> INFORMASI SUDAH DIBUKA PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU UNTUK TAHUN PELAJARAN 2027-2028. INFORMASI LEBIH LANJUT HUBUNGI 0811 2921 157 >>> MARI BERGABUNG DALAM TRIAL CLASS HARI SABTU, 5 SEPTEMBER 2026, PADA PUKUL 08.00 - 10.30, DI SD MARSUDIRINI PEMUDA SEMARANG >>> FOLLOW, LIKE DAN COMMENT AKUN MEDIA SOSIAL SD MARSUDIRINI >>> INSTAGRAM @SDMARSUDIRINIPEMUDA >>> TIKTOK @SDMARSUDIRINI "
Tampilkan postingan dengan label Pembekalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembekalan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 September 2026

Tingkatkan Peran Orang Tua di Era Modern, SD Marsudirini Pemuda Gelar Seminar Parenting “Protect, Guide, Empower”

 


SEMARANG – Menghadapi era modern yang penuh dengan dinamika dan tantangan sosial, pendampingan orang tua terhadap tumbuh kembang anak menjadi kunci utama dalam membentuk karakter yang tangguh. Sebagai wujud kepedulian terhadap sinergi antara sekolah dan orang tua, SD Marsudirini Jl. Pemuda No. 157, Semarang, bakal menyelenggarakan kegiatan Seminar Parenting bertajuk "Protect, Guide, Empower: Helping Children Navigate Social Challenges".

Kegiatan yang dirancang khusus bagi para orang tua murid ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman dalam mendampingi, mengarahkan, serta membangun resiliensi (daya juang) anak. Melalui edukasi ini, diharapkan para siswa mampu menghadapi serta mengatasi berbagai tantangan sosial di lingkungan modern secara bijak dan mandiri.

Menghadirkan Pakar Psikologi Unggulan

Untuk mengupas tuntas topik tersebut, SD Marsudirini Pemuda menghadirkan narasumber profesional di bidangnya, yaitu Dr. Kuriake Kharismawan, M.Si, Psikolog, yang merupakan dosen dari Fakultas Psikologi Soegijapranata Catholic University (SCU). Kehadiran beliau diharapkan dapat memberikan wawasan ilmiah sekaligus panduan praktis yang relevan dengan kehidupan sehari-hari orang tua dalam mendidik buah hati.

Detail Pelaksanaan Acara

Seminar Parenting ini akan dilaksanakan pada:

  • Hari / Tanggal: Sabtu, 26 September 2026
  • Waktu: Pukul 13.00 – 16.00 WIB
  • Tempat: Balai Kota Semarang, Jl. Pemuda No. 148, Semarang

Melalui tiga pilar utama yang diusung—Protect (Melindungi), Guide (Mengarahkan), dan Empower (Memberdayakan)—seminar ini mengajak orang tua untuk tidak hanya menjadi pelindung, tetapi juga pembimbing yang memberikan kepercayaan diri kepada anak agar siap melangkah di masyarakat.

 

Sabtu, 05 September 2026

SD Marsudirini Pemuda Gelar Trial Class Menyenangkan, Ajak Anak TK Belajar Sambil Bermain

 SEMARANG — SD Marsudirini Pemuda Semarang menggelar kegiatan Trial Class pada Sabtu, 5 September 2026. Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 10.30 WIB ini bertujuan untuk mengenalkan lingkungan sekolah, fasilitas, serta metode pembelajaran di SD Marsudirini Pemuda secara lebih dekat, interaktif, dan menyenangkan bagi anak-anak usia dini.



Kegiatan ini diikuti oleh 24 peserta yang berasal dari berbagai Taman Kanak-Kanak (TK) di Kota Semarang, antara lain:

  • TK Kanak-Kanak Yesus
  • TK Bimba
  • TK Dian Asih
  • TK DCS
  • TK PL St. Jusuf
  • TK PL Bernardus
  • TK PL Don Bosko
  • TK Sang Timur
  • TK Pelita Bangsa



Suasana ceria dan hangat sudah terasa sejak awal acara. Para guru dan karyawan SD Marsudirini Pemuda tampil compact dan bersemangat menyambut kedatangan anak-anak beserta para orang tua dengan mengenakan rompi seragam berwarna biru.

Rangkaian Kegiatan Interaktif dan Edukatif

Selama dua setengah jam, para siswa TK diajak mengikuti berbagai sesi kegiatan yang dirancang khusus untuk mengasah kreativitas, keberanian, serta keterampilan motorik dan kognitif mereka:

  • Sesi Perkenalan & Ice Breaking: Diawali dengan pemanasan dan perkenalan yang ceria di halaman sekolah untuk mencairkan suasana dan membangun keakraban antarpeserta serta bapak/ibu guru.
  • Kreasi Cilik (Making Sandwich): Anak-anak diajak melatih kemandirian dan kreativitas dengan menyusun bahan-bahan makanan menjadi sandwich lezat ciptaan mereka sendiri.
  • Game Senssory path yang melatih dan mengembangkan kemampuan motorik dasar, keseimbangan, serta koordinasi tubuh anak melalui jalur berjalan dengan berbagai tekstur dan gerakan.
  • E-Learning Game di Ruang TIK: Mengenalkan teknologi sejak dini, para peserta diajak bermain gim interaktif edukatif di laboratorium komputer sekolah dengan pendampingan penuh dari para guru. 

  • Mendengarkan Dongeng di Perpustakaan: Di akhir kegiatan, peserta diajak memasuki ruang perpustakaan yang nyaman untuk mendengarkan sesi mendongeng interaktif menggunakan media boneka tangan yang menarik minat baca anak.



Melalui kegiatan Trial Class ini, SD Marsudirini Pemuda berharap para calon siswa dapat merasakan langsung pengalaman belajar yang menyenangkan (fun learning) di jenjang Sekolah Dasar, sekaligus memberikan gambaran nyata bagi para orang tua mengenai pola pendampingan dan fasilitas pendidikan yang ada di SD Marsudirini Pemuda.

Jumat, 24 Juli 2026

Tanamkan Sikap Saling Menghargai, SD Marsudirini Pemuda Semarang Gelar Sosialisasi Anti-Bullying

SEMARANG — SD Marsudirini Pemuda Semarang menggelar kegiatan sosialisasi anti-bullying bertema “Berbeda Itu Unik, Bersama Itu Asik” pada Jumat, 24 Juli 2026. Acara yang berlangsung di Aula SD Marsudirini Pemuda ini diselenggarakan melalui kerja sama dengan Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan ramah anak.



Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Agar materi dapat tersampaikan secara efektif dan sesuai dengan taraf perkembangan anak, acara dibagi menjadi dua sesi:

  • Sesi I: Ditujukan untuk siswa jenjang kelas kecil (kelas 1–3).
  • Sesi II: Ditujukan untuk siswa jenjang kelas besar (kelas 4–6).

Pembelajaran Interaktif dan Edukatif

Selama acara berlangsung, tim narasumber dari Unika Soegijapranata menyampaikan materi dengan pemanfaatan media visual modern. Melalui layar presentasi interaktif, para siswa diajak mengenali berbagai bentuk perilaku perundungan (bullying), baik secara verbal, fisik, maupun sosial, serta memahami dampaknya terhadap teman sebaya.



Anak-anak mengikuti rangkaian acara dengan sangat antusias. Antusiasme ini terlihat jelas saat pemateri turun langsung menyapa dan memberikan kesempatan bertanya kepada peserta. Para siswa yang mengenakan seragam pramuka tampak berebut ingin berbicara, menjawab pertanyaan, dan membagikan pengalaman mereka menggunakan mikrofon.

Mendorong Sikap Inklusif Sejak Dini

Tema “Berbeda Itu Unik, Bersama Itu Asik” dipilih untuk menekankan pentingnya menghargai keberagaman di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan yang ramah anak, narasumber mengajak para siswa untuk:

  • Menganggap perbedaan fisik, latar belakang, maupun karakter sebagai keunikan yang memperkaya pertemanan.
  • Berani menolak aksi perundungan dan tidak menjadi penonton pasif saat melihat teman diperlakukan tidak adil.
  • Mengembangkan empati dan rasa saling menyayangi sesama teman sekolah.

Pihak sekolah berharap kolaborasi dengan Universitas Katolik Soegijapranata ini dapat terus berlanjut. Melalui sosialisasi ini, SD Marsudirini Pemuda Semarang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang belajar yang bebas dari perundungan, sehingga setiap siswa dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Gigi, SD Marsudirini Pemuda Semarang Gelar Sosialisasi "Gigiku Sehat Senyumku Ceria"


SEMARANG – Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesejahteraan serta tumbuh kembang anak-anak usia sekolah. Guna menanamkan kebiasaan menjaga kebersihan diri sejak dini, SD Marsudirini Pemuda Semarang menggelar kegiatan sosialisasi kesehatan gigi bertema "Gigiku Sehat Senyumku Ceria" pada Kamis, 23 Juli 2026.

Berlokasi di Aula SD Marsudirini Pemuda Semarang, kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Untuk menjaga suasana belajar tetap kondusif dan materi yang disampaikan sesuai dengan tingkat pemahaman siswa, acara dibagi menjadi dua sesi:

  • Sesi Pertama: Diikuti oleh siswa kelas 1, 2, dan 3 pada pagi hari.
  • Sesi Kedua: Dikhususkan bagi siswa kelas 4, 5, dan 6 pada siang hari.

Kolaborasi Bersama Orang Tua Murid Berprofesi Dokter

Acara ini terasa semakin spesial karena mengusung konsep sinergi dan keterlibatan aktif lingkungan sekolah. SD Marsudirini Pemuda berkolaborasi langsung dengan para orang tua murid yang berprofesi sebagai dokter gigi.



Hadirnya para dokter gigi yang juga merupakan bagian dari keluarga besar sekolah membuat suasana sosialisasi berlangsung hangat, edukatif, sekaligus interaktif. Para dokter memaparkan materi dengan gaya penyampaian yang ringan, menarik, serta mudah dipahami oleh anak-anak.

Edukasi Interaktif dan Antusiasme Para Siswa

Antusiasme tinggi terlihat jelas dari seluruh peserta. Para siswa tampak bersemangat menyimak penjelasan mengenai cara menyikat gigi yang baik dan benar, pentingnya memilih makanan yang sehat untuk gigi, hingga risiko jika malas merawat kebersihan mulut.



Tidak hanya mendengarkan paparan teori, anak-anak juga diajak untuk berpartisipasi langsung secara praktis melalui peragaan alat peraga kesehatan gigi dan sesi tanya jawab yang interaktif. Kehadiran peraga visual seperti maket gigi berukuran besar membuat para siswa semakin tertarik dan aktif mengajukan pertanyaan.

Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga terbiasa menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga semangat "Gigiku Sehat Senyumku Ceria" senantiasa terpancar dari seluruh siswa SD Marsudirini Pemuda Semarang.

 

 

Rabu, 22 Juli 2026

Edukasi Perlindungan Diri Sejak Dini, SD Marsudirini Pemuda Gelar Sosialisasi Sex Education "Tubuhku adalah Milikku"

 SEMARANG – Dalam upaya memberikan pemahaman mendasar mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan dan keamanan diri, SD Marsudirini Pemuda Semarang menggelar kegiatan sosialisasi sex education bertajuk "Tubuhku adalah Milikku". Kegiatan yang diselenggarakan pada Selasa, 21 Juli 2026 bertempat di Aula SD Marsudirini Pemuda ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi mulai dari kelas 1 hingga kelas 6.



Edukasi kesehatan seksual dan reproduksi sejak usia dini menjadi hal mendesak untuk dibekalkan kepada peserta didik, guna memagari anak-anak dari potensi kejahatan atau kekerasan seksual serta meningkatkan kesadaran akan batas-batas tubuh.

Pembagian Sesi Berdasarkan Usia Perkembaangan Anak

Untuk memastikan materi yang disampaikan dapat diserap secara optimal dan sesuai dengan tingkat pemahaman usia anak, panitia membagi kegiatan ini menjadi dua sesi utama:

  1. Sesi Pertama (Kelas 1–3): Berlangsung pada pagi hari dengan pendekatan yang interaktif, edukatif, dan ramah anak. Pada sesi ini, materi difokuskan pada pengenalan bagian-bagian tubuh, pemahaman tentang "area pribadi" yang tidak boleh dilihat atau disentuh oleh orang lain, serta keberanian untuk berkata "Tidak!" (Say No) dan melapor kepada guru atau orang tua jika merasa tidak nyaman.
  2. Sesi Kedua (Kelas 4–6): Dilaksanakan pada sesi berikutnya dengan pendalaman materi yang disesuaikan untuk usia pra-remaja. Siswa diajak memahami perubahan fisik dan emosional masa pubertas, pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, batas batasan dalam berinteraksi sosial, hingga pemanfaatan teknologi digital secara bijak.

Antusiasme Tinggi dan Partisipasi Aktif Siswa

Suasana di Aula SD Marsudirini Pemuda tampak begitu hidup. Didampingi oleh narasumber ahli di bidang kesehatan dan psikologi anak, penyampaian materi dikemas secara menarik melalui visual presentasi, cerita interaktif, tanya jawab, serta peragaan sederhana.

Para siswa menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Banyak peserta didik yang mengacungkan tangan dengan penuh percaya diri saat sesi tanya jawab dibuka, baik untuk menjawab pertanyaan pemantik dari pemateri maupun menyampaikan kebingungan mereka secara terbuka.



"Anak-anak sangat responsif dan berani bertanya. Hal ini menunjukkan bahwa ruang edukasi yang terbuka dan aman seperti ini memang sangat dibutuhkan oleh mereka," ujar salah satu pemateri di sela-sela kegiatan.

Komitmen Sekolah Mewujudkan Lingkungan Ramah Anak

Pihak sekolah menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen SD Marsudirini Pemuda dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara holistik—tidak hanya dari segi akademis, tetapi juga karakter dan perlindungan diri.

Melalui kegiatan bertema "Tubuhku adalah Milikku" ini, diharapkan seluruh siswa SD Marsudirini Pemuda Semarang memiliki benteng diri yang kuat, semakin percaya diri, serta mampu menghargai dan menjaga tubuh mereka sendiri maupun menghormati batasan orang lain.

Selasa, 21 Juli 2026

Berani Menolak, Berani Melindungi Diri: SD Marsudirini Pemuda Semarang Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba


 

SEMARANG — Upaya membentengi generasi muda dari bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang terus dilakukan sejak dini. SD Marsudirini Pemuda Semarang menggelar kegiatan sosialisasi edukatif bertajuk “Berani Menolak, Berani Melindungi Diri” pada Senin, 20 Juli 2026. Acara yang berlangsung di Aula SD Marsudirini Pemuda ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.

Kegiatan sosialisasi ini dirancang khusus agar materi yang disampaikan dapat diserap dengan baik sesuai dengan rentang usia peserta. Oleh karena itu, acara dibagi menjadi dua sesi:

  • Sesi I: Diperuntukkan bagi siswa kelas 1, 2, dan 3 dengan pendekatan yang interaktif, visual, dan ramah anak.
  • Sesi II: Diikuti oleh siswa kelas 4, 5, dan 6 dengan penyampaian materi yang lebih mendalam mengenai pencegahan dan dampak bahaya penyalahgunaan zat terlarang.

Tampilkan Media Edukasi Interaktif


Dalam pelaksanaan kegiatan, pemateri menghadirkan tayangan edukatif melalui proyektor serta materi visual yang menarik perhatian para siswa. Pendekatan interaktif ini membuat para siswa tidak hanya duduk mendengarkan, tetapi juga diajak berpikir kritis dan memahami pentingnya menjaga diri dari bujukan atau barang-barang asing yang mencurigakan.

Siswa-siswi terlihat sangat antusias sepanjang jalannya acara. Mereka menyimak pemaparan materi dengan tertib, merespons pertanyaan dari pemateri, dan aktif berinteraksi saat sesi tanya jawab berlangsung.

Rangkaian Edukasi Lingkungan Sekolah

Kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari rangkaian program sosialisasi sekolah yang berlangsung sepanjang pekan, 20–24 Juli 2026. Melalui pemahaman yang ditanamkan sejak dini, SD Marsudirini Pemuda Semarang berharap para siswa tidak hanya memiliki pengetahuan akademik yang baik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, siap membentengi diri, serta berani berkata “tidak” terhadap hal-hal yang berbahaya bagi masa depan mereka.

Jumat, 18 Juli 2025

Sosialisasi Pencegahan Perundungan Warnai Hari Ke-4 MPLS SD Marsudirini Jl. Pemuda Semarang

 

Semarang, 17 Juli 2025 — Rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Marsudirini Jl. Pemuda Semarang terus berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Memasuki hari keempat, suasana di sekolah tampak berbeda dari biasanya. Aula SD Marsudirini tampak ramai oleh para siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 yang mengikuti kegiatan sosialisasi pencegahan perundungan yang menjadi agenda utama MPLS hari ini.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 17 Juli 2025 ini menghadirkan narasumber spesial, yaitu Ibu Tuvi Herlina, M.Psi, seorang psikolog yang juga merupakan orang tua dari Ethan Keiji Loetana, siswa kelas 3A SD Marsudirini. Keterlibatan orang tua sebagai narasumber memberikan warna tersendiri dan menciptakan suasana yang hangat dan akrab dalam kegiatan sosialisasi ini.

Sosialisasi dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 07.30 hingga 08.30 dan diikuti oleh siswa kelas 1 hingga kelas 3. Sementara itu, sesi kedua berlangsung pukul 09.00 hingga 10.30 dengan peserta dari kelas 4 hingga kelas 6. Setiap sesi dirancang agar sesuai dengan tingkat pemahaman dan usia siswa, sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik.

Dalam paparannya, Ibu Tuvi Herlina menjelaskan secara interaktif dan menyenangkan tentang apa itu perundungan (bullying), jenis-jenis perundungan, serta dampak buruk yang bisa ditimbulkan. Beliau juga memberikan tips praktis bagaimana anak-anak dapat mencegah dan menghadapi perundungan. Dengan gaya penyampaian yang ramah dan penuh empati, anak-anak tampak antusias mendengarkan dan aktif bertanya selama sesi berlangsung.


Ibu Tuvi Herlina, M.Psi memberikan materi pencegahan perundungan

“Saya senang bisa berbagi dengan anak-anak di SD Marsudirini. Pencegahan perundungan harus dimulai sejak dini. Anak-anak perlu tahu bahwa mereka berhak merasa aman dan dihargai di lingkungan sekolah,” ujar Ibu Tuvi saat ditemui seusai sesi pertama berlangsung.

Kepala SD Marsudirini, Ibu V. Sri Winarni, S.Pd., mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia juga menyambut gembira partisipasi orang tua dalam MPLS tahun ini. “Kami sangat mengapresiasi keterlibatan Ibu Tuvi Herlina dalam memberikan edukasi yang sangat penting bagi siswa kami. Ini menjadi bukti bahwa kerja sama antara sekolah dan orang tua merupakan kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak,” tuturnya.

Tak hanya menjadi ajang edukasi, kegiatan ini juga mempererat hubungan antarwarga sekolah. Guru, siswa, dan orang tua tampak saling mendukung dan bekerja sama demi tujuan bersama, yaitu mewujudkan sekolah yang bebas dari perundungan.


Kegiatan MPLS di SD Marsudirini Jl. Pemuda Semarang masih akan berlanjut hingga akhir pekan ini dengan berbagai agenda menarik lainnya yang tak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai positif sejak dini kepada seluruh siswa. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari semua pihak, SD Marsudirini terus berkomitmen menciptakan sekolah yang ramah anak dan penuh kasih. (Tri)

 

Senin, 10 Februari 2025

Semangat Jurnalistik Membara di Ekstrakurikuler SD Marsudirini



Semarang, 10 Februari 2025 - Ruang kelas SD Marsudirini Jl. Pemuda Semarang dipenuhi semangat para siswa-siswi yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik. Setiap Senin, pukul 13.15 hingga 14.45 WIB, mereka berkumpul untuk mempelajari seluk beluk dunia jurnalistik.

Pada pertemuan Senin (10/2), Bp. Fransiscus Xaverius Iskin Triyanto, atau yang akrab disapa Pak Tri, membimbing siswa-siswi untuk belajar membuat berita. Pak Tri dengan penuh semangat menjelaskan teknik-teknik dasar penulisan berita, mulai dari menentukan topik yang menarik, mengumpulkan informasi, hingga menyusun berita dengan struktur yang baik dan benar.

Suasana belajar semakin hidup karena siswa-siswi diperbolehkan menggunakan smartphone atau gadget untuk mencari dan melihat contoh-contoh berita. Tidak hanya mendengarkan materi, mereka juga langsung mempraktikkan cara membuat berita. Antusiasme siswa-siswi dalam menulis sungguh luar biasa. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, dan saling berbagi ide untuk menghasilkan berita yang informatif dan menarik.

"Kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik ini bertujuan untuk mengenalkan dunia jurnalistik sejak dini kepada siswa-siswi," ujar Pak Tri. "Selain itu, kegiatan ini juga bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis siswa-siswi."

Melalui kegiatan ini, SD Marsudirini berharap dapat menumbuhkan minat dan bakat siswa-siswi di bidang jurnalistik. Siapa tahu, kelak akan muncul jurnalis-jurnalis handal dari SD Marsudirini yang siap menyampaikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi masyarakat.

Selasa, 30 Juli 2024

Sosialisasi Anti Narkoba di SD Marsudirini

 


Selasa, 30 Juli 2024 SD Marsudirini  mengadakan sosialisasi anti-narkoba di Aula dengan mendatangkan narasumber dari BNN. Tujuan diadakannya sosialisasi anti-narkoba ini untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan membantu siswa-siswi memahami dan mengerti tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. 

Sosialisasi anti-narkoba ini dimulai pada pukul 09.00 WIB setelah waktu istirahat sampai sampai pukul 10.00 untuk kelas 1-3 dan dilanjutkan 10-15 sampai selesai untuk kelas 4-6.


Dalam sosialisasi ini membicarakan terkait definisi dari narkoba itu sendiri, jenis-jenisnya, bahaya dari narkoba, ciri-ciri jika sudah terpapar narkoba, cara terhindar dan melindungi diri sendiri dari narkoba, contoh modus penipuan narkoba, hingga apa yang harus dilakukan jika sudah terlanjur terpapar narkoba. 


Sosialisasi ini dilakukan menggunakan media presentasi. Presentasi digunakan untuk menyampaikan informasi secara langsung dan interaktif. Di sela-sela presentasi juga diadakan quiz berhadiah bagi yang bisa menjawab pertanyaan. sedangkan poster edukatif digunakan untuk menyampaikan informasi secara visual dan mudah dipahami.


Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi angka penyalahgunaan narkoba. Selain itu, program ini juga dapat membantu dalam pembentukan karakter yang sehat dan beretika di kalangan siswa-siswi. Dalam keseluruhan, program sosialisasi anti-narkoba oleh BNN merupakan langkah yang strategis dalam upaya pencegahan dan perlawanan terhadap penyalahgunaan narkoba. Dengan metode yang efektif dan sasaran yang tepat, program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku sehat di kalangan anak-anak.



Aku Berhak Melindungi Diriku (Program Psikoedukasi Pendidikan Seks untuk Anak Usia Dini)

 


Pendidikan seksual merupakan suatu keterampilan dan pengetahuan yang perlu diberikan sedini mungkin kepada anak mengenai perilaku seksual untuk menghadapi hal-hal yang akan terjadi di masa depan seiring bertambahnya usia serta membentuk karakter dan pola perilaku agar mampu terhindar dari perilaku-perilaku yang beresiko terhadap pelecehan seksual maupun perilaku seksual menyimpang.

Kekerasan seksual belakangan ini nampak makin kerap terjadi di tengah masyarakat kita, berbagai rentang usia pun menjadi korban dari kejahatan seksual ini, tidak terkecuali anak-anak.



Senin, 29 Juli 2024, SD Marsudirini melaksanakan program psikoedukasi pendidikan seksual untuk anak usia dini dengan judul "Aku Berhak Melindungi Diriku" bekerja sama dengan Rumah Sakit Ibu dan Anak Anugerah Semarang. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SD Marsudirini yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 4-6 .

Tujuan dari dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman anak mengenai area tubuh yang harus dijaga dari sentuhan orang lain. Kegiatan tersebut dilakukan dengan metode yang sangat disukai oleh anak, yaitu bernyanyi. Selain memperoleh pengetahuan baru, diharapkan metode ini dapat memberikan kesan yang baik terhadap anak. Terdapat berbagai rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama program psikoedukasi ini.

Pendidikan seksual sangat penting bagi anak karena hal tersebut merupakan proses pengajaran dan pembelajaran yang difokuskan pada pengajaran dan pembelajaran berbasis kurikulum tentang aspek kognitif, emosional, fisik dan sosial seksualitas. Tujuan pendidikan seksual untuk membekali dan menyadarkan anak pentingnya menjaga kesehatan, kesejahteraan dan martabat mereka dengan cara penanaman perlindungan diri dalam mengembangkan hubungan sosial dan seksual yang baik.

Di era digital yang serba teknologi canggih seperti saat ini, anak dengan cepat dan bebas dapat mengakses media diberbagai aplikasi tanpa bimbingan orang tua atau pun pendidik yang tanpa kita sadari dan ketahui mayoritas aplikasi tersebut terdapat iklan-iklan yang belum cukup umur yang dapat anak lihat setiap membuka aplikasi. Oleh karena itu penting pendidikan seks untuk anak mengenai pengetahuan dan pembelajaran diberikan sedini mungkin.

Edukasi mengenai pendidikan seks pada anak ini akan sangat dibutuhkan bagi setiap orangtua, pendidik maupun ahli kependidikan dalam memberikan parenting kepada anak mengingat zaman akan selalu berkembang di era digital seperti saat ini. Hal tersebut juga dapat memberikan manfaat dalam persiapan dimasa pubertas anak.

 


Rabu, 24 Juli 2024

Brighten Your Day With Smile (Spirit, Motivation, Integritas, Leader, Eager)

 


Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi siswa baru pada tahun ajaran 2024/2025 ini telah mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 18 tahun 2016 tentang pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru. Pergantian tahun pelajaran sudah dimulai, para siswa sudah mulai melakukan pendaftaran untuk melanjutkan belajar ke jenjang sekolah yang lebih tinggi. Tentunya ketika masa awal masuk sekolah para siswa akan menghadapi masa-masa orientasi / adaptasi yang lebih dikenal dengan istilah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).



Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS) ini bertujuan untuk mengenalkan program-program sekolah serta sarana dan prasarana yang terdapat di sekolah sehingga para siswa dapat memanfaatkannya dengan baik, selain itu para siswa juga dapat mengenal atau mengetahui teman-teman baru mereka di sekolah yang baru. Melalui kegiatan MPLS ini peserta didik baru diperkenalkan lebih detail tentang profil sekolah.

Di SD Marsudirini MPLS berlangsung selama 3 hari yaitu tanggal 22-24 Juli 2024. Hari pertama dilakukan penyambutan siswa kelas 1, serta perkenalan guru dan karyawan. hari kedua  para guru memperkenalkan sekolah kepada siswa baru untuk lebih memahami visi dan misi serta tata tertib sekolah. Memperkenalkan sekolah ramah anak kepada siswa baru agar merasa nyaman berada di lingkungan sekolah yang baru. Mendorong siswa baru agar mampu beradaptasi dengan lingkungan yang baru sehingga dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan baik. Mengembangkan nilai-nilai karakter dan praktik baik dilakukan di sekolah.

 Foto: Kimberley (Tim Jurnalistik Divisi Fotografi)

Selasa, 16 April 2024

Kegiatan Ekstrakurikuler Jurnalistik Belajar Meliput

Kegiatan meliput dan menulis merupakan dua tugas yang mesti dijalani bagi seseorang yang berprofesi sebagai jurnalis.

Unsur-unsur pembuatan berita diawali dengan rumus yang dikenal 5W (what, why, who, when dan where) dan 1 H (how). Peralatan liputan seperti notes, tape recorder, pulpen dan kamera harus disiapkan.


Dalam kegiatan ekstrakurikuler hari ini anak-anak belajar liputan memberikan informasi. Sebelumnya anak diberikan materi tentang liputan . Kegiatan ini juga  melatih anak percaya diri di depan kamera.

Senin, 01 Mei 2023

Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2023



Indonesia memiliki sejarah Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap 2 Mei, meski peringatan ini tidak ditandai dengan libur nasional. Pada tahun ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menetapkan tema peringatan Hari Pendidikan Nasional 2023 adalah 'Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar'. Selain itu, akan ada pula upacara bendera dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional pada Selasa, 2 Mei 2023 pukul 07.00 WIB . Terlepas dari peringatan dan tema Hari Pendidikan Nasional pada tahun ini, tahukah kamu latar belakang diperingatinya Hari Pendidikan Nasional? Berikut sejarahnya. Hari Pendidikan Nasional atau disingkat Hardiknas merupakan hari yang ditetapkan pemerintah untuk mengenang jasa Ki Hajar Dewantara, tokoh penting bagi kemajuan pendidikan Indonesia sejak masa penjajahan. Pemerintah telah menetapkan Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Tanggal 2 Mei sendiri merupakan hari kelahiran Ki Hajar Dewantara. Ketentuan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 67 Tahun 1961 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur. Pemerintah menetapkan peringatan Hari Pendidikan Nasional setiap 2 Mei, meski bukan hari libur. Pria yang lahir dengan nama Raden Mas Soewardi Suryaningrat itu menjadi sosok penting bagi kemajuan pendidikan Indonesia. Sebab dirinya berani mengkritik pemerintah Hindia Belanda karena hanya memberi akses pendidikan bagi keturunan Belanda dan kaum priyayi. Nah masih ingat dengan semboyan Ki Hajar Dewantara? pasti ingat dong... Ki Hajar Dewantara  membentuk tiga semboyan yang diterapkan dalam sistem pendidikan Indonesia sebagai berikut. Ing Ngarso Sung Tulodo yang berarti 'Di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik' . Ing Madyo Mangun Karso yang berarti 'Di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide' Tut Wuri Handayani yang berarti 'Di belakang, guru harus bisa memberikan dorongan atau arahan' . Demikian sejarah Hari Pendidikan Nasional. Semoga bermanfaat dan selamat merayakan Hari Pendidikan Nasional 2023!


Senin, 06 Februari 2023

Teknik Meliput dan Menulis Artikel

Tim Jurnalistik SD Marsudirini
sedang mengabadikan kegiatan 
Salah satu kegiatan di SD Marsudirini adalah Ekstrakurikuler Jurnalistik. Ekstra ini dilaksanakan setiap Senin Pukul 13.00 sampai 14.30. Kegiatan dalam jurnalistik salah satunya  kegiatan meliput dan menulis. 

Dalam kegiatan ini merupakan dua tugas yang mesti dijalani bagi seseorang yang berprofesi sebagai jurnalis. Kalau seorang wartawan sudah meliput berita maka proses pengolahannya menjadi sebuah berita tidak bisa diserahkan kepada orang lain, tetapi harus dikerjakan langsung oleh wartawan yang bersangkutan.

Seorang wartawan yang menulis berita tidak mesti meliput ke lapangan. Wartawan seringkali menerima pers release dari perusahaan atau instansi. Rilis tersebut bisa dikirim melalui e-mail, faksimil atau dikirim melalui surat. Kalau rilis tersebut sudah memenuhi unsur-unsur pembuatan berita atau sudah layak siar maka materi tersebut siap dikerjakan.

Unsur-unsur pembuatan berita diawali dengan rumus yang dikenal 5W (what, why, who, when dan where) dan 1 H (how). Sedangkan di Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara ditambah lagi dengan rumus 3E (empowering, educating, enlightening) dan 1N (nationalism) karena lembaga ini menjalankan fungsi Public Service Obligation (PSO).

Teknik Meliput BeritaSebelum meliput berita ke obyek sasaran ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai bekal. Berikut beberapa tips sederhana berdasarkan pengalaman pribadi selama menjadi wartawan.

1. Peralatan liputan seperti notes, recorder, pulpen dan kamera mesti disiapkan. Perkembangan sekarang peralatan ini sudah bisa digantikan dengan satu unit smartphone.

2. Memahami isu yang berkembang. Manajemen redaksi dalam media yang sudah mapan biasanya menyiapkan agenda setting atau risalah perencanaan pemberitaan mingguan. Persiapan ini perlu dilakukan agar wartawan tidak gagap saat di lapangan.

3. Menyiapkan materi wawancara. Persiapan yang dilakukan meliputi materi-materi pertanyaan yang hendak ditanyakan ke narasumber.

4. Memahami narasumber. Narasumber yang diwawancarai adalah orang yang mempunyai kompetensi dibidangnya. Mengetahui jabatan dan latar belakang akademis sumber berita sangat diperlukan.

5. Sumber Berita. Sebuah berita sumbernya bermacam-macam seperti pengalaman langsung wartawan, pers release, konferensi pers, informasi dari media social seperti facebook dan twitter, status di blackberry messenger, obervasi dan wawancara.

6. Kartu identitas. Kartu pers bisa berasal dari perusahaan, dari asosiasi wartawan seperti PWI, AJI dan IJTI atau bisa berasal dari dewan pers.

7. Perhatikan jarak. Kemacaten arus lalu lintas memberikan pelajaran bagi jurnalis untuk mengelola waktu sebaik mungkin.

8. Pos liputan atau wilayah. Pembagian pos liputan seperti Hankam, pendidikan, ekonomi atau life style mempermudah redaksi agar wartawan bisa fokus ke bidang tertentu. Demikian pula penempatan wartawan di daerah-daerah tertentu membantu wartawan fokus di daerah tersebut.

9. Keterikatan waktu. Penulisan berita peristiwa tidak bisa ditunda keesokkan harinya karena akan basi kecuali kalau tulisan tersebut berbentuk karangan khas.

10. Menjaga kontak. Menjaga hubungan baik dan memelihara jejaring dengan narasumber perlu dilakukan karena ada kalanya mereka hanya memberikan informasi pada wartawan tertentu.

11. Daerah Konflik. Peliputan di daerah konflik memiliki kiat-kiat tersendiri terkait dengan keselamatan wartawan.

Teknik Penulisan Berita Setelah mendapatkan materi berita langkah selanjutnya untuk pembuatan berita adalah menulis berita. Berita pada umumnya dikategorikan menjadi dua jenis yakni berita lempang (straight news) dan karangan khas (features). 

Teknik penulisan kedua kategori berita tersebut berbeda. Berita lempang dibatasi waktu, sedangkan karangan khas tenggat waktunya lebih longgar.Berita lempang digunakan dalam penulisan berita peristiwa sehari-hari. Dalam perkembangannya ada juga berita lempang yang ditulis secara bercerita.

Pembuatan pers rilis yang dilakukan instansi-instansi umumnya menggunakan berita lempang dengan dilampiri foto pendukung.Teknik penulisan berita lempang yang sederhana adalah menggunakan piramida terbalik (Gambar 1). Pembuatan berita diawali dengan gagasan utama dalam lead. Pembuatan lead ini mesti menjawab pertanyaan 5W dan 1H. 

Setelah itu baru diikuti gagasan pendukung dan detail yang ada dalam tubuh berita.Penulisan berita dengan model piramida terbalik dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menyampaikan inti gagasan secepat mungkin kepada pembaca. Dalam era digital yang demikian cepat orang cenderung membaca lead dahulu baru kemudian melanjutkan secara lengkap kalau tidak sibuk.Bahkan dalam sistem penulisan di LKBN Antara orang diharapkan faham hanya dengan membaca judulnya. Kalau penulisan lead menggunakan pola Subyek + Predikat + Obyek + Keterangan (S P O K), maka penulisan judul berita tidak boleh lebih dari tujuh kata.

1. Tokoh. Semua peristiwa yang menyangkut tokoh layak diberitakan. 

2. Besar. Semua peristiwa yang besar layak diberitakan.

3. Dekat. Peristiwa kecil yang dekat kita layak diberitakan daripada peristiwa yang sama tetapi jauh. 

4. Yang pertama. Peristiwa yang pertama kali terjadi layak diberitakan.

5. Human Interest. Semua peristiwa yang menyentuh kemanusiaan layak diberitakan.

6. Bermisi. Setiap berita harus memiliki tujuan misalnya mencerdaskan, mendidik, memotifasi

7. Unik. Setiap peristiwa yang unik layak untuk diberitakan.

8. Eksklusif. Semua berita eksklusif layak diberitakan missal berita investigasi.

9. Trend, trend gaya hidup atau perilaku.

10.Prestasi. Kisah-kisah keberhasilan seseorang.

Kamis, 11 November 2021

Ziarah ke Makam Pahlawan Giri Tunggal Semarang


Salam Marsudirinian!

Semarang (11/11) Beberapa guru dan siswa berziarah ke Makam Mgr Soegijapranata, SJ  di TMP Giri Tunggal, Semarang. Tahun ini SD Marsudirini ingin memperinggati hari pahlawan dengan cara yang berbeda. Beberapa siswa diajak ke TMP Giri Tunggal  untuk mendoakan para pahlawan dan mengenang  jasa mereka. Tujuan berziarah diharapkan tumbuhnya sikap patriotisme siswa untuk melanjutkan tekad para pahlawan dalam meraih kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Selain itu, melalui peringatan hari pahlawan para guru menanamkan nilai-nilai kepahlawanan dalam bentuk semangat pantang menyerah. Implementasinya dengan sikap menjunjung tinggi nilai solidaritas dan sportivitas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.   

Siswa dan guru tiba di TMP Giri Tunggal pada pukul 11.00 WIB, kemudian menuju ke Makam Mgr Soegijapranata SJ. Sesampainya di makam, siswa dan guru memanjatkan doa bersama.

Selama  ini siswa hanya mengerti sosok pahlawan dari materi pelajaran di kelas. Penjelasan tentang pahlawan adalah sosok pejuang yang berperang melawan penjajah untuk merebut kembali kemerdekaan. Maka untuk memperkuat pemahaman  mereka, maka anak-anak diajak kesini (TMP) untuk menyaksikan langsung bahwa pahlawan itu benar-benar ada. Kami, mengajak beberapa anak karena masih pandemi

Dalam kegiatan ziarah ke TMP, siswa-siswi SD Marsudirini diharapkan  mampu mengikuti jejak langkah para pahlawan. Dalam arti meneladani perjuangan mereka dan rela berkorban untuk Tanah Air. Konteksnya saat ini, perjuangan itu diwujudkan dalam sikap rajin belajar dalam meraih cita-cita yang luhur serta belajar menghargai hasil jerih payah para pejuang. 


Sabtu, 14 Maret 2015

SD Marsudirini Jl. Pemuda Berpartisipasi Dalam Pesta Siaga di Kecamatan

Pagi tadi SD Marsudirini mengirimkan 2 barung untuk berpartisipasi Pesta Siaga yang diadakan di Kecamatan.Dalam pesta siaga ini didampingi oleh Ibu Susi, Bp. Yono, Ibu Sri, Ibu Bernadeth. Cuaca pagi memang tidak bersahabat, namun tidak menyurutkan semangat anak-anak. Untuk diketahui, bahwa gerakan Pramuka sebagai wadah pengembangan diri dari peserta didik telah mendapat tempat dalam menjalankan aktivitasnya untuk menunjang Program Pemerintah khususnya Pendidikan Luar Sekolah dan sekaligus merupakan pendidikan non formal, Gerakan Pramuka dalam pelaksanaannya menggunakan Prinsif Dasar Metodik Kepramukaan. Gugus Depan sebagai ujung tombak tempat pembinaan jatidiri peserta didik merupakan kegiatan yang dapat dipertanggung jawabkan dan bernilai pendidikan sehingga kegiatannya harus berencana, dipersiapkan, dilaksanakan dan dapat dinilai dari segi pendidikan maupun kejiwaan.(pak Tri)

Selasa, 17 Desember 2013

SD MARSUDIRINI PEMUDA WAKIL JAWA TENGAH DALAM DIKLAT REALISTIC MATHEMAGICS EDUCATION


PAK ANGGA dari SD MARSUDIRINI PEMUDA, WAKIL JAWA TENGAH
 dalam DIKLAT REALISTIC MATHEMAGICS EDUCATION  ( SEAMEO QITEP )
Muda, ganteng, energik, dan murah senyum. Itulah profil Pak Angga, begitu dia biasa dipanggil oleh anak-anak didik maupun rekan-rekan guru. Pemilik nama lengkap Gabriel Erlangga Prasetyanto ini, belum lama berselang terpilih mewakili Guru-guru matematika se Jawa Tengah untuk mengikuti Diklat Realistic Mathematics Education

Sabtu, 26 Oktober 2013

Gugus Tugu Muda Mengadakan Sosialisasi Kurikulum 2013 kepada Para Guru se Kecamatan Semarang Tengah

Sabtu, 26 Oktober 2013 Gugus Tugu Muda yang berinduk di SD Marsudirini Jl. Pemuda, mengadakan sosialisasi Kurikulum 2013 kepada guru-guru se-Kecamatan Semarang Tengah yang diikuti kurang lebih 40 peserta.