SEMARANG – Suasana pagi di kawasan Jalan Depok terasa lebih berwarna pada Selasa, 3 Februari 2026. Puluhan siswa kelas 6 SD Marsudirini Semarang tampak bersemangat menyusuri trotoar dengan berjalan kaki dari sekolah menuju salah satu pusat ekonomi tradisional ikonik di Kota Semarang, yakni Pasar Prembaen.
Kegiatan ini bukan sekadar jalan-jalan pagi biasa,
melainkan agenda pembelajaran luar kelas (outdoor learning) untuk mata
pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan tema utama "Kegiatan
Ekonomi di Masyarakat".
Persiapan dan Arahan Sebelum Beraksi
Sesampainya di gerbang pasar, rombongan berhenti sejenak
untuk mendapatkan pengarahan dari guru pembimbing, Bp. Tomi Setiawan dan Bp.
Rendi. Dalam arahannya, Pak Tomi menekankan pentingnya etika saat berinteraksi
dengan pedagang.
"Pasar adalah laboratorium sosial yang nyata. Hari ini
kalian bukan hanya belajar teori tentang distribusi atau konsumsi, tapi kalian
mempraktikkannya langsung. Ingat, jaga sopan santun, gunakan bahasa yang baik,
dan teliti sebelum membeli," pesan Pak Tomi kepada para siswa yang
menyimak dengan saksama.
Praktik Jual Beli dan Seni Tawar-Menawar
Begitu memasuki area pasar, para siswa langsung dihadapkan
pada hiruk-pikuk kegiatan ekonomi yang sesungguhnya. Berbekal uang saku yang
telah ditentukan dan daftar belanjaan, anak-anak mulai menyebar ke berbagai
lapak pedagang.
Momen menarik terjadi saat para siswa mencoba melakukan tawar-menawar.
Dengan malu-malu namun gigih, mereka berusaha mendapatkan harga terbaik untuk
cabai, bawang, sayuran, hingga bumbu dapur. Fenomena ini mengajarkan mereka
bahwa dalam ekonomi, ada proses negosiasi untuk mencapai kesepakatan harga yang
saling menguntungkan (simbiosis mutualisme) antara penjual dan pembeli.
Integrasi Matematika: Cermat Menghitung Kembalian
Selain belajar IPS, kegiatan ini secara otomatis melatih
kemampuan Matematika siswa. Di setiap transaksi, anak-anak harus menghitung
dengan cepat total belanjaan mereka dan memastikan uang kembalian yang diterima
sudah tepat. Hal ini mengasah literasi numerasi mereka dalam situasi dunia
nyata, yang jauh lebih menantang daripada sekadar mengerjakan soal di atas
kertas.
Tujuan utama dari pembelajaran di Pasar Prembaen:
- Memahami
Rantai Ekonomi Secara Realistis: Siswa dapat melihat
langsung bagaimana barang (seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih
yang terlihat di foto) berpindah dari produsen ke tangan pedagang hingga
sampai ke konsumen.
- Melatih
Keterampilan Komunikasi Interpersonal: Melalui interaksi
dengan pedagang yang memiliki latar belakang beragam, siswa belajar cara
berkomunikasi yang efektif dan persuasif saat melakukan proses
tawar-menawar.
- Penerapan
Literasi Finansial: Mengajarkan anak-anak cara mengelola
uang, membuat keputusan pembelian yang bijak, dan ketelitian dalam
menghitung nilai mata uang secara langsung.
- Menumbuhkan
Kemandirian dan Keberanian: Mengajak siswa keluar
dari zona nyaman kelas untuk berinteraksi dengan masyarakat umum, sehingga
membangun kepercayaan diri dalam bersosialisasi.
- Mengenal
Kearifan Lokal: Mengenalkan pasar tradisional sebagai
pusat ekonomi kerakyatan yang perlu dijaga keberadaannya di tengah
gempuran pasar modern.
Kegiatan diakhiri dengan evaluasi singkat di sekolah, di
mana para siswa menceritakan pengalaman unik mereka saat bertransaksi.
Diharapkan melalui pembelajaran bermakna ini, siswa kelas 6 SD Marsudirini
tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tanggap dan terampil dalam
menghadapi dinamika kehidupan ekonomi sehari-hari.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar