> DIBUKA PPDB TAHUN PELAJARAN 2024-2025 , INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI WHATSAPP SEKOLAH 08112921157 >>> PENGUMUMAN KELAS VI DIADAKAN PADA 10 JUNI 2024 >>> SEPEKAN LAGI PANEN KARYA DAN TUTUP TAHUN

Jumat, 24 Mei 2024

Siswa-Siswi SD Marsudirini Tuang Eco Enzyme di Kali Semarang

 

Sr M. Agatha, OSF, S.Pd selaku Kepala SD Marsudirini, Dwi Ratna Nugraini, SE, MM selaku Lurah Kelurahan Sekayu, bersama siswa siswi SD Marsudirini menuangkan Eco Enzyme di sungai. (Foto: Kimberley-Tim Jurnalistik SD Marsudirini)

Semarang, 24 Mei 2024 Sr M. Agatha, OSF, S.Pd selaku Kepala SD Marsudirini , Dwi Ratna Nugraini, SE, MM selaku Ibu Lurah Kelurahan Sekayu, kecamatan Semarang Tengah dan siswa-siswi kelas IV dan V menuangkan Eco Enzyme di Kali Semarang.

Sebelumnya pada bulan Oktober 2023 mereka membuat eco enzyme pada kegiatan P5. Anak-anak kelas IV dan V membawa ke sekolah sampah berupa kulit buah yang masih segar dan gula jawa. Lalu mereka mencuci kulit buah yang masih segar dengan bersih. Setelah bersih mereka memotong kecil-kecil agar kulit buah itu bisa masuk dalam botol Lemineral bekas. Setelah dipotong-potong dimasukan ke dalam botol bersama gula jawa dengan ukuran ditentukan.

Beberapa hari lalu tepatnya pada tanggal 3 Mei 2024, anak-anak mulai panen Eco Enzyme. Mereka di bagi kelompok dan diberi tugas.Tugas pertama, mereka menuangkan eco enzyme kemudian menyaring . Setelah disaring cairan itu dimasukan kedalam botol minenal yang bersih, untuk ampasnya dibuat bantal eco enzyme. Cara membuat bantal Eco Enzyme dengan memblender ampas kemudian memasukan ke plastik lalu dipress. Anak-anak sangat bersemangat menuangkan cairan Eco Enzyme ke botol dan memasukan ampas yang sudah diblender ke plastik.

Menuangkan Eco Enzyme ke Sungai

Setelah istirahat pertama, anak-anak kelas IV dan V berkumpul di halaman. Mereka duduk bersama untuk mendengarkan penjelasan Bu Vero tentang manfaat Eco Enzyme. Cairan eco enzyme mulai digunakan sebagai cara untuk membersihkan sungai . Eco enzyme dipercaya mampu mengurai limbah rumah tangga hingga industri yang berdampak buruk bagi kelestarian hidup di sungai.

“Eco enzyme dipercaya mampu mengurai limbah rumah tangga hingga industri yang berdampak buruk bagi kelestarian hidup di sungai” Kata Bu Veronika Siti Rokhani selaku guru kelas V SD Marsudirini kepada anak-anak.

“Eco enzyme atau yang dikenal dengan enzim sampah diklaim merupakan cairan serbaguna yang dihasilkan dari hasil fermentasi sampah organik. Eco enzyme adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah, atau gula tebu), dan air.” Tambah Ibu Veronika Siti Rokhani.

Setelah mendengarkan penjelasan tentang Eco Enzyme, anak-anak dibagikan 2 botol Eco Enzyme. Kemudian mereka bersama-sama menuju sungai. Setelah sampai di sungai Ibu Lurah sudah menunggu di pinggir sungai samping Lawang Sewu. Sesampainya di tempat yang dituju, Suster M Agatha , Ibu Lurah dan bersama seluruh siswa menuangkan eco enzyme ke Kali Semarang.

Kelebihan lain yang dihasilkan dari eco enzyme adalah membantu siklus alam seperti memudahkan pertumbuhan tanaman (sebagai fertilizer), mengobati tanah, dan juga membersihkan air yang tercemar. Karena natural dan bebas dari bahan kimia, eco enzyme mudah terurai, serta tidak berbahaya bagi manusia dan lingkungan.

Eco enzyme memiliki sifat disinfektan karena mengandung alkohol dan atau asam asetat. Alkohol dan atau asam asetat diproduksi oleh proses metabolisme bakteri yang secara alami terdapat pada sisa buah atau sayuran.



Tidak ada komentar: