> DIBUKA PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) UNTUK TAHUN PELAJARAN 2026-2027 , INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI WHATSAPP SEKOLAH 08112921157 >>> SELAMAT DAN SUKSES KEPADA FRANSISCO JORDY YANG TELAH MENDAPAT JUARA 3 CABANG MATEMATIKA TINGKAT SD/MI/SEDERAJAT OLIMPIADE SAINS NASIONAL TINGKAT NASIONAL >>>SELAMAT TAHUN BARU 2026 >>> KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DIMULAI 13 JANUARI 2026 >>> FOLLOW, LIKE DAN COMMENT AKUN MEDIA SOSIAL SD MARSUDIRINI >>> INSTAGRAM @SDMARSUDIRINIPEMUDA >>> TIKTOK @SDMARSUDIRINI "

Jumat, 17 April 2026

Keceriaan dan Belajar Bersama Alam: SD Marsudirini Pemuda Gelar Outing Class di Kampung Surga Bandungan

 

SEMARANG – Suasana pagi yang sejuk dan penuh semangat menyelimuti rombongan keluarga besar SD Marsudirini Pemuda pada hari Jumat, 17 April 2026. Tawa riang dan antusiasme terlihat jelas dari wajah para siswa yang bersiap mengikuti kegiatan outing class yang sangat dinanti-nantikan. Kali ini, destinasi yang dituju adalah sebuah kawasan asri yang edukatif, yakni Kampung Surga, Bandungan.

Kegiatan belajar di luar kelas ini bukan sekadar jalan-jalan biasa, melainkan sebuah program edukasi alam yang dirancang untuk melatih kemandirian, kerja sama, dan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Dengan menghirup udara segar pegunungan Bandungan, para siswa diajak untuk belajar langsung dari alam yang tidak selalu bisa didapatkan di dalam ruang kelas.

Diikuti oleh Rombongan Penuh Semangat

Kegiatan outing class ini diikuti oleh total 49 siswa yang tampak sangat bersemangat sejak berangkat dari sekolah. Keamanan dan kelancaran acara ini juga sangat terjamin dengan hadirnya para pendamping yang luar biasa. Rombongan didampingi langsung oleh Suster, 2 orang guru pembimbing yang setia mengarahkan siswa, serta dibantu oleh 4 orang tua murid yang turut berpartisipasi memastikan anak-anak belajar dan bermain dengan aman.

Kehadiran Suster, para guru, dan perwakilan orang tua murid menciptakan kolaborasi yang hangat antara pihak sekolah dan keluarga. Hal ini membuat suasana outing class terasa seperti liburan keluarga besar yang sarat akan makna dan pembelajaran.

Beragam Aktivitas Seru di Kampung Surga

Sesampainya di Kampung Surga Bandungan, rombongan langsung disambut oleh pemandangan alam yang hijau dan udara yang sangat sejuk. Sesuai dengan namanya, tempat ini menawarkan ‘surga’ kecil bagi anak-anak untuk mengeksplorasi alam.

Berbagai kegiatan seru telah dipersiapkan. Mulai dari ice breaking untuk mencairkan suasana, permainan kekompakan kelompok ( team building ), hingga kegiatan menjelajah alam sekitar. Anak-anak diajak untuk mengenali berbagai jenis tanaman, bermain permainan tradisional, dan belajar bekerja sama menyelesaikan tantangan yang diberikan oleh fasilitator. Tidak ada gawai di tangan mereka; yang ada hanyalah interaksi langsung dengan teman, guru, dan alam.

Sukses Berkat Kolaborasi dengan Three D Tour

Kesuksesan dan kelancaran acara outing class yang penuh kenangan ini tentu tidak lepas dari persiapan yang matang. Perjalanan dari Semarang menuju Bandungan, hingga seluruh rangkaian acara di lokasi dapat berjalan dengan sangat baik berkat kerja sama sekolah dengan Three D Tour.

Sebagai mitra perjalanan dan penyelenggara kegiatan, Three D Tour memberikan pelayanan yang maksimal. Mulai dari transportasi yang nyaman bagi anak-anak, penyusunan jadwal yang rapi, hingga pemanduan selama berada di Kampung Surga Bandungan. Profesionalisme tim Three D Tour membuat para guru dan orang tua pendamping bisa lebih fokus mengawasi dan mendampingi proses belajar anak-anak tanpa perlu khawatir memikirkan hal-hal teknis di lapangan.

Membawa Pulang Pengalaman Berharga

Kegiatan diakhiri pada sore hari dengan wajah-wajah yang lelah namun memancarkan kebahagiaan. Melalui kegiatan outing class ini, SD Marsudirini Pemuda berharap ke-49 siswa yang berpartisipasi dapat membawa pulang tidak hanya cerita seru, tetapi juga nilai-nilai karakter
(Cetta, Aretha, Laura)

Rabu, 04 Februari 2026

Menabur Kasih dalam Keterbatasan: Kunjungan Kasih SD Marsudirini ke Panti Asuhan Cacat Ganda Bhakti Asih

 


SEMARANG – Pada hari Rabu, 4 Februari 2026, suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti koridor Panti Asuhan Cacat Ganda (PACG) Bhakti Asih, Kota Semarang. Keluarga besar SD Marsudirini melakukan kunjungan sosial yang melibatkan para Suster, Kepala Sekolah, guru pendamping, serta perwakilan siswa-siswi.

Kunjungan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sebuah perjalanan spiritual dan edukasi karakter untuk mendekatkan anak-anak pada realitas kehidupan yang beragam, sekaligus membagikan kebahagiaan kepada saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus.

Misi Utama: Lebih dari Sekadar Berbagi

Tujuan utama dari kegiatan ini dirancang secara mendalam oleh pihak sekolah untuk menyentuh aspek kognitif dan afektif siswa, di antaranya:

  1. Penanaman Nilai Empati dan Kebersyukuran: Mengajak siswa untuk melihat langsung perjuangan hidup teman-teman di panti asuhan, sehingga muncul rasa syukur atas segala anugerah yang mereka miliki.
  2. Implementasi Pendidikan Karakter: Mewujudkan nilai-nilai dasar Marsudirini, yaitu kasih sayang tanpa pamrih kepada sesama, terutama mereka yang paling membutuhkan dan sering terlupakan.
  3. Membangun Inklusivitas Sejak Dini: Mengedukasi siswa bahwa keterbatasan fisik dan mental bukanlah penghalang untuk menjalin persaudaraan. Setiap manusia memiliki martabat yang sama di mata Tuhan.
  4. Dukungan Moril dan Material: Memberikan bantuan nyata berupa donasi dan kebutuhan pokok, serta dukungan semangat melalui kehadiran fisik dan interaksi langsung.

Momen Penuh Haru di Bhakti Asih

Rombongan tiba di lokasi disambut hangat oleh pengurus panti dan para penghuni. Para suster dan Kepala Sekolah mengawali kegiatan dengan doa bersama, memohon kesehatan dan kekuatan bagi para penghuni panti serta para perawat yang dengan sabar mendedikasikan hidup mereka di sana.

Momen paling menyentuh terlihat ketika siswa-siswi SD Marsudirini mulai berinteraksi. Meski awalnya tampak ragu, anak-anak segera mencair ketika melihat keceriaan penghuni panti saat diajak berkomunikasi.

Dukungan Penuh dari Sekolah

Ibu Veronika Sri Winarni, S.Pd selaku Kepala Sekolah SD Marsudirini menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari kurikulum kehidupan. Beliau berharap pengalaman ini akan membekas di hati para siswa hingga mereka dewasa nanti, menjadikan mereka pribadi yang peka terhadap isu sosial di sekitar mereka.

Kunjungan diakhiri dengan penyerahan simbolis bantuan hasil donasi dari seluruh orang tua murid dan warga sekolah. Hal ini menunjukkan sinergi yang luar biasa antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung aksi kemanusiaan.

Kunjungan ke PACG Bhakti Asih ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa di balik setiap keterbatasan, ada jiwa-jiwa hebat yang mengajarkan tentang arti ketabahan. SD Marsudirini berkomitmen untuk terus mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki "Hati yang Melayani."

Salam Marsudirini! Deus Providebit.

 


Selasa, 03 Februari 2026

Belajar Menjadi Pelaku Ekonomi: Siswa Kelas 6 SD Marsudirini Eksplorasi Pasar Prembaen



SEMARANG – Suasana pagi di kawasan Jalan Depok terasa lebih berwarna pada Selasa, 3 Februari 2026. Puluhan siswa kelas 6 SD Marsudirini Semarang tampak bersemangat menyusuri trotoar dengan berjalan kaki dari sekolah menuju salah satu pusat ekonomi tradisional ikonik di Kota Semarang, yakni Pasar Prembaen.

Kegiatan ini bukan sekadar jalan-jalan pagi biasa, melainkan agenda pembelajaran luar kelas (outdoor learning) untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan tema utama "Kegiatan Ekonomi di Masyarakat".

Persiapan dan Arahan Sebelum Beraksi

Sesampainya di gerbang pasar, rombongan berhenti sejenak untuk mendapatkan pengarahan dari guru pembimbing, Bp. Tomi Setiawan dan Bp. Rendi. Dalam arahannya, Pak Tomi menekankan pentingnya etika saat berinteraksi dengan pedagang.



"Pasar adalah laboratorium sosial yang nyata. Hari ini kalian bukan hanya belajar teori tentang distribusi atau konsumsi, tapi kalian mempraktikkannya langsung. Ingat, jaga sopan santun, gunakan bahasa yang baik, dan teliti sebelum membeli," pesan Pak Tomi kepada para siswa yang menyimak dengan saksama.

Praktik Jual Beli dan Seni Tawar-Menawar

Begitu memasuki area pasar, para siswa langsung dihadapkan pada hiruk-pikuk kegiatan ekonomi yang sesungguhnya. Berbekal uang saku yang telah ditentukan dan daftar belanjaan, anak-anak mulai menyebar ke berbagai lapak pedagang.


Momen menarik terjadi saat para siswa mencoba melakukan tawar-menawar. Dengan malu-malu namun gigih, mereka berusaha mendapatkan harga terbaik untuk cabai, bawang, sayuran, hingga bumbu dapur. Fenomena ini mengajarkan mereka bahwa dalam ekonomi, ada proses negosiasi untuk mencapai kesepakatan harga yang saling menguntungkan (simbiosis mutualisme) antara penjual dan pembeli.

Integrasi Matematika: Cermat Menghitung Kembalian

Selain belajar IPS, kegiatan ini secara otomatis melatih kemampuan Matematika siswa. Di setiap transaksi, anak-anak harus menghitung dengan cepat total belanjaan mereka dan memastikan uang kembalian yang diterima sudah tepat. Hal ini mengasah literasi numerasi mereka dalam situasi dunia nyata, yang jauh lebih menantang daripada sekadar mengerjakan soal di atas kertas.

 

Tujuan utama dari pembelajaran di Pasar Prembaen:

  1. Memahami Rantai Ekonomi Secara Realistis: Siswa dapat melihat langsung bagaimana barang (seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih yang terlihat di foto) berpindah dari produsen ke tangan pedagang hingga sampai ke konsumen.
  2. Melatih Keterampilan Komunikasi Interpersonal: Melalui interaksi dengan pedagang yang memiliki latar belakang beragam, siswa belajar cara berkomunikasi yang efektif dan persuasif saat melakukan proses tawar-menawar.
  3. Penerapan Literasi Finansial: Mengajarkan anak-anak cara mengelola uang, membuat keputusan pembelian yang bijak, dan ketelitian dalam menghitung nilai mata uang secara langsung.
  4. Menumbuhkan Kemandirian dan Keberanian: Mengajak siswa keluar dari zona nyaman kelas untuk berinteraksi dengan masyarakat umum, sehingga membangun kepercayaan diri dalam bersosialisasi.
  5. Mengenal Kearifan Lokal: Mengenalkan pasar tradisional sebagai pusat ekonomi kerakyatan yang perlu dijaga keberadaannya di tengah gempuran pasar modern.

 

Kegiatan diakhiri dengan evaluasi singkat di sekolah, di mana para siswa menceritakan pengalaman unik mereka saat bertransaksi. Diharapkan melalui pembelajaran bermakna ini, siswa kelas 6 SD Marsudirini tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tanggap dan terampil dalam menghadapi dinamika kehidupan ekonomi sehari-hari.