> INFORMASI SUDAH DIBUKA PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU UNTUK TAHUN PELAJARAN 2027-2028. INFORMASI LEBIH LANJUT HUBUNGI 0811 2921 157 >>> MARI BERGABUNG DALAM TRIAL CLASS HARI SABTU, 5 SEPTEMBER 2026, PADA PUKUL 08.00 - 10.30, DI SD MARSUDIRINI PEMUDA SEMARANG >>> FOLLOW, LIKE DAN COMMENT AKUN MEDIA SOSIAL SD MARSUDIRINI >>> INSTAGRAM @SDMARSUDIRINIPEMUDA >>> TIKTOK @SDMARSUDIRINI "
Tampilkan postingan dengan label Ekstra Jurnalistik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekstra Jurnalistik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Juli 2026

Tanamkan Sikap Saling Menghargai, SD Marsudirini Pemuda Semarang Gelar Sosialisasi Anti-Bullying

SEMARANG — SD Marsudirini Pemuda Semarang menggelar kegiatan sosialisasi anti-bullying bertema “Berbeda Itu Unik, Bersama Itu Asik” pada Jumat, 24 Juli 2026. Acara yang berlangsung di Aula SD Marsudirini Pemuda ini diselenggarakan melalui kerja sama dengan Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan ramah anak.



Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Agar materi dapat tersampaikan secara efektif dan sesuai dengan taraf perkembangan anak, acara dibagi menjadi dua sesi:

  • Sesi I: Ditujukan untuk siswa jenjang kelas kecil (kelas 1–3).
  • Sesi II: Ditujukan untuk siswa jenjang kelas besar (kelas 4–6).

Pembelajaran Interaktif dan Edukatif

Selama acara berlangsung, tim narasumber dari Unika Soegijapranata menyampaikan materi dengan pemanfaatan media visual modern. Melalui layar presentasi interaktif, para siswa diajak mengenali berbagai bentuk perilaku perundungan (bullying), baik secara verbal, fisik, maupun sosial, serta memahami dampaknya terhadap teman sebaya.



Anak-anak mengikuti rangkaian acara dengan sangat antusias. Antusiasme ini terlihat jelas saat pemateri turun langsung menyapa dan memberikan kesempatan bertanya kepada peserta. Para siswa yang mengenakan seragam pramuka tampak berebut ingin berbicara, menjawab pertanyaan, dan membagikan pengalaman mereka menggunakan mikrofon.

Mendorong Sikap Inklusif Sejak Dini

Tema “Berbeda Itu Unik, Bersama Itu Asik” dipilih untuk menekankan pentingnya menghargai keberagaman di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan yang ramah anak, narasumber mengajak para siswa untuk:

  • Menganggap perbedaan fisik, latar belakang, maupun karakter sebagai keunikan yang memperkaya pertemanan.
  • Berani menolak aksi perundungan dan tidak menjadi penonton pasif saat melihat teman diperlakukan tidak adil.
  • Mengembangkan empati dan rasa saling menyayangi sesama teman sekolah.

Pihak sekolah berharap kolaborasi dengan Universitas Katolik Soegijapranata ini dapat terus berlanjut. Melalui sosialisasi ini, SD Marsudirini Pemuda Semarang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang belajar yang bebas dari perundungan, sehingga setiap siswa dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Gigi, SD Marsudirini Pemuda Semarang Gelar Sosialisasi "Gigiku Sehat Senyumku Ceria"


SEMARANG – Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesejahteraan serta tumbuh kembang anak-anak usia sekolah. Guna menanamkan kebiasaan menjaga kebersihan diri sejak dini, SD Marsudirini Pemuda Semarang menggelar kegiatan sosialisasi kesehatan gigi bertema "Gigiku Sehat Senyumku Ceria" pada Kamis, 23 Juli 2026.

Berlokasi di Aula SD Marsudirini Pemuda Semarang, kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Untuk menjaga suasana belajar tetap kondusif dan materi yang disampaikan sesuai dengan tingkat pemahaman siswa, acara dibagi menjadi dua sesi:

  • Sesi Pertama: Diikuti oleh siswa kelas 1, 2, dan 3 pada pagi hari.
  • Sesi Kedua: Dikhususkan bagi siswa kelas 4, 5, dan 6 pada siang hari.

Kolaborasi Bersama Orang Tua Murid Berprofesi Dokter

Acara ini terasa semakin spesial karena mengusung konsep sinergi dan keterlibatan aktif lingkungan sekolah. SD Marsudirini Pemuda berkolaborasi langsung dengan para orang tua murid yang berprofesi sebagai dokter gigi.



Hadirnya para dokter gigi yang juga merupakan bagian dari keluarga besar sekolah membuat suasana sosialisasi berlangsung hangat, edukatif, sekaligus interaktif. Para dokter memaparkan materi dengan gaya penyampaian yang ringan, menarik, serta mudah dipahami oleh anak-anak.

Edukasi Interaktif dan Antusiasme Para Siswa

Antusiasme tinggi terlihat jelas dari seluruh peserta. Para siswa tampak bersemangat menyimak penjelasan mengenai cara menyikat gigi yang baik dan benar, pentingnya memilih makanan yang sehat untuk gigi, hingga risiko jika malas merawat kebersihan mulut.



Tidak hanya mendengarkan paparan teori, anak-anak juga diajak untuk berpartisipasi langsung secara praktis melalui peragaan alat peraga kesehatan gigi dan sesi tanya jawab yang interaktif. Kehadiran peraga visual seperti maket gigi berukuran besar membuat para siswa semakin tertarik dan aktif mengajukan pertanyaan.

Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga terbiasa menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga semangat "Gigiku Sehat Senyumku Ceria" senantiasa terpancar dari seluruh siswa SD Marsudirini Pemuda Semarang.

 

 

Jumat, 08 Mei 2026

Gema Doa di Bulan Maria: SD Marsudirini Pemuda Gelar Ibadat Jumat Pertama dan Rosario Bersama


Ibu Veronika Sri Winarni SPd sedang memberikan renungan

SEMARANG – Suasana khidmat menyelimuti kompleks SD Marsudirini Jl. Pemuda, Semarang pada pagi hari ini, Jumat, 8 Mei 2026. Ratusan siswa bersama guru dan karyawan berkumpul di halaman dengan satu tujuan mulia: memperkuat iman melalui Ibadat Jumat Pertama yang dirangkaikan dengan Doa Rosario bersama dalam rangka memperingati Bulan Maria.

Semangat "Jumat Pertama" sebagai bentuk devosi kepada Hati Kudus Yesus tetap menjadi inti dari pembuka kegiatan kerohanian ini. Awali Hari dengan Sabda Tuhan

Kegiatan dimulai tepat pukul 06.45 WIB dengan Ibadat Jumat Pertama. Dalam sesi ini, para siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 diajak untuk merenungkan kasih Tuhan melalui pembacaan Injil. Ibu V. Sri Winarni, S.Pd selaku kepala sekolah SD Marsudirini membacakan bacaan Injil dan renungan singkat.

Dalam renungan singkat yang disampaikan, ditekankan pentingnya memiliki hati yang saling mengasihi, selaras dengan semangat pendidikan karakter yang selama ini ditanamkan di SD Marsudirini. Anak-anak tampak mendengarkan dengan saksama, menciptakan suasana hening yang jarang dijumpai di tengah hiruk-pikuk sekolah biasanya.

Meneladani Bunda Maria melalui Rosario : Setelah ibadat pembuka selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Doa Rosario bersama yang dipimpin oleh Bp Tomi Setiawan, S.Pd . Bulan Mei memang dikenal dalam tradisi Gereja Katolik sebagai Bulan Maria, waktu khusus untuk menghormati Bunda Yesus.

Momen-momen penting dalam kegiatan ini antara lain: Kesatuan Seluruh Civitas: Tidak hanya siswa, seluruh guru dan karyawan turut berlutut dan berdoa bersama, menunjukkan teladan iman yang nyata bagi anak didik.

Doa yang Khusyuk: Setiap butir rosario didaraskan dengan tertib. Suara anak-anak yang menyahut doa "Salam Maria" bergema di koridor sekolah, menciptakan atmosfer spiritual yang kental.

Intensi Doa: Selain doa untuk sekolah, anak-anak juga diajak mendoakan kedamaian dunia, kesehatan orang tua, serta kelancaran proses belajar mengajar.

Membentuk Karakter Sejak Dini

Pihak sekolah menyatakan bahwa kegiatan rutin seperti ini bukan sekadar rutinitas formalitas. Ini adalah bagian dari kurikulum spiritual untuk membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman iman.


"Melihat anak-anak bisa berdoa dengan khusyuk di tengah gempuran teknologi dan gadget adalah sebuah kebahagiaan tersendisri. Kami ingin mereka tumbuh dengan menyertakan Tuhan dalam setiap langkahnya," ujar salah satu guru pendamping di sela-sela kegiatan.

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini ditutup dengan lagu pujian kepada Bunda Maria. Senyum tenang terpancar dari wajah para siswa saat mereka kembali ke kelas masing-masing, membawa bekal spiritual untuk menjalani hari-hari ke depan.

Melalui kegiatan ini, SD Marsudirini Jl. Pemuda Semarang kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang mengutamakan nilai-nilai Kristiani dan pembentukan moral generasi muda di Kota Semarang.

Jumat, 17 April 2026

Keceriaan dan Belajar Bersama Alam: SD Marsudirini Pemuda Gelar Outing Class di Kampung Surga Bandungan

 

SEMARANG – Suasana pagi yang sejuk dan penuh semangat menyelimuti rombongan keluarga besar SD Marsudirini Pemuda pada hari Jumat, 17 April 2026. Tawa riang dan antusiasme terlihat jelas dari wajah para siswa yang bersiap mengikuti kegiatan outing class yang sangat dinanti-nantikan. Kali ini, destinasi yang dituju adalah sebuah kawasan asri yang edukatif, yakni Kampung Surga, Bandungan.

Kegiatan belajar di luar kelas ini bukan sekadar jalan-jalan biasa, melainkan sebuah program edukasi alam yang dirancang untuk melatih kemandirian, kerja sama, dan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Dengan menghirup udara segar pegunungan Bandungan, para siswa diajak untuk belajar langsung dari alam yang tidak selalu bisa didapatkan di dalam ruang kelas.

Diikuti oleh Rombongan Penuh Semangat

Kegiatan outing class ini diikuti oleh total 49 siswa yang tampak sangat bersemangat sejak berangkat dari sekolah. Keamanan dan kelancaran acara ini juga sangat terjamin dengan hadirnya para pendamping yang luar biasa. Rombongan didampingi langsung oleh Suster, 2 orang guru pembimbing yang setia mengarahkan siswa, serta dibantu oleh 4 orang tua murid yang turut berpartisipasi memastikan anak-anak belajar dan bermain dengan aman.

Kehadiran Suster, para guru, dan perwakilan orang tua murid menciptakan kolaborasi yang hangat antara pihak sekolah dan keluarga. Hal ini membuat suasana outing class terasa seperti liburan keluarga besar yang sarat akan makna dan pembelajaran.

Beragam Aktivitas Seru di Kampung Surga

Sesampainya di Kampung Surga Bandungan, rombongan langsung disambut oleh pemandangan alam yang hijau dan udara yang sangat sejuk. Sesuai dengan namanya, tempat ini menawarkan ‘surga’ kecil bagi anak-anak untuk mengeksplorasi alam.

Berbagai kegiatan seru telah dipersiapkan. Mulai dari ice breaking untuk mencairkan suasana, permainan kekompakan kelompok ( team building ), hingga kegiatan menjelajah alam sekitar. Anak-anak diajak untuk mengenali berbagai jenis tanaman, bermain permainan tradisional, dan belajar bekerja sama menyelesaikan tantangan yang diberikan oleh fasilitator. Tidak ada gawai di tangan mereka; yang ada hanyalah interaksi langsung dengan teman, guru, dan alam.

Sukses Berkat Kolaborasi dengan Three D Tour

Kesuksesan dan kelancaran acara outing class yang penuh kenangan ini tentu tidak lepas dari persiapan yang matang. Perjalanan dari Semarang menuju Bandungan, hingga seluruh rangkaian acara di lokasi dapat berjalan dengan sangat baik berkat kerja sama sekolah dengan Three D Tour.

Sebagai mitra perjalanan dan penyelenggara kegiatan, Three D Tour memberikan pelayanan yang maksimal. Mulai dari transportasi yang nyaman bagi anak-anak, penyusunan jadwal yang rapi, hingga pemanduan selama berada di Kampung Surga Bandungan. Profesionalisme tim Three D Tour membuat para guru dan orang tua pendamping bisa lebih fokus mengawasi dan mendampingi proses belajar anak-anak tanpa perlu khawatir memikirkan hal-hal teknis di lapangan.

Membawa Pulang Pengalaman Berharga

Kegiatan diakhiri pada sore hari dengan wajah-wajah yang lelah namun memancarkan kebahagiaan. Melalui kegiatan outing class ini, SD Marsudirini Pemuda berharap ke-49 siswa yang berpartisipasi dapat membawa pulang tidak hanya cerita seru, tetapi juga nilai-nilai karakter
(Cetta, Aretha, Laura)

Rabu, 04 Februari 2026

Menabur Kasih dalam Keterbatasan: Kunjungan Kasih SD Marsudirini ke Panti Asuhan Cacat Ganda Bhakti Asih

 


SEMARANG – Pada hari Rabu, 4 Februari 2026, suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti koridor Panti Asuhan Cacat Ganda (PACG) Bhakti Asih, Kota Semarang. Keluarga besar SD Marsudirini melakukan kunjungan sosial yang melibatkan para Suster, Kepala Sekolah, guru pendamping, serta perwakilan siswa-siswi.

Kunjungan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sebuah perjalanan spiritual dan edukasi karakter untuk mendekatkan anak-anak pada realitas kehidupan yang beragam, sekaligus membagikan kebahagiaan kepada saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus.

Misi Utama: Lebih dari Sekadar Berbagi

Tujuan utama dari kegiatan ini dirancang secara mendalam oleh pihak sekolah untuk menyentuh aspek kognitif dan afektif siswa, di antaranya:

  1. Penanaman Nilai Empati dan Kebersyukuran: Mengajak siswa untuk melihat langsung perjuangan hidup teman-teman di panti asuhan, sehingga muncul rasa syukur atas segala anugerah yang mereka miliki.
  2. Implementasi Pendidikan Karakter: Mewujudkan nilai-nilai dasar Marsudirini, yaitu kasih sayang tanpa pamrih kepada sesama, terutama mereka yang paling membutuhkan dan sering terlupakan.
  3. Membangun Inklusivitas Sejak Dini: Mengedukasi siswa bahwa keterbatasan fisik dan mental bukanlah penghalang untuk menjalin persaudaraan. Setiap manusia memiliki martabat yang sama di mata Tuhan.
  4. Dukungan Moril dan Material: Memberikan bantuan nyata berupa donasi dan kebutuhan pokok, serta dukungan semangat melalui kehadiran fisik dan interaksi langsung.

Momen Penuh Haru di Bhakti Asih

Rombongan tiba di lokasi disambut hangat oleh pengurus panti dan para penghuni. Para suster dan Kepala Sekolah mengawali kegiatan dengan doa bersama, memohon kesehatan dan kekuatan bagi para penghuni panti serta para perawat yang dengan sabar mendedikasikan hidup mereka di sana.

Momen paling menyentuh terlihat ketika siswa-siswi SD Marsudirini mulai berinteraksi. Meski awalnya tampak ragu, anak-anak segera mencair ketika melihat keceriaan penghuni panti saat diajak berkomunikasi.

Dukungan Penuh dari Sekolah

Ibu Veronika Sri Winarni, S.Pd selaku Kepala Sekolah SD Marsudirini menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari kurikulum kehidupan. Beliau berharap pengalaman ini akan membekas di hati para siswa hingga mereka dewasa nanti, menjadikan mereka pribadi yang peka terhadap isu sosial di sekitar mereka.

Kunjungan diakhiri dengan penyerahan simbolis bantuan hasil donasi dari seluruh orang tua murid dan warga sekolah. Hal ini menunjukkan sinergi yang luar biasa antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung aksi kemanusiaan.

Kunjungan ke PACG Bhakti Asih ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa di balik setiap keterbatasan, ada jiwa-jiwa hebat yang mengajarkan tentang arti ketabahan. SD Marsudirini berkomitmen untuk terus mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki "Hati yang Melayani."

Salam Marsudirini! Deus Providebit.

 


Selasa, 03 Februari 2026

Belajar Menjadi Pelaku Ekonomi: Siswa Kelas 6 SD Marsudirini Eksplorasi Pasar Prembaen



SEMARANG – Suasana pagi di kawasan Jalan Depok terasa lebih berwarna pada Selasa, 3 Februari 2026. Puluhan siswa kelas 6 SD Marsudirini Semarang tampak bersemangat menyusuri trotoar dengan berjalan kaki dari sekolah menuju salah satu pusat ekonomi tradisional ikonik di Kota Semarang, yakni Pasar Prembaen.

Kegiatan ini bukan sekadar jalan-jalan pagi biasa, melainkan agenda pembelajaran luar kelas (outdoor learning) untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan tema utama "Kegiatan Ekonomi di Masyarakat".

Persiapan dan Arahan Sebelum Beraksi

Sesampainya di gerbang pasar, rombongan berhenti sejenak untuk mendapatkan pengarahan dari guru pembimbing, Bp. Tomi Setiawan dan Bp. Rendi. Dalam arahannya, Pak Tomi menekankan pentingnya etika saat berinteraksi dengan pedagang.



"Pasar adalah laboratorium sosial yang nyata. Hari ini kalian bukan hanya belajar teori tentang distribusi atau konsumsi, tapi kalian mempraktikkannya langsung. Ingat, jaga sopan santun, gunakan bahasa yang baik, dan teliti sebelum membeli," pesan Pak Tomi kepada para siswa yang menyimak dengan saksama.

Praktik Jual Beli dan Seni Tawar-Menawar

Begitu memasuki area pasar, para siswa langsung dihadapkan pada hiruk-pikuk kegiatan ekonomi yang sesungguhnya. Berbekal uang saku yang telah ditentukan dan daftar belanjaan, anak-anak mulai menyebar ke berbagai lapak pedagang.


Momen menarik terjadi saat para siswa mencoba melakukan tawar-menawar. Dengan malu-malu namun gigih, mereka berusaha mendapatkan harga terbaik untuk cabai, bawang, sayuran, hingga bumbu dapur. Fenomena ini mengajarkan mereka bahwa dalam ekonomi, ada proses negosiasi untuk mencapai kesepakatan harga yang saling menguntungkan (simbiosis mutualisme) antara penjual dan pembeli.

Integrasi Matematika: Cermat Menghitung Kembalian

Selain belajar IPS, kegiatan ini secara otomatis melatih kemampuan Matematika siswa. Di setiap transaksi, anak-anak harus menghitung dengan cepat total belanjaan mereka dan memastikan uang kembalian yang diterima sudah tepat. Hal ini mengasah literasi numerasi mereka dalam situasi dunia nyata, yang jauh lebih menantang daripada sekadar mengerjakan soal di atas kertas.

 

Tujuan utama dari pembelajaran di Pasar Prembaen:

  1. Memahami Rantai Ekonomi Secara Realistis: Siswa dapat melihat langsung bagaimana barang (seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih yang terlihat di foto) berpindah dari produsen ke tangan pedagang hingga sampai ke konsumen.
  2. Melatih Keterampilan Komunikasi Interpersonal: Melalui interaksi dengan pedagang yang memiliki latar belakang beragam, siswa belajar cara berkomunikasi yang efektif dan persuasif saat melakukan proses tawar-menawar.
  3. Penerapan Literasi Finansial: Mengajarkan anak-anak cara mengelola uang, membuat keputusan pembelian yang bijak, dan ketelitian dalam menghitung nilai mata uang secara langsung.
  4. Menumbuhkan Kemandirian dan Keberanian: Mengajak siswa keluar dari zona nyaman kelas untuk berinteraksi dengan masyarakat umum, sehingga membangun kepercayaan diri dalam bersosialisasi.
  5. Mengenal Kearifan Lokal: Mengenalkan pasar tradisional sebagai pusat ekonomi kerakyatan yang perlu dijaga keberadaannya di tengah gempuran pasar modern.

 

Kegiatan diakhiri dengan evaluasi singkat di sekolah, di mana para siswa menceritakan pengalaman unik mereka saat bertransaksi. Diharapkan melalui pembelajaran bermakna ini, siswa kelas 6 SD Marsudirini tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tanggap dan terampil dalam menghadapi dinamika kehidupan ekonomi sehari-hari.

 

Sabtu, 25 Oktober 2025

Kunjungan Edukatif Kelas V SD Marsudirini Semarang: Menjelajahi Sejarah Kepolisian di Museum AKPOL

 


Semarang, 24 Oktober 2025 - Sebanyak 79 siswa kelas V SD Marsudirini Semarang didampingi oleh 4 guru pendamping melaksanakan kegiatan kunjungan edukatif yang sangat berkesan ke Museum Akademi Kepolisian (AKPOL) Semarang. Kunjungan yang dilaksanakan pada hari Jumat, 24 Oktober 2025 ini bertujuan untuk memperluas wawasan siswa tentang sejarah Kepolisian Republik Indonesia sekaligus memberikan pengalaman belajar yang langsung dan interaktif di luar lingkungan sekolah.

Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan nuansa spiritual yang khidmat. Sebelum berangkat, seluruh peserta didik berkumpul di halaman sekolah untuk mengikuti Doa Rosario bersama. Momen ini menjadi penempaan rohani dan harapan agar perjalanan serta kegiatan belajar berjalan lancar dan penuh berkah. Tepat pukul 07.30 WIB, dua unit Bus Brimob yang gagah tiba di sekolah untuk menjemput rombongan. Moda transportasi khusus ini tentu saja menambah antusiasme dan kegembiraan anak-anak sejak awal.

Setibanya di Museum AKPOL, rombongan SD Marsudirini disambut dengan hangat dan ramah oleh pihak museum. Atmosfer tempat yang kaya akan sejarah dan disiplin langsung terasa, memicu rasa ingin tahu yang besar dari para siswa. Selama di museum, anak-anak mendapatkan kesempatan berharga untuk belajar mengenai Sejarah Kepolisian, mulai dari cikal bakal hingga perkembangan modern. Mereka disajikan berbagai koleksi yang memukau, mulai dari pakaian dinas polisi dari masa ke masa, berbagai jenis senjata, kendaraan operasional, hingga aneka perlengkapan penunjang tugas kepolisian.

Salah satu murid, Nantha, mengungkapkan kegembiraan dan kekagumannya terhadap isi museum. "Saya merasa sangat senang sekali karena bisa melihat langsung isi museum yang luar biasa. Banyak hal baru yang saya ketahui tentang polisi dan ini sungguh menambah pengetahuan saya," ujarnya dengan mata berbinar.

Perasaan yang sama juga diungkapkan oleh Cherryl. Bagi Cherryl, kunjungan ini memiliki makna ganda. "Saya senang sekali, karena ini adalah kali pertama saya mengunjungi Museum AKPOL. Apalagi bisa belajar dan melihat banyak hal menarik bersama teman-teman sekelas. Pengalaman ini pasti tidak akan terlupakan," kata Cherryl dengan gembira.

Anak-anak tampak takjub saat mengamati detail koleksi yang dipamerkan. Replika seragam dengan manekin yang menyerupai aslinya, ragam jenis senjata yang hanya pernah mereka lihat di televisi, serta kendaraan patroli yang ikonik menjadi pusat perhatian. Penjelasan dari pemandu museum menambah kedalaman pemahaman mereka tentang peran dan perjuangan institusi Kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban negara.

Kepala Sekolah SD Marsudirini, V. Sri Winarni, S.Pd., yang ikut mendampingi kegiatan ini, juga menyampaikan rasa puas dan bahagianya. "Kami sangat gembira melihat antusiasme anak-anak. Pembelajaran tidak harus selalu di dalam kelas. Dengan berkunjung langsung ke Museum AKPOL ini, anak-anak bisa merasakan dan melihat secara nyata sejarah serta peralatan yang digunakan oleh para penegak hukum. Ini adalah pengalaman belajar langsung yang sangat berharga dan menguatkan karakter kebangsaan mereka," tutur Ibu Sri Winarni.

Kunjungan edukatif ini berakhir menjelang tengah hari. Setelah mendapatkan berbagai pengetahuan baru dan pengalaman yang mengesankan, rombongan kembali bertolak dari Museum AKPOL Semarang dan tiba kembali di SD Marsudirini tepat pada pukul 12.00 WIB. Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi siswa untuk terus mencintai sejarah bangsa dan menghargai profesi Kepolisian.

(Tim Jurnalis SD Marsudirini)

Jumat, 03 Oktober 2025

Rutinitas Jumat Membangun Iman



Semarang – Memasuki bulan Oktober yang diidentikkan sebagai Bulan Rosario bagi umat Katolik, SD Marsudirini yang berlokasi di Jl. Pemuda Semarang menunjukkan komitmen kuat dalam pembinaan rohani dengan secara rutin menggelar Doa Rosario bersama. Kegiatan devosi ini diadakan setiap hari Jumat di halaman sekolah dan melibatkan seluruh komponen sekolah: siswa, guru, serta karyawan.

Tradisi doa bersama ini merupakan wujud nyata sekolah dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, kasih, dan keteladanan Bunda Maria sejak usia dini. Peringatan Bulan Maria di bulan Oktober dan Bulan Mei selalu menjadi momen penting yang disambut antusias oleh komunitas sekolah Marsudirini.

Rutinitas Jumat Membangun Iman

Doa Rosario bersama ini diselenggarakan secara terstruktur, di bawah koordinasi Sie Kerohanian Sekolah. Kepala Sekolah SD Marsudirini, Ibu Veronica Sri Winarni, S.Pd menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga sarana untuk mempererat rasa persaudaraan dan kebersamaan di antara warga sekolah.

"Setiap Jumat, kami berkumpul di halaman. Tujuannya adalah mengajak seluruh siswa, guru, dan karyawan untuk meneladani kesetiaan, kerendahan hati, dan ketaatan Bunda Maria. Melalui doa Rosario, kami bersama-sama merenungkan misteri kehidupan Yesus Kristus, sehingga iman anak-anak dapat tumbuh dan berakar kuat," ujar Ibu Veronica Sri Winarni, S.Pd selaku Kepala Sekolah SD Marsudirini

Pembagian tugas pendarasan Rosario diatur secara bergilir, memberikan kesempatan kepada siswa dari berbagai kelas untuk memimpin doa dan membacakan intensi. Hal ini secara langsung melatih keberanian, tanggung jawab, dan kepemimpinan siswa dalam lingkup rohani.

Menarik Perhatian Publik

Pemandangan ratusan siswa dengan khusyuk memegang Rosario dan mengikuti doa di halaman sekolah menjadi daya tarik tersendiri. Meskipun kegiatan keagamaan, atmosfer kebersamaan dan kedamaian yang tercipta selama doa berlangsung seringkali mengundang perhatian masyarakat sekitar dan para orang tua.

Devosi ini dianggap berhasil menjadi jembatan spiritual yang mendekatkan anak-anak pada ajaran Katolik. Selain itu, kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya kedisiplinan rohani dan pembiasaan diri untuk berdoa di tengah kesibukan akademik.

Harapan dan Dampak Positif

Kegiatan rutin Doa Rosario ini diharapkan tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi bekal bagi para siswa untuk membawa semangat doa dan keteladanan Bunda Maria ke dalam kehidupan sehari-hari dan keluarga.

"Kami berharap, melalui pembiasaan doa Rosario, anak-anak SD Marsudirini menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berlandaskan iman yang kokoh, sesuai dengan semangat pelayanan Marsudirini," tutup  Ibu Veronica Sri Winarni, S.Pd, seraya berharap tradisi baik ini akan terus berlangsung dan memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter generasi penerus bangsa. (P3 - Humas SD Marsudirini)

Selasa, 30 September 2025

SD Marsudirini Sambut Pahlawan Sains Nasional dengan Meriah: Fransisco Jordy Suryadinata Raih Juara 3 OSN Matematika



Semarang, 30 September 2025 – Suasana haru dan bangga menyelimuti halaman SD Marsudirini Jalan Pemuda No. 157 Semarang pagi ini. Seluruh warga sekolah, mulai dari guru, staf, 350  siswa, berkumpul untuk memberikan sambutan istimewa kepada salah satu siswa kebanggaan mereka, Fransisco Jordy Suryadinata. Jordy, sapaan akrabnya, baru saja kembali dengan membawa prestasi gemilang sebagai Juara 3 Olimpiade Sains Nasional (OSN) cabang Matematika tingkat Nasional.

Penyambutan pahlawan sains cilik ini berlangsung meriah dan penuh kekeluargaan. Tepat pukul 08.00 WIB, Jordy tiba di gerbang sekolah dan langsung disambut dengan arak-arakan. Ia diarak melintasi halaman sekolah dengan sorak sorai dan tepuk tangan riuh dari teman-temannya. Spanduk ucapan selamat yang dibentangkan oleh siswa lain menambah semarak acara penyambutan tersebut.

Puncak acara ditandai dengan pengalungan bunga oleh Ibu V. Sri Winarni S.Pd, selaku Kepala Sekolah SD Marsudirini. Pengalungan rangkaian bunga ini merupakan simbol apresiasi tertinggi dari keluarga besar sekolah atas dedikasi dan pencapaian Jordy di kancah nasional.

Kebanggaan Sekolah dan Harapan Masa Depan

Dalam sambutannya, Ibu V. Sri Winarni S.Pd tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya. "Hari ini adalah momen yang sangat membahagiakan dan mengharukan bagi kita semua. Fransisco Jordy telah membuktikan bahwa siswa SD Marsudirini mampu bersaing dan berprestasi di tingkat tertinggi, tingkat Nasional," ujarnya dengan suara bergetar.

Ibu Sri Winarni menambahkan, keberhasilan Jordy meraih Juara 3 OSN Matematika tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga menjadi inspirasi nyata bagi seluruh siswa untuk berani bermimpi besar dan bekerja keras. "Prestasi ini adalah hasil dari kerja keras Jordy, dukungan penuh orang tua, serta bimbingan dari Bapak dan Ibu guru. Kami bangga Jordy dapat membawa nama baik sekolah hingga ke tingkat nasional. Ini adalah bukti bahwa semangat belajar dan ketekunan pasti akan membuahkan hasil," tutupnya.

Pengakuan dan Kegembiraan Sang Juara

Fransisco Jordy Suryadinata, siswa berprestasi yang masih duduk di bangku sekolah dasar ini, tampak terharu dan gembira dengan sambutan hangat yang ia terima. Mengenakan kalung bunga, ia tersenyum lebar saat melambaikan tangan kepada teman-temannya.

"Saya sangat senang dan kaget melihat semua teman dan guru menyambut saya begini," kata Jordy dengan lugu. Ia mengaku tidak menyangka akan disambut semeriah ini. "Rasanya semua lelah selama belajar dan berkompetisi langsung hilang. Terima kasih banyak untuk semua dukungan. Saya janji akan terus belajar dan berusaha memberikan yang terbaik," tambahnya, disambut tepuk tangan meriah.

Prestasi yang diraih Jordy dalam OSN Matematika tingkat Nasional ini merupakan salah satu pencapaian tertinggi di bidang sains di jenjang pendidikan dasar. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi catatan manis bagi perjalanan akademik Jordy, tetapi juga menjadi tonggak sejarah penting bagi SD Marsudirini dalam mencetak generasi unggul yang siap bersaing secara global.

Sekolah berharap, kisah sukses Fransisco Jordy Suryadinata ini akan memotivasi lebih banyak siswa untuk mengembangkan minat dan bakat mereka, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga di berbagai kompetisi bergengsi lainnya.

 

Senin, 22 September 2025

SD Marsudirini Ikuti Lomba Fotografi DOSS 2025

 


Semarang – SD Marsudirini yang beralamat di Jl. Pemuda Semarang turut serta dalam ajang bergengsi Lomba Fotografi yang diselenggarakan oleh DOSS pada hari Minggu, 21 September 2025. Acara ini diikuti oleh kurang lebih 700 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga komunitas fotografi di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kehadiran SD Marsudirini dalam lomba ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa sekolah tidak hanya mendukung prestasi akademik, tetapi juga mendorong siswa untuk mengembangkan bakat dan minat dalam bidang seni, khususnya fotografi. Sekolah mengirimkan total enam peserta, terdiri dari tiga siswa aktif dan tiga alumni. Tiga siswa aktif SD Marsudirini yang mengikuti lomba tersebut adalah Amara, Kimbeley, dan Eve.

Tujuan utama dari keikutsertaan SD Marsudirini dalam lomba ini adalah untuk memberikan pengalaman baru bagi siswa, melatih keberanian, serta meningkatkan rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan. Selain itu, ajang ini juga menjadi sarana bagi para siswa untuk memperluas pergaulan dengan teman-teman baru yang memiliki minat sama di bidang fotografi.

Salah satu peserta, Eve, mengungkapkan kegembiraannya dapat mengikuti lomba ini. “Saya sangat senang bisa ikut lomba fotografi ini. Walaupun cuacanya panas sekali, tapi lombanya seru banget, apalagi saya jadi punya banyak teman baru,” ujar Eve dengan penuh semangat.

Dalam kompetisi fotografi DOSS ini, setiap peserta tidak hanya ditantang untuk menampilkan hasil karya foto terbaik, tetapi juga diwajibkan menjawab 21 pertanyaan yang berkaitan dengan pengetahuan seputar fotografi. Hal ini membuat lomba semakin menantang, karena tidak hanya menguji kreativitas visual, tetapi juga pengetahuan teknis peserta mengenai dunia fotografi.

Partisipasi SD Marsudirini dalam lomba fotografi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus mengasah bakat yang dimiliki. Kepala sekolah dan para guru menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para siswa dan alumni yang sudah berani tampil serta membawa nama baik sekolah di tingkat Jawa Tengah dan DIY.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, SD Marsudirini semakin berkomitmen untuk mendukung perkembangan potensi siswa dalam berbagai bidang. Semoga pengalaman yang diperoleh Amara, Kimbeley, dan Eve, beserta para alumni, dapat memotivasi generasi berikutnya untuk tidak takut mencoba hal-hal baru dan terus berprestasi.

 

Senin, 25 Agustus 2025

Puskesmas Poncol Gelar Pemeriksaan Kesehatan di SD Marsudirini Pemuda

 Semarang, 25 Agustus 2025 — Dalam rangka meningkatkan kesehatan anak usia sekolah, Puskesmas Poncol hari ini, Senin (25/8), mengadakan pemeriksaan kesehatan di SD Marsudirini Pemuda. Kegiatan berlangsung di aula sekolah dengan melibatkan seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.



Pemeriksaan kesehatan meliputi pengecekan mata, gigi, dan telinga para siswa. Petugas medis dari Puskesmas Poncol secara bergantian memeriksa setiap anak dengan teliti. Tidak hanya pemeriksaan, siswa juga mendapat pembagian obat cacing yang diberikan langsung oleh wali kelas masing-masing. Obat tersebut disediakan oleh pihak Puskesmas sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit yang kerap menyerang anak-anak usia sekolah dasar.

Kepala SD Marsudirini Pemuda, Ibu Veronica Sri Winarni, S.Pd., menyampaikan apresiasinya kepada pihak Puskesmas Poncol atas perhatian dan layanan kesehatan yang diberikan kepada para siswa. “Kami sangat berterima kasih kepada Puskesmas Poncol yang telah berkenan datang ke sekolah dan memberikan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Kegiatan ini sangat bermanfaat agar anak-anak tetap sehat dan semangat dalam belajar,” ungkapnya.

Pemeriksaan kesehatan rutin seperti ini dinilai penting untuk mendeteksi sejak dini adanya gangguan kesehatan pada anak. Dengan demikian, masalah kesehatan dapat segera ditangani sebelum mengganggu aktivitas belajar. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan edukasi kepada siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan diri, terutama kesehatan gigi, mata, dan telinga.

Antusiasme siswa tampak dari semangat mereka mengikuti pemeriksaan. Beberapa siswa terlihat sedikit gugup saat diperiksa gigi, namun didampingi guru dan petugas, mereka akhirnya dapat melalui proses dengan baik.

Puskesmas Poncol berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah di wilayahnya guna memastikan kesehatan anak didik tetap terjaga. Kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkala sehingga kualitas kesehatan siswa semakin meningkat.

Dengan adanya pemeriksaan kesehatan ini, SD Marsudirini Pemuda berharap seluruh siswa dapat belajar dengan kondisi tubuh yang sehat dan bugar, sehingga dapat meraih prestasi akademik maupun nonakademik dengan lebih optimal.(Eve - Jurnalistik SD Marsudirini)

Jumat, 18 Juli 2025

Sosialisasi Pencegahan Perundungan Warnai Hari Ke-4 MPLS SD Marsudirini Jl. Pemuda Semarang

 

Semarang, 17 Juli 2025 — Rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Marsudirini Jl. Pemuda Semarang terus berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Memasuki hari keempat, suasana di sekolah tampak berbeda dari biasanya. Aula SD Marsudirini tampak ramai oleh para siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 yang mengikuti kegiatan sosialisasi pencegahan perundungan yang menjadi agenda utama MPLS hari ini.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 17 Juli 2025 ini menghadirkan narasumber spesial, yaitu Ibu Tuvi Herlina, M.Psi, seorang psikolog yang juga merupakan orang tua dari Ethan Keiji Loetana, siswa kelas 3A SD Marsudirini. Keterlibatan orang tua sebagai narasumber memberikan warna tersendiri dan menciptakan suasana yang hangat dan akrab dalam kegiatan sosialisasi ini.

Sosialisasi dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 07.30 hingga 08.30 dan diikuti oleh siswa kelas 1 hingga kelas 3. Sementara itu, sesi kedua berlangsung pukul 09.00 hingga 10.30 dengan peserta dari kelas 4 hingga kelas 6. Setiap sesi dirancang agar sesuai dengan tingkat pemahaman dan usia siswa, sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik.

Dalam paparannya, Ibu Tuvi Herlina menjelaskan secara interaktif dan menyenangkan tentang apa itu perundungan (bullying), jenis-jenis perundungan, serta dampak buruk yang bisa ditimbulkan. Beliau juga memberikan tips praktis bagaimana anak-anak dapat mencegah dan menghadapi perundungan. Dengan gaya penyampaian yang ramah dan penuh empati, anak-anak tampak antusias mendengarkan dan aktif bertanya selama sesi berlangsung.


Ibu Tuvi Herlina, M.Psi memberikan materi pencegahan perundungan

“Saya senang bisa berbagi dengan anak-anak di SD Marsudirini. Pencegahan perundungan harus dimulai sejak dini. Anak-anak perlu tahu bahwa mereka berhak merasa aman dan dihargai di lingkungan sekolah,” ujar Ibu Tuvi saat ditemui seusai sesi pertama berlangsung.

Kepala SD Marsudirini, Ibu V. Sri Winarni, S.Pd., mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia juga menyambut gembira partisipasi orang tua dalam MPLS tahun ini. “Kami sangat mengapresiasi keterlibatan Ibu Tuvi Herlina dalam memberikan edukasi yang sangat penting bagi siswa kami. Ini menjadi bukti bahwa kerja sama antara sekolah dan orang tua merupakan kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak,” tuturnya.

Tak hanya menjadi ajang edukasi, kegiatan ini juga mempererat hubungan antarwarga sekolah. Guru, siswa, dan orang tua tampak saling mendukung dan bekerja sama demi tujuan bersama, yaitu mewujudkan sekolah yang bebas dari perundungan.


Kegiatan MPLS di SD Marsudirini Jl. Pemuda Semarang masih akan berlanjut hingga akhir pekan ini dengan berbagai agenda menarik lainnya yang tak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai positif sejak dini kepada seluruh siswa. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari semua pihak, SD Marsudirini terus berkomitmen menciptakan sekolah yang ramah anak dan penuh kasih. (Tri)

 

Senin, 14 April 2025

Semangat Kedisiplinan Berkobar di Upacara Bendera SD Marsudirini

 

Semarang, Jawa Tengah – Suasana khidmat dan penuh semangat mewarnai halaman Sekolah Dasar (SD) Marsudirini pada Senin pagi, 14 April 2025. Seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, didampingi oleh para guru dan karyawan sekolah, berkumpul untuk mengikuti upacara bendera mingguan. Kegiatan rutin yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kedisiplinan ini berlangsung lancar di bawah langit Semarang yang cerah.


Upacara yang dimulai tepat pukul 07.00 WIB ini dipimpin oleh petugas upacara yang terdiri dari siswa-siswi kelas VI. Mereka menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, mulai dari pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, hingga pembacaan doa. Kekompakan dan ketertiban barisan siswa mencerminkan kedisiplinan yang telah ditanamkan di lingkungan sekolah.

Sorotan utama dalam upacara kali ini adalah amanat yang disampaikan oleh Bapak Tomi Setiawan S.Pd, salah seorang guru kelas 6 yang bertugas sebagai pembina upacara. Dengan suara yang lantang dan penuh semangat, Bapak Tomi menyampaikan amanat yang bertemakan tentang pentingnya kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi para siswa sebagai generasi penerus bangsa.

Dalam amanatnya, Bapak Tomi menekankan bahwa kedisiplinan bukanlah hal yang sulit untuk diterapkan, melainkan sebuah kebiasaan baik yang perlu dilatih sejak usia dini. Beliau menjelaskan bahwa kedisiplinan tidak hanya terbatas pada kepatuhan terhadap peraturan sekolah, tetapi juga mencakup aspek yang lebih luas, seperti disiplin dalam belajar, disiplin dalam mengatur waktu, disiplin dalam menjaga kebersihan, dan disiplin dalam menghargai orang lain.

"Kedisiplinan adalah kunci keberhasilan dalam segala hal. Tanpa kedisiplinan, impian dan cita-cita akan sulit untuk diraih," ujar Bapak Tomi dengan penuh keyakinan. Beliau juga menambahkan bahwa lingkungan keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan pada anak-anak. "Kedisiplinan dimulai dari hal-hal kecil di rumah, seperti bangun pagi tepat waktu, membantu orang tua, dan mengerjakan tugas sekolah dengan sungguh-sungguh," lanjutnya.



Lebih lanjut, Bapak Tomi memaparkan berbagai manfaat yang akan didapatkan jika seseorang memiliki kedisiplinan sejak dini. Beberapa manfaat tersebut antara lain meningkatkan prestasi belajar, membentuk karakter yang kuat dan bertanggung jawab, melatih kemandirian, serta menciptakan lingkungan yang tertib dan kondusif. Beliau berharap agar seluruh siswa SD Marsudirini dapat memahami dan mengamalkan nilai-nilai kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat.

"Saya berharap, melalui upacara bendera pada hari ini, kita semua semakin menyadari betapa pentingnya kedisiplinan. Mari kita jadikan kedisiplinan sebagai bagian dari diri kita, sebagai bekal untuk meraih masa depan yang gemilang," pungkas Bapak Tomi di akhir amanatnya.

Kepala Sekolah SD Marsudirini, Ibu Veronica Sri Winarni, S.Pd., yang turut hadir dalam upacara tersebut, menyampaikan apresiasinya atas kelancaran pelaksanaan upacara dan pesan yang disampaikan oleh Bapak Tomi. Beliau berharap agar amanat tentang kedisiplinan tersebut dapat diresapi dan diimplementasikan oleh seluruh warga sekolah.

"Upacara bendera bukan hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi juga merupakanMomentum penting untuk menanamkan nilai-nilai luhur kepada anak-anak. Tema kedisiplinan yang kita usung hari ini sangat relevan dengan upaya kita untuk membentuk karakter siswa yang unggul dan berakhlak mulia," tutur Ibu Veronica Sri Winarni

Kegiatan upacara bendera di SD Marsudirini pagi itu berjalan dengan khidmat dan tertib hingga selesai. Cuaca cerah semakin menambah semangat para siswa dan guru dalam mengikuti setiap rangkaian acara. Setelah upacara selesai, para siswa kembali ke kelas masing-masing untuk memulai kegiatan belajar mengajar dengan semangat baru dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih disiplin. Upacara bendera kali ini diharapkan dapat menjadi pengingat yang kuat bagi seluruh warga SD Marsudirini akan pentingnya kedisiplinan sebagai landasan untuk meraih kesuksesan di masa depan. (FX)

Senin, 24 Maret 2025

SD Marsudirini Pemuda Gencarkan Literasi Digital Melalui Ekstrakurikuler Jurnalistik: Siswa Belajar Membuat Konten Media Sosial

 


Semarang, 24 Maret 2025 - Semangat literasi digital terus berkobar di SD Marsudirini Pemuda. Sebanyak 12 siswa antusias mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Jurnalistik dengan materi yang relevan dengan perkembangan zaman, yaitu "Membuat Konten di Media Sosial". Kegiatan ini dipandu oleh Bapak Fransiscus Xaverius Iskin Triyanto, atau yang akrab disapa Pak Tri, seorang guru kelas yang juga merupakan penanggung jawab media sosial sekolah.

Dalam era digital yang serba cepat ini, kemampuan membuat konten media sosial menjadi keterampilan yang sangat penting. SD Marsudirini Pemuda menyadari hal ini dan berupaya membekali siswanya dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi pengguna media sosial yang cerdas dan kreatif.



"Media sosial saat ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk memahami bagaimana cara menggunakan media sosial dengan baik dan benar, serta mampu membuat konten yang positif dan bermanfaat," ujar Pak Tri.

Dengan sabar dan penuh perhatian, Pak Tri menjelaskan langkah-langkah dalam membuat konten media sosial yang menarik dan informatif. Ia juga memperkenalkan berbagai peralatan yang dibutuhkan, seperti kamera, mikrofon, dan aplikasi pengeditan video.

"Membuat konten media sosial itu tidak sulit, asalkan kita tahu caranya. Yang terpenting adalah konten yang kita buat harus bermanfaat dan tidak melanggar etika," jelas Pak Tri kepada para siswa.

Setelah mendengarkan penjelasan dari Pak Tri, para siswa langsung mempraktikkan pembuatan konten sederhana. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberikan tugas untuk membuat konten tentang kegiatan di sekolah. Ada yang membuat video tentang kegiatan belajar di kelas, ada yang membuat foto-foto kegiatan ekstrakurikuler, dan ada juga yang membuat infografis tentang profil sekolah.

Para siswa terlihat sangat antusias dan kreatif dalam membuat konten. Mereka saling bertukar ide dan membantu satu sama lain. Pak Tri juga memberikan bimbingan dan arahan kepada setiap kelompok.

"Kegiatan ini sangat menyenangkan. Saya jadi tahu bagaimana cara membuat video dan foto yang bagus," ujar Jenica Fong.

Kegiatan ekstrakurikuler Jurnalistik ini merupakan salah satu upaya SD Marsudirini Pemuda dalam meningkatkan literasi digital siswa. Selain belajar membuat konten media sosial, siswa juga belajar tentang jurnalistik dasar, seperti menulis berita, membuat laporan, dan mewawancarai narasumber.

"Kami berharap, melalui kegiatan ekstrakurikuler ini, siswa dapat mengembangkan kemampuan literasi digital mereka dan menjadi generasi muda yang cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial," pungkas Pak Tri.

Kegiatan ekstrakurikuler Jurnalistik ini mendapat apresiasi dari orang tua siswa. Mereka menilai bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi perkembangan anak-anak.

"Saya senang anak saya ikut ekstrakurikuler Jurnalistik. Dia jadi lebih kreatif dan percaya diri," ujar salah satu orang tua siswa.

SD Marsudirini Pemuda berkomitmen untuk terus mengembangkan program ekstrakurikuler yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan siswa. Sekolah ini juga berencana untuk mengadakan pelatihan jurnalistik bagi guru-guru agar mereka dapat membimbing siswa dengan lebih baik.

Dengan semangat literasi digital yang tinggi, SD Marsudirini Pemuda optimis dapat menghasilkan generasi muda yang cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.

 

Senin, 10 Maret 2025

SD Marsudirini Gelar Upacara Bendera Bertema Keselarasan Alam dan Lingkungan

Semarang, 10 Maret 2025 - SD Marsudirini Pemuda menggelar upacara bendera yang istimewa pada hari Senin, 10 Maret 2025. Upacara yang dilaksanakan di halaman sekolah ini mengusung tema "Keselarasan Alam dan Lingkungan", sebuah tema yang relevan dengan kondisi lingkungan saat ini.

Upacara bendera ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, serta para guru dan karyawan SD Marsudirini Pemuda. Suasana khidmat terasa sejak awal upacara, dengan petugas upacara dari kelas 5B yang menjalankan tugasnya dengan baik.

Ibu Veronica Siti Rokhani, S.Pd., selaku wakil kepala SD Marsudirini Pemuda, bertugas sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, Ibu Veronica Siti Rokhani, S.Pd, menyampaikan pesan penting tentang pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

"Alam adalah rumah kita, dan kita memiliki tanggung jawab untuk menjaganya," ujar Ibu Veronica Siti Rokhani, S.Pd. "Mari kita mulai dari hal-hal kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya, menghemat air dan listrik, serta menanam pohon."

Ibu Veronica Siti Rokhani, S.Pd juga mengajak para siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Ia menekankan bahwa setiap tindakan kecil yang dilakukan siswa dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan.

"Mari kita menjadi generasi yang peduli lingkungan, yang cinta alam, dan yang bertanggung jawab terhadap masa depan bumi kita," pesan Ibu Veronica Siti Rokhani, S.Pd.

Selain amanat dari Ibu Veronica Siti Rokhani, S.Pd, upacara bendera ini juga diisi dengan pembacaan teks Pancasila, pembukaan UUD 1945, dan pengibaran bendera Merah Putih. Para siswa mengikuti upacara dengan tertib dan khidmat.

Upacara bendera ini merupakan salah satu upaya SD Marsudirini Pemuda untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan kepada para siswa. Sekolah ini secara rutin mengadakan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan, seperti penanaman pohon, kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah, dan edukasi tentang pengelolaan sampah.

Dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini, diharapkan para siswa SD Marsudirini Pemuda dapat menjadi generasi yang cinta lingkungan dan berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam. (Fxit)

 

Senin, 24 Februari 2025

Upacara Bendera SD Marsudirini: Mengukuhkan Semangat Perdamaian di Tengah Cuaca Mendung


Semarang - SD Marsudirini Jl. Pemuda menggelar upacara bendera pada Senin, 24 Februari 2025, di halaman sekolah. Upacara ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, serta Bapak/Ibu guru. Meskipun cuaca mendung, semangat para siswa dan guru tetap membara dalam mengikuti rangkaian upacara.

Upacara bendera kali ini dipimpin oleh Bapak Irenius Emanuel Sektiaji sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, Bapak Irenius menyampaikan tema perdamaian yang menjadi fokus utama upacara. Beliau mengajak seluruh siswa untuk menciptakan lingkungan sekolah yang damai, tanpa ada permusuhan atau perkelahian.

"Mari kita jadikan sekolah ini tempat yang aman dan nyaman bagi kita semua. Tidak ada lagi perkelahian, tidak ada lagi bullying. Yang ada hanyalah persahabatan, kerjasama, dan saling menghormati," ujar Bapak Irenius dalam amanatnya.

Upacara bendera ini melibatkan 12 siswa sebagai petugas upacara, yang bertugas dengan penuh tanggung jawab dan disiplin. Jumlah siswa yang mengikuti upacara mencapai 344 siswa, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap kegiatan ini.

Meskipun cuaca mendung, upacara bendera tetap berjalan dengan lancar dan khidmat. Para siswa mengikuti setiap rangkaian upacara dengan tertib dan khusyuk. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh warga SD Marsudirini untuk memperkuat nilai-nilai perdamaian dan menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis.

Upacara bendera di SD Marsudirini tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga menjadi wadah untuk menanamkan nilai-nilai luhur kepada siswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat memahami pentingnya perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat, serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Eve , Amara , Terryn , Jolie , Jenica , Nadine , Moya , Valerie , Livia , Aquina ,Abell

Senin, 17 Februari 2025

Ekstrakurikuler Jurnalistik SD Marsudirini Pemuda: Siswa Belajar Mengoperasikan Website Sekolah

 

Semarang, 17 Februari 2025 - Kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik di SD Marsudirini Pemuda semakin menunjukkan dampak positifnya. Tidak hanya belajar menulis berita, para siswa kini juga dilibatkan langsung dalam pengelolaan website sekolah. Hari ini, dengan bimbingan Bapak FX Iskin Triyanto, 2 anggota dari ekstrakurikuler jurnalistik belajar cara mengoperasikan website sekolah untuk mempublikasikan berita.

Kegiatan ini merupakan salah satu wujud nyata dari tujuan dibentuknya ekstrakurikuler jurnalistik, yaitu memberdayakan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam menyebarkan informasi dan menghidupkan kegiatan publikasi sekolah.

"Kami ingin siswa tidak hanya mampu menulis berita, tetapi juga menguasai platform digital sebagai sarana publikasi," ujar Bapak FX Iskin Triyanto. "Website sekolah merupakan media yang efektif untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat luas, terutama orang tua dan siswa."

Dengan antusiasme tinggi, para siswa mempelajari berbagai fitur dan menu yang ada di website sekolah. Bapak FX Iskin Triyantodengan sabar memandu mereka mulai dari cara login, membuat judul berita, menulis isi berita, menambahkan gambar, hingga mempublikasikan berita.

"Seru sekali bisa belajar mengoperasikan website sekolah," ungkap Eve. "Rasanya seperti menjadi admin website beneran."

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat memahami proses pengelolaan website dan mempraktikkan keterampilan jurnalistik mereka secara langsung. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kebanggaan siswa terhadap sekolah mereka.

"Dengan melibatkan siswa dalam publikasi sekolah, kami berharap dapat meningkatkan keterampilan digital mereka sekaligus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif," tambah Bapak  FX Iskin Triyanto.

Ke depannya, ekstrakurikuler jurnalistik SD Marsudirini Pemuda akan terus mengembangkan program-program yang inovatif dan relevan dengan perkembangan teknologi. Dengan demikian, siswa tidak hanya dibekali keterampilan jurnalistik yang kuat, tetapi juga siap menghadapi tantangan di era digital.