatan membuat bangun datar segi beraturan dari sedotan ini merupakan salah satu contoh pembelajaran yang kreatif dan inovatif di SD Marsudirini Semarang. Sekolah ini berkomitmen untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa. (BDwi)