> INFORMASI SUDAH DIBUKA PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU UNTUK TAHUN PELAJARAN 2027-2028. INFORMASI LEBIH LANJUT HUBUNGI 0811 2921 157 >>> MARI BERGABUNG DALAM TRIAL CLASS HARI SABTU, 5 SEPTEMBER 2026, PADA PUKUL 08.00 - 10.30, DI SD MARSUDIRINI PEMUDA SEMARANG >>> FOLLOW, LIKE DAN COMMENT AKUN MEDIA SOSIAL SD MARSUDIRINI >>> INSTAGRAM @SDMARSUDIRINIPEMUDA >>> TIKTOK @SDMARSUDIRINI "
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Maret 2025

SD Marsudirini Pemuda Gencarkan Literasi Digital Melalui Ekstrakurikuler Jurnalistik: Siswa Belajar Membuat Konten Media Sosial

 


Semarang, 24 Maret 2025 - Semangat literasi digital terus berkobar di SD Marsudirini Pemuda. Sebanyak 12 siswa antusias mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Jurnalistik dengan materi yang relevan dengan perkembangan zaman, yaitu "Membuat Konten di Media Sosial". Kegiatan ini dipandu oleh Bapak Fransiscus Xaverius Iskin Triyanto, atau yang akrab disapa Pak Tri, seorang guru kelas yang juga merupakan penanggung jawab media sosial sekolah.

Dalam era digital yang serba cepat ini, kemampuan membuat konten media sosial menjadi keterampilan yang sangat penting. SD Marsudirini Pemuda menyadari hal ini dan berupaya membekali siswanya dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi pengguna media sosial yang cerdas dan kreatif.



"Media sosial saat ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk memahami bagaimana cara menggunakan media sosial dengan baik dan benar, serta mampu membuat konten yang positif dan bermanfaat," ujar Pak Tri.

Dengan sabar dan penuh perhatian, Pak Tri menjelaskan langkah-langkah dalam membuat konten media sosial yang menarik dan informatif. Ia juga memperkenalkan berbagai peralatan yang dibutuhkan, seperti kamera, mikrofon, dan aplikasi pengeditan video.

"Membuat konten media sosial itu tidak sulit, asalkan kita tahu caranya. Yang terpenting adalah konten yang kita buat harus bermanfaat dan tidak melanggar etika," jelas Pak Tri kepada para siswa.

Setelah mendengarkan penjelasan dari Pak Tri, para siswa langsung mempraktikkan pembuatan konten sederhana. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberikan tugas untuk membuat konten tentang kegiatan di sekolah. Ada yang membuat video tentang kegiatan belajar di kelas, ada yang membuat foto-foto kegiatan ekstrakurikuler, dan ada juga yang membuat infografis tentang profil sekolah.

Para siswa terlihat sangat antusias dan kreatif dalam membuat konten. Mereka saling bertukar ide dan membantu satu sama lain. Pak Tri juga memberikan bimbingan dan arahan kepada setiap kelompok.

"Kegiatan ini sangat menyenangkan. Saya jadi tahu bagaimana cara membuat video dan foto yang bagus," ujar Jenica Fong.

Kegiatan ekstrakurikuler Jurnalistik ini merupakan salah satu upaya SD Marsudirini Pemuda dalam meningkatkan literasi digital siswa. Selain belajar membuat konten media sosial, siswa juga belajar tentang jurnalistik dasar, seperti menulis berita, membuat laporan, dan mewawancarai narasumber.

"Kami berharap, melalui kegiatan ekstrakurikuler ini, siswa dapat mengembangkan kemampuan literasi digital mereka dan menjadi generasi muda yang cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial," pungkas Pak Tri.

Kegiatan ekstrakurikuler Jurnalistik ini mendapat apresiasi dari orang tua siswa. Mereka menilai bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi perkembangan anak-anak.

"Saya senang anak saya ikut ekstrakurikuler Jurnalistik. Dia jadi lebih kreatif dan percaya diri," ujar salah satu orang tua siswa.

SD Marsudirini Pemuda berkomitmen untuk terus mengembangkan program ekstrakurikuler yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan siswa. Sekolah ini juga berencana untuk mengadakan pelatihan jurnalistik bagi guru-guru agar mereka dapat membimbing siswa dengan lebih baik.

Dengan semangat literasi digital yang tinggi, SD Marsudirini Pemuda optimis dapat menghasilkan generasi muda yang cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.

 

Senin, 10 Februari 2025

Semangat Jurnalistik Membara di Ekstrakurikuler SD Marsudirini



Semarang, 10 Februari 2025 - Ruang kelas SD Marsudirini Jl. Pemuda Semarang dipenuhi semangat para siswa-siswi yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik. Setiap Senin, pukul 13.15 hingga 14.45 WIB, mereka berkumpul untuk mempelajari seluk beluk dunia jurnalistik.

Pada pertemuan Senin (10/2), Bp. Fransiscus Xaverius Iskin Triyanto, atau yang akrab disapa Pak Tri, membimbing siswa-siswi untuk belajar membuat berita. Pak Tri dengan penuh semangat menjelaskan teknik-teknik dasar penulisan berita, mulai dari menentukan topik yang menarik, mengumpulkan informasi, hingga menyusun berita dengan struktur yang baik dan benar.

Suasana belajar semakin hidup karena siswa-siswi diperbolehkan menggunakan smartphone atau gadget untuk mencari dan melihat contoh-contoh berita. Tidak hanya mendengarkan materi, mereka juga langsung mempraktikkan cara membuat berita. Antusiasme siswa-siswi dalam menulis sungguh luar biasa. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, dan saling berbagi ide untuk menghasilkan berita yang informatif dan menarik.

"Kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik ini bertujuan untuk mengenalkan dunia jurnalistik sejak dini kepada siswa-siswi," ujar Pak Tri. "Selain itu, kegiatan ini juga bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis siswa-siswi."

Melalui kegiatan ini, SD Marsudirini berharap dapat menumbuhkan minat dan bakat siswa-siswi di bidang jurnalistik. Siapa tahu, kelak akan muncul jurnalis-jurnalis handal dari SD Marsudirini yang siap menyampaikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi masyarakat.

Senin, 20 Januari 2025

Smartphone Sebagai Alat bantu Belajar Jurnalistik Praktis, Efesien, dan Kreatif

Beberapa siswa sedang membuat artikel berita dengan smartphonenya


Ekstrakurikuler Jurnalistik di SD Marsudirini Jl. Pemuda Semarang tengah menjadi sorotan. Tidak hanya melatih siswa dalam menulis berita dan melakukan wawancara, kegiatan ini juga membekali siswa dengan keterampilan digital yang sangat dibutuhkan di era modern.

Dengan memanfaatkan teknologi smartphone, siswa diajarkan cara membuat konten berita yang menarik dan informatif. Mulai dari pengambilan gambar  hingga editing dan penyuntingan menggunakan aplikasi yang mudah diakses.

"Smartphone itu seperti studio mini bagi kami," ujar Nadine salah satu anggota ekstrakurikuler. "Kami bisa langsung merekam peristiwa, mengedit, dan membagikannya ke media sosial. Ini sangat membantu kami untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi."


Kegiatan ekstrakurikuler ini juga mengajak siswa untuk membuat konten yang relevan. Mereka belajar untuk berpikir kritis, mencari sumber informasi yang valid, dan menyajikan berita secara objektif.

"Tujuan kami adalah mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga kreatif dan mampu memanfaatkan teknologi untuk kebaikan," ujar FX Iskin Triyanto. "Dengan mengikuti ekstrakurikuler Jurnalistik, siswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan dan menyebarkan informasi yang positif."

Jumat, 24 Mei 2024

Siswa-Siswi SD Marsudirini Tuang Eco Enzyme di Kali Semarang

 

Sr M. Agatha, OSF, S.Pd selaku Kepala SD Marsudirini, Dwi Ratna Nugraini, SE, MM selaku Lurah Kelurahan Sekayu, bersama siswa siswi SD Marsudirini menuangkan Eco Enzyme di sungai. (Foto: Kimberley-Tim Jurnalistik SD Marsudirini)

Semarang, 24 Mei 2024 Sr M. Agatha, OSF, S.Pd selaku Kepala SD Marsudirini , Dwi Ratna Nugraini, SE, MM selaku Ibu Lurah Kelurahan Sekayu, kecamatan Semarang Tengah dan siswa-siswi kelas IV dan V menuangkan Eco Enzyme di Kali Semarang.

Sebelumnya pada bulan Oktober 2023 mereka membuat eco enzyme pada kegiatan P5. Anak-anak kelas IV dan V membawa ke sekolah sampah berupa kulit buah yang masih segar dan gula jawa. Lalu mereka mencuci kulit buah yang masih segar dengan bersih. Setelah bersih mereka memotong kecil-kecil agar kulit buah itu bisa masuk dalam botol Lemineral bekas. Setelah dipotong-potong dimasukan ke dalam botol bersama gula jawa dengan ukuran ditentukan.

Beberapa hari lalu tepatnya pada tanggal 3 Mei 2024, anak-anak mulai panen Eco Enzyme. Mereka di bagi kelompok dan diberi tugas.Tugas pertama, mereka menuangkan eco enzyme kemudian menyaring . Setelah disaring cairan itu dimasukan kedalam botol minenal yang bersih, untuk ampasnya dibuat bantal eco enzyme. Cara membuat bantal Eco Enzyme dengan memblender ampas kemudian memasukan ke plastik lalu dipress. Anak-anak sangat bersemangat menuangkan cairan Eco Enzyme ke botol dan memasukan ampas yang sudah diblender ke plastik.

Menuangkan Eco Enzyme ke Sungai

Setelah istirahat pertama, anak-anak kelas IV dan V berkumpul di halaman. Mereka duduk bersama untuk mendengarkan penjelasan Bu Vero tentang manfaat Eco Enzyme. Cairan eco enzyme mulai digunakan sebagai cara untuk membersihkan sungai . Eco enzyme dipercaya mampu mengurai limbah rumah tangga hingga industri yang berdampak buruk bagi kelestarian hidup di sungai.

“Eco enzyme dipercaya mampu mengurai limbah rumah tangga hingga industri yang berdampak buruk bagi kelestarian hidup di sungai” Kata Bu Veronika Siti Rokhani selaku guru kelas V SD Marsudirini kepada anak-anak.

“Eco enzyme atau yang dikenal dengan enzim sampah diklaim merupakan cairan serbaguna yang dihasilkan dari hasil fermentasi sampah organik. Eco enzyme adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah, atau gula tebu), dan air.” Tambah Ibu Veronika Siti Rokhani.

Setelah mendengarkan penjelasan tentang Eco Enzyme, anak-anak dibagikan 2 botol Eco Enzyme. Kemudian mereka bersama-sama menuju sungai. Setelah sampai di sungai Ibu Lurah sudah menunggu di pinggir sungai samping Lawang Sewu. Sesampainya di tempat yang dituju, Suster M Agatha , Ibu Lurah dan bersama seluruh siswa menuangkan eco enzyme ke Kali Semarang.

Kelebihan lain yang dihasilkan dari eco enzyme adalah membantu siklus alam seperti memudahkan pertumbuhan tanaman (sebagai fertilizer), mengobati tanah, dan juga membersihkan air yang tercemar. Karena natural dan bebas dari bahan kimia, eco enzyme mudah terurai, serta tidak berbahaya bagi manusia dan lingkungan.

Eco enzyme memiliki sifat disinfektan karena mengandung alkohol dan atau asam asetat. Alkohol dan atau asam asetat diproduksi oleh proses metabolisme bakteri yang secara alami terdapat pada sisa buah atau sayuran.



Senin, 20 Mei 2024

Manfaatkan Saluran Whatsapp untuk Memberikan Informasi Sekolah

 



Dalam era digital yang terus berkembang pesat, banyak perusahaan dan instansi termasuk SD Marsudirini mengintegrasikan WhatsApp ke dalam strategi promosi sekolah dan layanan.

WhatsApp, sebagai platform komunikasi instan yang populer, bukan hanya digunakan untuk berkomunikasi antar individu, aplikasi yang dimiliki perusahaan Meta itu juga memiliki potensi besar sebagai alat yang efektif untuk memberikan informasi.

Pada tanggal 20 Mei 2024 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, tim humas dan publikasi SD Marsudirini Pemuda membuat saluran Whatsapp yang memiliki tujuan memberikan informasi dan kegiatan terbaru SD Marsudirini.

Salah satu alasan tim humas dan publikasi menggunakan saluran Whatsapp karena semua orang tua murid menggunakan media sosial seperti Instagram, facebook tetapi rata-rata menggunakan Whatsapp. Biasanya sekolah memberikan informasi untuk orang tua dikirim melalui group Whatsapp (WAG) lewat guru kelas.

Sebagai responnya, pengikut dapat menunjukkan minat mereka terhadap konten saluran dengan reaksi emoji di informasi saluran yang dibagikan atau memberikan suara ke polling.

Link Saluran Whatsapp SD Marsudirini https://whatsapp.com/channel/0029Vaf2VR29sBIHyWS6Nf3d.