SEMARANG – Dalam upaya memberikan pemahaman mendasar mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan dan keamanan diri, SD Marsudirini Pemuda Semarang menggelar kegiatan sosialisasi sex education bertajuk "Tubuhku adalah Milikku". Kegiatan yang diselenggarakan pada Selasa, 21 Juli 2026 bertempat di Aula SD Marsudirini Pemuda ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi mulai dari kelas 1 hingga kelas 6.
Edukasi kesehatan seksual dan
reproduksi sejak usia dini menjadi hal mendesak untuk dibekalkan kepada peserta
didik, guna memagari anak-anak dari potensi kejahatan atau kekerasan seksual
serta meningkatkan kesadaran akan batas-batas tubuh.
Pembagian Sesi Berdasarkan
Usia Perkembaangan Anak
Untuk memastikan materi yang
disampaikan dapat diserap secara optimal dan sesuai dengan tingkat pemahaman
usia anak, panitia membagi kegiatan ini menjadi dua sesi utama:
- Sesi Pertama (Kelas 1–3):
Berlangsung pada pagi hari dengan pendekatan yang interaktif, edukatif,
dan ramah anak. Pada sesi ini, materi difokuskan pada pengenalan
bagian-bagian tubuh, pemahaman tentang "area pribadi" yang tidak
boleh dilihat atau disentuh oleh orang lain, serta keberanian untuk
berkata "Tidak!" (Say No) dan melapor kepada guru atau
orang tua jika merasa tidak nyaman.
- Sesi Kedua (Kelas 4–6):
Dilaksanakan pada sesi berikutnya dengan pendalaman materi yang
disesuaikan untuk usia pra-remaja. Siswa diajak memahami perubahan fisik
dan emosional masa pubertas, pentingnya menjaga kebersihan organ
reproduksi, batas batasan dalam berinteraksi sosial, hingga pemanfaatan
teknologi digital secara bijak.
Antusiasme Tinggi dan
Partisipasi Aktif Siswa
Suasana di Aula SD Marsudirini
Pemuda tampak begitu hidup. Didampingi oleh narasumber ahli di bidang kesehatan
dan psikologi anak, penyampaian materi dikemas secara menarik melalui visual
presentasi, cerita interaktif, tanya jawab, serta peragaan sederhana.
Para siswa menunjukkan
antusiasme yang luar biasa. Banyak peserta didik yang mengacungkan tangan
dengan penuh percaya diri saat sesi tanya jawab dibuka, baik untuk menjawab
pertanyaan pemantik dari pemateri maupun menyampaikan kebingungan mereka secara
terbuka.
"Anak-anak sangat
responsif dan berani bertanya. Hal ini menunjukkan bahwa ruang edukasi yang
terbuka dan aman seperti ini memang sangat dibutuhkan oleh mereka," ujar
salah satu pemateri di sela-sela kegiatan.
Komitmen Sekolah Mewujudkan
Lingkungan Ramah Anak
Pihak sekolah menegaskan bahwa
sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen SD Marsudirini Pemuda dalam
menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang
anak secara holistik—tidak hanya dari segi akademis, tetapi juga karakter dan
perlindungan diri.
Melalui kegiatan bertema "Tubuhku
adalah Milikku" ini, diharapkan seluruh siswa SD Marsudirini Pemuda
Semarang memiliki benteng diri yang kuat, semakin percaya diri, serta mampu
menghargai dan menjaga tubuh mereka sendiri maupun menghormati batasan orang
lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar