> DIBUKA PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) UNTUK TAHUN PELAJARAN 2026-2027 , INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI WHATSAPP SEKOLAH 08112921157 >>> SELAMAT DAN SUKSES KEPADA FRANSISCO JORDY YANG TELAH MENDAPAT JUARA 3 CABANG MATEMATIKA TINGKAT SD/MI/SEDERAJAT OLIMPIADE SAINS NASIONAL TINGKAT NASIONAL >>>SELAMAT TAHUN BARU 2026 >>> KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DIMULAI 13 JANUARI 2026 >>> FOLLOW, LIKE DAN COMMENT AKUN MEDIA SOSIAL SD MARSUDIRINI >>> INSTAGRAM @SDMARSUDIRINIPEMUDA >>> TIKTOK @SDMARSUDIRINI "

Selasa, 03 Februari 2026

Belajar Menjadi Pelaku Ekonomi: Siswa Kelas 6 SD Marsudirini Eksplorasi Pasar Prembaen



SEMARANG – Suasana pagi di kawasan Jalan Depok terasa lebih berwarna pada Selasa, 3 Februari 2026. Puluhan siswa kelas 6 SD Marsudirini Semarang tampak bersemangat menyusuri trotoar dengan berjalan kaki dari sekolah menuju salah satu pusat ekonomi tradisional ikonik di Kota Semarang, yakni Pasar Prembaen.

Kegiatan ini bukan sekadar jalan-jalan pagi biasa, melainkan agenda pembelajaran luar kelas (outdoor learning) untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan tema utama "Kegiatan Ekonomi di Masyarakat".

Persiapan dan Arahan Sebelum Beraksi

Sesampainya di gerbang pasar, rombongan berhenti sejenak untuk mendapatkan pengarahan dari guru pembimbing, Bp. Tomi Setiawan dan Bp. Rendi. Dalam arahannya, Pak Tomi menekankan pentingnya etika saat berinteraksi dengan pedagang.



"Pasar adalah laboratorium sosial yang nyata. Hari ini kalian bukan hanya belajar teori tentang distribusi atau konsumsi, tapi kalian mempraktikkannya langsung. Ingat, jaga sopan santun, gunakan bahasa yang baik, dan teliti sebelum membeli," pesan Pak Tomi kepada para siswa yang menyimak dengan saksama.

Praktik Jual Beli dan Seni Tawar-Menawar

Begitu memasuki area pasar, para siswa langsung dihadapkan pada hiruk-pikuk kegiatan ekonomi yang sesungguhnya. Berbekal uang saku yang telah ditentukan dan daftar belanjaan, anak-anak mulai menyebar ke berbagai lapak pedagang.


Momen menarik terjadi saat para siswa mencoba melakukan tawar-menawar. Dengan malu-malu namun gigih, mereka berusaha mendapatkan harga terbaik untuk cabai, bawang, sayuran, hingga bumbu dapur. Fenomena ini mengajarkan mereka bahwa dalam ekonomi, ada proses negosiasi untuk mencapai kesepakatan harga yang saling menguntungkan (simbiosis mutualisme) antara penjual dan pembeli.

Integrasi Matematika: Cermat Menghitung Kembalian

Selain belajar IPS, kegiatan ini secara otomatis melatih kemampuan Matematika siswa. Di setiap transaksi, anak-anak harus menghitung dengan cepat total belanjaan mereka dan memastikan uang kembalian yang diterima sudah tepat. Hal ini mengasah literasi numerasi mereka dalam situasi dunia nyata, yang jauh lebih menantang daripada sekadar mengerjakan soal di atas kertas.

 

Tujuan utama dari pembelajaran di Pasar Prembaen:

  1. Memahami Rantai Ekonomi Secara Realistis: Siswa dapat melihat langsung bagaimana barang (seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih yang terlihat di foto) berpindah dari produsen ke tangan pedagang hingga sampai ke konsumen.
  2. Melatih Keterampilan Komunikasi Interpersonal: Melalui interaksi dengan pedagang yang memiliki latar belakang beragam, siswa belajar cara berkomunikasi yang efektif dan persuasif saat melakukan proses tawar-menawar.
  3. Penerapan Literasi Finansial: Mengajarkan anak-anak cara mengelola uang, membuat keputusan pembelian yang bijak, dan ketelitian dalam menghitung nilai mata uang secara langsung.
  4. Menumbuhkan Kemandirian dan Keberanian: Mengajak siswa keluar dari zona nyaman kelas untuk berinteraksi dengan masyarakat umum, sehingga membangun kepercayaan diri dalam bersosialisasi.
  5. Mengenal Kearifan Lokal: Mengenalkan pasar tradisional sebagai pusat ekonomi kerakyatan yang perlu dijaga keberadaannya di tengah gempuran pasar modern.

 

Kegiatan diakhiri dengan evaluasi singkat di sekolah, di mana para siswa menceritakan pengalaman unik mereka saat bertransaksi. Diharapkan melalui pembelajaran bermakna ini, siswa kelas 6 SD Marsudirini tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tanggap dan terampil dalam menghadapi dinamika kehidupan ekonomi sehari-hari.

 

Tidak ada komentar: