> INFORMASI KEGIATAN: HPMS - MPLS dilaksanakan 13-17 Juni 2026 >>> FOLLOW, LIKE DAN COMMENT AKUN MEDIA SOSIAL SD MARSUDIRINI >>> INSTAGRAM @SDMARSUDIRINIPEMUDA >>> TIKTOK @SDMARSUDIRINI "
Tampilkan postingan dengan label Kerjasama dengan Instansi Lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerjasama dengan Instansi Lain. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Juni 2026

Sambut Tahun Ajaran Baru, 97 Pendidik Yayasan Marsudirini Poncol Semarang Ikuti Rekoleksi Bersama Romo Abdi

SEMARANG – Menjelang dimulainya tahun pelajaran 2026/2027, Yayasan Marsudirini Perwakilan Poncol Semarang menggelar kegiatan rekoleksi rohani bagi seluruh elemen pendidik dan tenaga kependidikan. Acara yang berlangsung pada Selasa (23/6/2026) kemarin ini bertempat di Aula Marsudirini, Jl. Pemuda, Semarang, dan diikuti oleh 97 peserta yang terdiri dari jajaran Dosen, Guru, serta Karyawan.

Para peserta merupakan representasi dari berbagai instansi pendidikan di bawah naungan Yayasan Marsudirini Poncol, meliputi TK Kanak-Kanak Yesus, SD Marsudirini Pemuda, SMP Maria Goretti, dan Akademi Sekretari dan Manajemen (ASM) Santa Maria. Rekoleksi ini menghadirkan Romo Abdi dari Ambarawa sebagai pembimbing utama spiritual.

Mengisi Kembali "Daya" Rohani Pendidik

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 08.30 WIB ini mengusung atmosfer yang reflektif namun penuh semangat kebersamaan. Dalam pemaparannya, Romo Abdi memberikan analogi yang sangat relevan dengan kehidupan modern untuk menggambarkan esensi dari rekoleksi ini.

Seorang pendidik itu ibarat sebuah ponsel pintar (HP). Setiap hari ia digunakan untuk melayani, membagikan ilmu, dan membimbing para siswa. Namun, secanggih apa pun ponsel tersebut, ia pasti akan kehabisan baterai. Oleh karena itu, pendidik membutuhkan 'listrik' spiritual untuk dicas kembali agar dayanya pulih.

Romo Abdi menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara performa profesional dan kesehatan rohani. Pengisian daya spiritual ini dinilai krusial agar para dosen, guru, dan karyawan memiliki kesiapan mental serta kelimpahan kasih dalam menyambut hakikat pelayanan pada tahun pelajaran yang baru.

 

Sinergi dan Sambutan Positif Peserta

Kegiatan ini mendapat respons yang sangat positif dari seluruh peserta. Setelah melewati rutinitas mengajar yang padat pada semester sebelumnya, momen rekoleksi ini dinilai menjadi oase yang menyegarkan. Para guru dan dosen diajak untuk melihat kembali panggilan hidup mereka bukan sekadar sebagai profesi, melainkan sebagai bentuk pelayanan kasih kepada anak-anak didik.

Perbedaan jenjang institusi—mulai dari pendidikan anak usia dini (TK) hingga perguruan tinggi (ASM)—tidak menjadi sekat, melainkan memperkaya perspektif bersama dalam memajukan mutu pendidikan Katolik di Semarang khususnya Yayasan Marsudirini.

Puncak Acara: Perayaan Misa Kudus

Rangkaian kegiatan rekoleksi yang berlangsung sersan (serius tapi santai) ini resmi berakhir pada pukul 13.30 WIB. Puncak dari seluruh rangkaian acara ditutup dengan Perayaan Misa Kudus yang dipimpin langsung oleh Romo Abdi.

Dalam khotbah penutupnya, Romo Abdi kembali meneguhkan seluruh peserta agar berani melangkah dengan semangat baru. Dengan "baterai" rohani yang telah terisi penuh, keluarga besar Yayasan Marsudirini Perwakilan Poncol Semarang kini siap mendampingi dan mengukir prestasi bersama para siswa di tahun pelajaran 2026/2027. (P3-Humas)


Jumat, 22 Mei 2026

Menginspirasi Lewat Rasa: Siswa Kelas 1 SD Marsudirini Pemuda Belajar Profesi Koki dan Kreasi Membuat Mie Goreng Bersama Orang Tua

SEMARANG – Suasana halaman SD Marsudirini Pemuda pada Kamis pagi, 22 Mei 2026, tampak berbeda dan jauh lebih meriah dari biasanya. Puluhan siswa kelas 1 yang mengenakan seragam olahraga bernuansa biru cerah berkumpul dan duduk rapi di area luar kelas. Bukan untuk berolahraga, melainkan untuk mengikuti kegiatan pembelajaran luar kelas (outdoor learning) yang edukatif sekaligus menggugah selera.

Kali ini, para siswa diajak untuk mengenal lebih dekat dunia profesi, dengan fokus utama pada profesi Koki (Chef). Demi memberikan pengalaman belajar yang nyata dan berkesan, pihak sekolah berkolaborasi aktif dengan melibatkan perwakilan orang tua siswa untuk menyukseskan agenda kreatif ini.

Menghadirkan Pengalaman Nyata di Luar Kelas

Pembelajaran mengenai pengenalan profesi merupakan bagian penting dari kurikulum untuk membuka wawasan anak sejak dini. Dibandingkan hanya melihat gambar di dalam buku teks, SD Marsudirini Pemuda memilih metode interaktif dengan membawa proses memasak langsung ke hadapan anak-anak.

Di bagian depan halaman, sebuah dapur terbuka dadakan telah disiapkan lengkap dengan meja, kompor gas, wajan besar, serta berbagai bahan makanan yang sudah dipotong rapi di dalam wadah-wadah transparan. Enam orang ibu perwakilan orang tua siswa tampil kompak sebagai "Koki Hari Ini", lengkap dengan celemek kuning dan sarung tangan higienis, siap mendemonstrasikan keahlian mereka.

Kegiatan dibuka dengan penjelasan interaktif dari guru pendamping yang memegang mikrofon, memperkenalkan apa itu profesi koki, apa saja tugasnya, hingga pentingnya menjaga kebersihan saat mengolah makanan. Salah satu momen menarik adalah ketika guru menunjukkan botol saus dan kecap sebagai salah satu "senjata rahasia" koki dalam menciptakan rasa masakan yang lezat.

Antusiasme Tinggi Saat Mengintip Rahasia Membuat Mie Goreng

Menu yang dipilih dalam praktik memasak kali ini adalah hidangan yang sangat akrab dan menjadi favorit anak-anak: Mie Goreng.

Begitu proses memasak dimulai, antusiasme anak-anak langsung memuncak. Pandangan mereka tak lepas dari wajan besar di depan. Mereka menyaksikan dengan saksama setiap tahapan memasak, mulai dari:

  • Mengenal bahan-bahan seperti mie, sayuran hijau, wortel, dan bumbu halus.

  • Melihat bagaimana bumbu ditumis hingga mengeluarkan aroma harum yang menggoda.

  • Menyaksikan teknik mengaduk (stir-frying) semua bahan di dalam wajan secara merata.

Asap tipis yang mengepul dari wajan ditambah aroma gurih yang merebak di udara halaman sekolah spontan memicu sorak-sorai ceria dari para siswa. Beberapa anak bahkan terlihat condong ke depan dan menjulurkan leher karena rasa penasaran yang begitu besar, sementara yang lain berbisik antusias kepada teman di sebelahnya tentang betapa tidak sabarnya mereka untuk mencicipi hasil masakan.

Sinergi Positif Antara Sekolah dan Orang Tua



Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari peran serta dan sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan orang tua murid. Keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran dinilai memberikan dampak psikologis yang positif bagi anak-anak, sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antar-komunitas sekolah.

"Melalui kegiatan outdoor learning ini, kami ingin anak-anak tidak hanya tahu nama profesinya, tetapi juga menghargai proses di balik sebuah pekerjaan. Kehadiran orang tua sebagai mentor memasak hari ini membuat suasana belajar jadi jauh lebih hangat, hidup, dan menyenangkan bagi anak-anak," ujar salah satu guru pendamping di sela-sela kegiatan.

Melalui pengalaman langsung ini, para siswa kelas 1 SD Marsudirini Pemuda diharapkan dapat memetik banyak pelajaran berharga—mulai dari kemandirian, mengenal nutrisi makanan sehat, hingga menumbuhkan rasa hormat terhadap setiap profesi, termasuk mereka yang bekerja keras di dapur untuk menyajikan makanan lezat setiap hari.

Kegiatan ditutup dengan keceriaan bersama, meninggalkan kesan mendalam dan cerita seru yang pastinya akan dibawa pulang oleh anak-anak ke rumah masing-masing. (Red)

Jumat, 08 Mei 2026

Gema Doa di Bulan Maria: SD Marsudirini Pemuda Gelar Ibadat Jumat Pertama dan Rosario Bersama


Ibu Veronika Sri Winarni SPd sedang memberikan renungan

SEMARANG – Suasana khidmat menyelimuti kompleks SD Marsudirini Jl. Pemuda, Semarang pada pagi hari ini, Jumat, 8 Mei 2026. Ratusan siswa bersama guru dan karyawan berkumpul di halaman dengan satu tujuan mulia: memperkuat iman melalui Ibadat Jumat Pertama yang dirangkaikan dengan Doa Rosario bersama dalam rangka memperingati Bulan Maria.

Semangat "Jumat Pertama" sebagai bentuk devosi kepada Hati Kudus Yesus tetap menjadi inti dari pembuka kegiatan kerohanian ini. Awali Hari dengan Sabda Tuhan

Kegiatan dimulai tepat pukul 06.45 WIB dengan Ibadat Jumat Pertama. Dalam sesi ini, para siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 diajak untuk merenungkan kasih Tuhan melalui pembacaan Injil. Ibu V. Sri Winarni, S.Pd selaku kepala sekolah SD Marsudirini membacakan bacaan Injil dan renungan singkat.

Dalam renungan singkat yang disampaikan, ditekankan pentingnya memiliki hati yang saling mengasihi, selaras dengan semangat pendidikan karakter yang selama ini ditanamkan di SD Marsudirini. Anak-anak tampak mendengarkan dengan saksama, menciptakan suasana hening yang jarang dijumpai di tengah hiruk-pikuk sekolah biasanya.

Meneladani Bunda Maria melalui Rosario : Setelah ibadat pembuka selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Doa Rosario bersama yang dipimpin oleh Bp Tomi Setiawan, S.Pd . Bulan Mei memang dikenal dalam tradisi Gereja Katolik sebagai Bulan Maria, waktu khusus untuk menghormati Bunda Yesus.

Momen-momen penting dalam kegiatan ini antara lain: Kesatuan Seluruh Civitas: Tidak hanya siswa, seluruh guru dan karyawan turut berlutut dan berdoa bersama, menunjukkan teladan iman yang nyata bagi anak didik.

Doa yang Khusyuk: Setiap butir rosario didaraskan dengan tertib. Suara anak-anak yang menyahut doa "Salam Maria" bergema di koridor sekolah, menciptakan atmosfer spiritual yang kental.

Intensi Doa: Selain doa untuk sekolah, anak-anak juga diajak mendoakan kedamaian dunia, kesehatan orang tua, serta kelancaran proses belajar mengajar.

Membentuk Karakter Sejak Dini

Pihak sekolah menyatakan bahwa kegiatan rutin seperti ini bukan sekadar rutinitas formalitas. Ini adalah bagian dari kurikulum spiritual untuk membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman iman.


"Melihat anak-anak bisa berdoa dengan khusyuk di tengah gempuran teknologi dan gadget adalah sebuah kebahagiaan tersendisri. Kami ingin mereka tumbuh dengan menyertakan Tuhan dalam setiap langkahnya," ujar salah satu guru pendamping di sela-sela kegiatan.

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini ditutup dengan lagu pujian kepada Bunda Maria. Senyum tenang terpancar dari wajah para siswa saat mereka kembali ke kelas masing-masing, membawa bekal spiritual untuk menjalani hari-hari ke depan.

Melalui kegiatan ini, SD Marsudirini Jl. Pemuda Semarang kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang mengutamakan nilai-nilai Kristiani dan pembentukan moral generasi muda di Kota Semarang.

Jumat, 17 April 2026

Keceriaan dan Belajar Bersama Alam: SD Marsudirini Pemuda Gelar Outing Class di Kampung Surga Bandungan

 

SEMARANG – Suasana pagi yang sejuk dan penuh semangat menyelimuti rombongan keluarga besar SD Marsudirini Pemuda pada hari Jumat, 17 April 2026. Tawa riang dan antusiasme terlihat jelas dari wajah para siswa yang bersiap mengikuti kegiatan outing class yang sangat dinanti-nantikan. Kali ini, destinasi yang dituju adalah sebuah kawasan asri yang edukatif, yakni Kampung Surga, Bandungan.

Kegiatan belajar di luar kelas ini bukan sekadar jalan-jalan biasa, melainkan sebuah program edukasi alam yang dirancang untuk melatih kemandirian, kerja sama, dan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Dengan menghirup udara segar pegunungan Bandungan, para siswa diajak untuk belajar langsung dari alam yang tidak selalu bisa didapatkan di dalam ruang kelas.

Diikuti oleh Rombongan Penuh Semangat

Kegiatan outing class ini diikuti oleh total 49 siswa yang tampak sangat bersemangat sejak berangkat dari sekolah. Keamanan dan kelancaran acara ini juga sangat terjamin dengan hadirnya para pendamping yang luar biasa. Rombongan didampingi langsung oleh Suster, 2 orang guru pembimbing yang setia mengarahkan siswa, serta dibantu oleh 4 orang tua murid yang turut berpartisipasi memastikan anak-anak belajar dan bermain dengan aman.

Kehadiran Suster, para guru, dan perwakilan orang tua murid menciptakan kolaborasi yang hangat antara pihak sekolah dan keluarga. Hal ini membuat suasana outing class terasa seperti liburan keluarga besar yang sarat akan makna dan pembelajaran.

Beragam Aktivitas Seru di Kampung Surga

Sesampainya di Kampung Surga Bandungan, rombongan langsung disambut oleh pemandangan alam yang hijau dan udara yang sangat sejuk. Sesuai dengan namanya, tempat ini menawarkan ‘surga’ kecil bagi anak-anak untuk mengeksplorasi alam.

Berbagai kegiatan seru telah dipersiapkan. Mulai dari ice breaking untuk mencairkan suasana, permainan kekompakan kelompok ( team building ), hingga kegiatan menjelajah alam sekitar. Anak-anak diajak untuk mengenali berbagai jenis tanaman, bermain permainan tradisional, dan belajar bekerja sama menyelesaikan tantangan yang diberikan oleh fasilitator. Tidak ada gawai di tangan mereka; yang ada hanyalah interaksi langsung dengan teman, guru, dan alam.

Sukses Berkat Kolaborasi dengan Three D Tour

Kesuksesan dan kelancaran acara outing class yang penuh kenangan ini tentu tidak lepas dari persiapan yang matang. Perjalanan dari Semarang menuju Bandungan, hingga seluruh rangkaian acara di lokasi dapat berjalan dengan sangat baik berkat kerja sama sekolah dengan Three D Tour.

Sebagai mitra perjalanan dan penyelenggara kegiatan, Three D Tour memberikan pelayanan yang maksimal. Mulai dari transportasi yang nyaman bagi anak-anak, penyusunan jadwal yang rapi, hingga pemanduan selama berada di Kampung Surga Bandungan. Profesionalisme tim Three D Tour membuat para guru dan orang tua pendamping bisa lebih fokus mengawasi dan mendampingi proses belajar anak-anak tanpa perlu khawatir memikirkan hal-hal teknis di lapangan.

Membawa Pulang Pengalaman Berharga

Kegiatan diakhiri pada sore hari dengan wajah-wajah yang lelah namun memancarkan kebahagiaan. Melalui kegiatan outing class ini, SD Marsudirini Pemuda berharap ke-49 siswa yang berpartisipasi dapat membawa pulang tidak hanya cerita seru, tetapi juga nilai-nilai karakter
(Cetta, Aretha, Laura)

Sabtu, 25 Oktober 2025

Kunjungan Edukatif Kelas V SD Marsudirini Semarang: Menjelajahi Sejarah Kepolisian di Museum AKPOL

 


Semarang, 24 Oktober 2025 - Sebanyak 79 siswa kelas V SD Marsudirini Semarang didampingi oleh 4 guru pendamping melaksanakan kegiatan kunjungan edukatif yang sangat berkesan ke Museum Akademi Kepolisian (AKPOL) Semarang. Kunjungan yang dilaksanakan pada hari Jumat, 24 Oktober 2025 ini bertujuan untuk memperluas wawasan siswa tentang sejarah Kepolisian Republik Indonesia sekaligus memberikan pengalaman belajar yang langsung dan interaktif di luar lingkungan sekolah.

Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan nuansa spiritual yang khidmat. Sebelum berangkat, seluruh peserta didik berkumpul di halaman sekolah untuk mengikuti Doa Rosario bersama. Momen ini menjadi penempaan rohani dan harapan agar perjalanan serta kegiatan belajar berjalan lancar dan penuh berkah. Tepat pukul 07.30 WIB, dua unit Bus Brimob yang gagah tiba di sekolah untuk menjemput rombongan. Moda transportasi khusus ini tentu saja menambah antusiasme dan kegembiraan anak-anak sejak awal.

Setibanya di Museum AKPOL, rombongan SD Marsudirini disambut dengan hangat dan ramah oleh pihak museum. Atmosfer tempat yang kaya akan sejarah dan disiplin langsung terasa, memicu rasa ingin tahu yang besar dari para siswa. Selama di museum, anak-anak mendapatkan kesempatan berharga untuk belajar mengenai Sejarah Kepolisian, mulai dari cikal bakal hingga perkembangan modern. Mereka disajikan berbagai koleksi yang memukau, mulai dari pakaian dinas polisi dari masa ke masa, berbagai jenis senjata, kendaraan operasional, hingga aneka perlengkapan penunjang tugas kepolisian.

Salah satu murid, Nantha, mengungkapkan kegembiraan dan kekagumannya terhadap isi museum. "Saya merasa sangat senang sekali karena bisa melihat langsung isi museum yang luar biasa. Banyak hal baru yang saya ketahui tentang polisi dan ini sungguh menambah pengetahuan saya," ujarnya dengan mata berbinar.

Perasaan yang sama juga diungkapkan oleh Cherryl. Bagi Cherryl, kunjungan ini memiliki makna ganda. "Saya senang sekali, karena ini adalah kali pertama saya mengunjungi Museum AKPOL. Apalagi bisa belajar dan melihat banyak hal menarik bersama teman-teman sekelas. Pengalaman ini pasti tidak akan terlupakan," kata Cherryl dengan gembira.

Anak-anak tampak takjub saat mengamati detail koleksi yang dipamerkan. Replika seragam dengan manekin yang menyerupai aslinya, ragam jenis senjata yang hanya pernah mereka lihat di televisi, serta kendaraan patroli yang ikonik menjadi pusat perhatian. Penjelasan dari pemandu museum menambah kedalaman pemahaman mereka tentang peran dan perjuangan institusi Kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban negara.

Kepala Sekolah SD Marsudirini, V. Sri Winarni, S.Pd., yang ikut mendampingi kegiatan ini, juga menyampaikan rasa puas dan bahagianya. "Kami sangat gembira melihat antusiasme anak-anak. Pembelajaran tidak harus selalu di dalam kelas. Dengan berkunjung langsung ke Museum AKPOL ini, anak-anak bisa merasakan dan melihat secara nyata sejarah serta peralatan yang digunakan oleh para penegak hukum. Ini adalah pengalaman belajar langsung yang sangat berharga dan menguatkan karakter kebangsaan mereka," tutur Ibu Sri Winarni.

Kunjungan edukatif ini berakhir menjelang tengah hari. Setelah mendapatkan berbagai pengetahuan baru dan pengalaman yang mengesankan, rombongan kembali bertolak dari Museum AKPOL Semarang dan tiba kembali di SD Marsudirini tepat pada pukul 12.00 WIB. Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi siswa untuk terus mencintai sejarah bangsa dan menghargai profesi Kepolisian.

(Tim Jurnalis SD Marsudirini)

Jumat, 26 September 2025

Edukasi Gizi dan Kreativitas Memasak: Kelas 3 dan 4 SD Marsudirini Semarang Berkreasi Membuat Salad Buah dan Puding

Semarang, 25 September 2025 - Halaman SD Marsudirini yang terletak di Jl. Pemuda Semarang pada hari Jumat, 26 September 2025, berubah menjadi dapur terbuka yang penuh keceriaan dan semangat kolaborasi. Sebanyak 93 siswa yang terdiri dari 48 siswa kelas III dan 45 siswa kelas IV mengikuti kegiatan praktik membuat makanan sehat yang edukatif, di mana kelas III fokus membuat Salad Buah dan kelas IV berkreasi dengan Puding. Kegiatan ini merupakan inisiatif sekolah untuk mengajarkan pentingnya gizi seimbang, keterampilan dasar memasak, dan efisiensi waktu dengan menggabungkan dua tingkat kelas.

Kegiatan praktik ini dilaksanakan berkat kerja sama yang apik dengan Gourmeet House, sebuah lembaga yang dikenal dalam mengajarkan keterampilan kuliner secara fun dan edukatif. Tujuannya adalah memberikan pengalaman belajar yang langsung, memupuk kreativitas, dan menumbuhkan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.

Peralatan dan Bahan Baku dari Rumah

Sejak pagi hari, antusiasme terlihat jelas dari para siswa yang datang dengan membawa berbagai bahan baku dari rumah. Siswa kelas III membawa komponen utama untuk salad buah, seperti aneka macam buah-buahan segar, susu kental manis, dan mayones. Sementara itu, siswa kelas IV datang dengan membawa susu, vanila, dan buah-buahan sebagai bahan pelengkap puding. Pembagian tugas ini melatih tanggung jawab dan persiapan, yang merupakan bagian integral dari proses memasak.

Di bawah bimbingan guru dan instruktur dari Gourmeet House, para siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Mereka memulai proses dengan semangat yang tinggi, mulai dari mencuci buah, memotong, hingga meracik bahan menjadi hidangan lezat.

Kelas III: Mengolah Buah Jadi Salad Segar

Siswa kelas III dengan cekatan mengolah berbagai buah-buahan menjadi salad yang segar. Mereka belajar tentang kombinasi rasa, tekstur, dan yang terpenting, nilai gizi dari setiap buah yang digunakan.

Salah satu murid kelas III, Aretha, mengungkapkan kegembiraannya. "Senang sekali! Saya suka makan buah, tapi baru kali ini saya bisa mengolah buah-buahan ini sendiri menjadi salad yang enak. Saya belajar bagaimana memotong yang benar dan menakar mayones agar rasanya pas," ujarnya sambil menunjukkan hasil salad buatannya yang berwarna-warni.

Kelas IV: Kreasi Puding yang Lezat

Sementara itu, siswa kelas IV sibuk dengan panci dan cetakan, fokus pada proses pembuatan puding yang membutuhkan ketelitian dalam mencampur bahan dan memanaskan adonan. Mereka belajar tentang pentingnya takaran yang tepat untuk mendapatkan tekstur puding yang sempurna, serta cara menambahkan vanila dan buah sebagai topping agar tampilan dan rasa menjadi lebih menarik.

Vicky, salah satu siswa kelas IV, mengaku sangat menikmati sesi memasak ini. "Memasak puding ternyata seru, apalagi bisa bekerja sama dan tertawa bersama teman-teman. Kami harus sabar menunggu pudingnya dingin, tapi hasilnya sangat memuaskan! Ini pengalaman pertama saya membuat puding sendiri," kata Vicky dengan bangga.

Mendorong Kolaborasi dan Pola Hidup Sehat

Kerja sama antara siswa kelas III dan IV yang digabung untuk efisiensi waktu juga berjalan lancar. Mereka saling membantu dalam hal kebersihan, penataan meja, dan berbagi alat yang mungkin kurang.

Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan hidangan lezat, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pola makan sehat. Pihak sekolah, bekerja sama dengan Gourmeet House, berharap kegiatan seperti ini dapat terus rutin dilakukan. Selain mengasah keterampilan hidup, kegiatan ini juga mempererat tali persaudaraan dan kerja tim di antara para siswa SD Marsudirini Semarang. Hasil kreasi salad buah dan puding yang telah jadi kemudian dinikmati bersama sebagai bentuk perayaan atas keberhasilan dan hasil belajar mereka.

Senin, 25 Agustus 2025

Puskesmas Poncol Gelar Pemeriksaan Kesehatan di SD Marsudirini Pemuda

 Semarang, 25 Agustus 2025 — Dalam rangka meningkatkan kesehatan anak usia sekolah, Puskesmas Poncol hari ini, Senin (25/8), mengadakan pemeriksaan kesehatan di SD Marsudirini Pemuda. Kegiatan berlangsung di aula sekolah dengan melibatkan seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.



Pemeriksaan kesehatan meliputi pengecekan mata, gigi, dan telinga para siswa. Petugas medis dari Puskesmas Poncol secara bergantian memeriksa setiap anak dengan teliti. Tidak hanya pemeriksaan, siswa juga mendapat pembagian obat cacing yang diberikan langsung oleh wali kelas masing-masing. Obat tersebut disediakan oleh pihak Puskesmas sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit yang kerap menyerang anak-anak usia sekolah dasar.

Kepala SD Marsudirini Pemuda, Ibu Veronica Sri Winarni, S.Pd., menyampaikan apresiasinya kepada pihak Puskesmas Poncol atas perhatian dan layanan kesehatan yang diberikan kepada para siswa. “Kami sangat berterima kasih kepada Puskesmas Poncol yang telah berkenan datang ke sekolah dan memberikan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Kegiatan ini sangat bermanfaat agar anak-anak tetap sehat dan semangat dalam belajar,” ungkapnya.

Pemeriksaan kesehatan rutin seperti ini dinilai penting untuk mendeteksi sejak dini adanya gangguan kesehatan pada anak. Dengan demikian, masalah kesehatan dapat segera ditangani sebelum mengganggu aktivitas belajar. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan edukasi kepada siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan diri, terutama kesehatan gigi, mata, dan telinga.

Antusiasme siswa tampak dari semangat mereka mengikuti pemeriksaan. Beberapa siswa terlihat sedikit gugup saat diperiksa gigi, namun didampingi guru dan petugas, mereka akhirnya dapat melalui proses dengan baik.

Puskesmas Poncol berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah di wilayahnya guna memastikan kesehatan anak didik tetap terjaga. Kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkala sehingga kualitas kesehatan siswa semakin meningkat.

Dengan adanya pemeriksaan kesehatan ini, SD Marsudirini Pemuda berharap seluruh siswa dapat belajar dengan kondisi tubuh yang sehat dan bugar, sehingga dapat meraih prestasi akademik maupun nonakademik dengan lebih optimal.(Eve - Jurnalistik SD Marsudirini)

Selasa, 05 Agustus 2025

SD Marsudirini Raih Prestasi di Ajang Internasional

Saint Mary’s Children Choir Boyong Medali Emas di Bali International Choir Festival 2025

Semarang, 5 Agustus 2025 – Kabar membanggakan datang dari SD Marsudirini. Tim paduan suara kebanggaan sekolah, Saint Mary’s Children Choir, berhasil meraih Gold Medal II pada ajang Bali International Choir Festival (BICF) 2025 yang berlangsung pada 28 Juli hingga 3 Agustus 2025 di Bali. Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh berbagai kelompok paduan suara dari dalam dan luar negeri, sehingga persaingan berlangsung sangat ketat.



Prestasi ini tidak diraih secara instan. Selama satu tahun penuh, anggota Saint Mary’s Children Choir berlatih dengan penuh dedikasi. Bahkan, saat liburan kenaikan kelas, para siswa rela mengorbankan waktu bermain mereka demi mempersiapkan diri secara maksimal. Semangat dan komitmen yang tinggi terlihat dari setiap sesi latihan yang dipimpin langsung oleh konduktor Anggarda Tri Adhi Nugraha.

Kerja keras tersebut membuahkan hasil yang membanggakan. Saint Mary’s Children Choir memperoleh nilai 31,73, yang mengantarkan mereka meraih Gold Medal II di ajang internasional tersebut. Nilai tersebut menjadi bukti kemampuan vokal, kekompakan, dan interpretasi musik yang luar biasa dari para siswa.



Ibu Veronica Sri Winarni selaku Kepala SD Marsudirini Pemuda menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian ini. “Kami menghadapi lawan-lawan yang luar biasa dari berbagai negara dengan kualitas suara dan teknik yang tinggi. Namun, berkat kerja keras, disiplin, dan semangat anak-anak, kami bisa membawa pulang medali emas ini. Ini bukan hanya kemenangan bagi kami, tapi juga kebanggaan untuk sekolah dan kota kami,” ujarnya.

Bali International Choir Festival sendiri merupakan ajang tahunan yang menjadi wadah pertemuan para pecinta musik paduan suara dari seluruh dunia. Tahun ini, kompetisi diikuti oleh peserta dari berbagai negara dengan penampilan yang memukau dan beragam genre musik.

Keberhasilan Saint Mary’s Children Choir ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lain untuk terus mengembangkan bakat dan minat mereka, serta menunjukkan bahwa kerja keras dan dedikasi akan selalu membuahkan hasil yang gemilang.

Dengan prestasi ini, SD Marsudirini kembali membuktikan diri sebagai sekolah yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga berprestasi di bidang seni dan budaya di tingkat internasional.

 


Jumat, 18 Juli 2025

Sosialisasi Pencegahan Perundungan Warnai Hari Ke-4 MPLS SD Marsudirini Jl. Pemuda Semarang

 

Semarang, 17 Juli 2025 — Rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Marsudirini Jl. Pemuda Semarang terus berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Memasuki hari keempat, suasana di sekolah tampak berbeda dari biasanya. Aula SD Marsudirini tampak ramai oleh para siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 yang mengikuti kegiatan sosialisasi pencegahan perundungan yang menjadi agenda utama MPLS hari ini.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 17 Juli 2025 ini menghadirkan narasumber spesial, yaitu Ibu Tuvi Herlina, M.Psi, seorang psikolog yang juga merupakan orang tua dari Ethan Keiji Loetana, siswa kelas 3A SD Marsudirini. Keterlibatan orang tua sebagai narasumber memberikan warna tersendiri dan menciptakan suasana yang hangat dan akrab dalam kegiatan sosialisasi ini.

Sosialisasi dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 07.30 hingga 08.30 dan diikuti oleh siswa kelas 1 hingga kelas 3. Sementara itu, sesi kedua berlangsung pukul 09.00 hingga 10.30 dengan peserta dari kelas 4 hingga kelas 6. Setiap sesi dirancang agar sesuai dengan tingkat pemahaman dan usia siswa, sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik.

Dalam paparannya, Ibu Tuvi Herlina menjelaskan secara interaktif dan menyenangkan tentang apa itu perundungan (bullying), jenis-jenis perundungan, serta dampak buruk yang bisa ditimbulkan. Beliau juga memberikan tips praktis bagaimana anak-anak dapat mencegah dan menghadapi perundungan. Dengan gaya penyampaian yang ramah dan penuh empati, anak-anak tampak antusias mendengarkan dan aktif bertanya selama sesi berlangsung.


Ibu Tuvi Herlina, M.Psi memberikan materi pencegahan perundungan

“Saya senang bisa berbagi dengan anak-anak di SD Marsudirini. Pencegahan perundungan harus dimulai sejak dini. Anak-anak perlu tahu bahwa mereka berhak merasa aman dan dihargai di lingkungan sekolah,” ujar Ibu Tuvi saat ditemui seusai sesi pertama berlangsung.

Kepala SD Marsudirini, Ibu V. Sri Winarni, S.Pd., mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia juga menyambut gembira partisipasi orang tua dalam MPLS tahun ini. “Kami sangat mengapresiasi keterlibatan Ibu Tuvi Herlina dalam memberikan edukasi yang sangat penting bagi siswa kami. Ini menjadi bukti bahwa kerja sama antara sekolah dan orang tua merupakan kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak,” tuturnya.

Tak hanya menjadi ajang edukasi, kegiatan ini juga mempererat hubungan antarwarga sekolah. Guru, siswa, dan orang tua tampak saling mendukung dan bekerja sama demi tujuan bersama, yaitu mewujudkan sekolah yang bebas dari perundungan.


Kegiatan MPLS di SD Marsudirini Jl. Pemuda Semarang masih akan berlanjut hingga akhir pekan ini dengan berbagai agenda menarik lainnya yang tak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai positif sejak dini kepada seluruh siswa. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari semua pihak, SD Marsudirini terus berkomitmen menciptakan sekolah yang ramah anak dan penuh kasih. (Tri)

 

Senin, 28 April 2025

Misa Paskah Bersama di SD Marsudirini Jl. Pemuda Berlangsung Khidmat dan Penuh Sukacita


Semarang – Suasana khidmat dan penuh sukacita mewarnai aula Sekolah Dasar (SD) Marsudirini yang berlokasi di Jl. Pemuda pada Jumat pagi, 25 April 2025. Sekolah yang dikenal dengan komitmennya terhadap pendidikan holistik ini menggelar Misa Paskah bersama yang dihadiri oleh seluruh elemen sekolah serta tamu undangan dari sekolah tetangga.

Misa yang dimulai tepat pukul 07.30 WIB ini dipimpin langsung oleh Romo Eduardus Didik C.W, S.J., seorang tokoh agama yang berasal dari Paroki Bongsari. Kehadiran Romo Didik menambah kekhusyukan acara, di mana beliau menyampaikan pesan-pesan Paskah yang menyentuh hati dan relevan bagi para siswa maupun orang dewasa yang hadir.

Aula sekolah tampak dipenuhi oleh para guru, karyawan, suster-suster yang setia mendampingi pendidikan di SD Marsudirini, serta para orang tua siswa yang turut merasakan kehangatan kebersamaan dalam perayaan Paskah ini. Lebih istimewa lagi, Misa Paskah kali ini juga dihadiri oleh para siswa dan perwakilan guru dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pendrikan Lor dan SDN Miroto. Kehadiran mereka semakin mempererat tali silaturahmi antar lembaga pendidikan di Kota Semarang.

Selama jalannya misa, para peserta tampak mengikuti setiap rangkaian acara dengan tertib dan penuh antusiasme. Lantunan doa dan nyanyian rohani menggema di aula, menciptakan suasana yang sakral dan membangkitkan semangat kebangkitan Kristus. Partisipasi aktif juga terlihat dari sejumlah siswa dan guru SD Marsudirini yang mendapatkan kepercayaan untuk bertugas dalam misa. Mereka dengan penuh tanggung jawab menjalankan peran sebagai pembaca doa-doa umat, pengiring musik yang syahdu, serta petugas tata laksana yang memastikan kelancaran seluruh prosesi.

Di sela-sela acara, Ibu Veronica Sri Wirnani, S.Pd., selaku Kepala Sekolah SD Marsudirini, menyampaikan sambutannya dengan penuh haru dan sukacita. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada Romo Eduardus Didik C.W, S.J. atas kesediaannya memimpin Misa Paskah bersama ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para siswa dan guru dari SDN Pendrikan Lor dan SDN Miroto atas kehadiran dan partisipasi mereka dalam momen penting ini.

Lebih lanjut, Ibu Veronica Sri Wirnani, S.Pd.juga mengapresiasi kerja keras seluruh petugas yang terdiri dari guru, karyawan, dan siswa SD Marsudirini yang telah bahu-membahu mempersiapkan dan melaksanakan Misa Paskah dengan lancar dan khidmat. Beliau menekankan betapa pentingnya kegiatan keagamaan seperti ini sebagai sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai kerohanian dan moral yang luhur kepada para siswa sejak usia dini.

"Melalui perayaan Paskah ini, kita tidak hanya mengenang peristiwa kebangkitan Kristus, tetapi juga belajar tentang nilai-nilai pengorbanan, kasih, dan harapan. Semoga semangat Paskah ini terus membara dalam hati anak-anak kita dan menjadi bekal mereka dalam menjalani kehidupan," ujar Ibu Veronica dengan penuh harap.

Kegiatan Misa Paskah bersama di SD Marsudirini Jl. Pemuda ini menjadi momen yang berkesan bagi seluruh peserta. Kebersamaan, kekhusyukan, dan sukacita Paskah terasa begitu kental, memperkuat tali persaudaraan dan menanamkan nilai-nilai keagamaan yang mendalam bagi generasi penerus bangsa. Acara ini diakhiri dengan berkat dari Romo Didik dan ramah tamah sederhana, semakin menambah kehangatan suasana pagi itu.

(Eve - dkk)

Selasa, 15 April 2025

SD Marsudirini Akan Gelar Perayaan Paskahan Bersama pada 25 April 2025

Menumbuhkan Semangat Kebersamaan dan Iman Sejak Dini

Semarang,15 April 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Raya Paskah, SD Marsudirini akan mengadakan kegiatan Paskahan Bersama yang akan dilangsungkan pada hari Jumat, 25 April 2025 mendatang. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan iman, tetapi juga sebagai momen untuk mempererat kebersamaan antar siswa, guru, serta masyarakat sekitar.

Rencananya, acara akan diawali dengan misa terlebih dahulu yang akan dipimpin langsung oleh Romo Didik. Misa ini akan dilangsungkan di aula sekolah yang telah dihias dengan nuansa Paskah, lengkap dengan simbol-simbol kebangkitan dan harapan. Seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, beserta para guru dan karyawan SD Marsudirini, akan turut serta dalam perayaan ini.

Menariknya, dalam semangat inklusivitas dan persaudaraan umat, SD Marsudirini juga mengundang siswa-siswi Katolik dari sekolah negeri di sekitar wilayah sekolah untuk ikut berpartisipasi dalam perayaan ini. Langkah ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk menumbuhkan semangat toleransi, kebersamaan, dan kasih dalam kehidupan sehari-hari, sejak usia dini.

Selasa, 18 Maret 2025

Kolaborasi Apik, Siswa SD Marsudirini Antusias Belajar Bersama Guru SMP Maria Goretti

 


Semarang, 18 Maret 2025 - Suasana ceria dan penuh semangat mewarnai ruang kelas 6 SD Marsudirini Semarang pada hari Selasa, 18 Maret 2025. Sebanyak 74 siswa-siswi tampak antusias mengikuti kegiatan pembelajaran yang berbeda dari biasanya. Kali ini, mereka mendapatkan kesempatan istimewa untuk belajar bersama tiga guru dari SMP Maria Goretti Semarang, yaitu Ibu Fina, Ibu Vera, dan Ibu Vita.

Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi yang apik antara SD Marsudirini dan SMP Maria Goretti, dua sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Marsudirini. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam dan menyenangkan bagi para siswa, serta mempererat tali silaturahmi antar kedua sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, Ibu Fina, Ibu Vera, dan Ibu Vita tidak hanya menyampaikan materi pelajaran secara konvensional. Mereka juga mengajak para siswa untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan interaktif, seperti permainan edukatif dan bernyanyi bersama. Suasana kelas pun menjadi lebih hidup dan penuh keceriaan.



"Kami sangat senang bisa berbagi ilmu dan pengalaman dengan adik-adik di SD Marsudirini," ujar Ibu Fina. "Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari para siswa. Mereka sangat aktif dan bersemangat dalam mengikuti setiap kegiatan."

Hal senada juga diungkapkan oleh Ibu Vera. "Kami berharap, kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi para siswa, serta memotivasi mereka untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri," tambahnya.

Kegiatan kolaborasi ini disambut positif oleh Kepala Sekolah SD Marsudirini, Ibu Veronica Sri Winarni, S.Pd. Beliau menyampaikan rasa gembira dan apresiasinya atas inisiatif yang dilakukan oleh SMP Maria Goretti.

"Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Fina, Ibu Vera, dan Ibu Vita yang telah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dengan siswa-siswi kami," tutur Ibu Veronica Sri Winarni, S.Pd . "Kolaborasi ini sangat bermanfaat bagi para siswa, karena mereka mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dan menyenangkan."

Ibu Veronica Sri Winarni, S.Pd juga berharap, kegiatan kolaborasi seperti ini dapat terus dilakukan di masa mendatang, sehingga dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi perkembangan pendidikan di kedua sekolah.

"Kami berharap, kolaborasi ini tidak hanya berhenti di sini. Kami ingin terus menjalin kerja sama yang baik dengan SMP Maria Goretti, sehingga dapat memberikan pendidikan yang lebih berkualitas bagi para siswa," pungkasnya.

Kegiatan kolaborasi antara SD Marsudirini dan SMP Maria Goretti ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antar lembaga pendidikan dapat memberikan manfaat yang besar bagi para siswa. Diharapkan, kegiatan ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk melakukan kolaborasi serupa, sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan inovatif. (Fxit)

Jumat, 07 Februari 2025

Perayaan Imlek Meriah di TK Kanak-Kanak Yesus dan SD Marsudirini Semarang

 SEMARANG – Suasana penuh sukacita dan kebahagiaan menyelimuti halaman TK Kanak-Kanak Yesus dan SD Marsudirini di Jl. Pemuda Semarang pada hari Jumat, 7 Februari 2025. Hari itu, seluruh siswa, guru, karyawan, serta orang tua murid berkumpul untuk merayakan Imlek Bersama.



Pagi itu, cuaca Kota Semarang sempat mendung, namun hal itu tidak mengurangi semangat para peserta. Seiring berjalannya waktu, matahari pun muncul dan membuat suasana semakin cerah. Para siswa sejak pagi dengan mengenakan pakaian bernuansa merah, warna-warna khas perayaan Imlek.

Acara dimulai dengan sambutan dari wakil kepala sekolah, yang menyampaikan ucapan selamat tahun baru Imlek kepada seluruh hadirin. Beliau juga menekankan pentingnya perayaan ini sebagai momen untuk mempererat tali persaudaraan dan memperkenalkan budaya Tionghoa kepada generasi muda.



Berbagai pertunjukan menarik disuguhkan oleh para siswa. Anak-anak TK menampilkan wushu, dance, yang lucu dan menggemaskan, sementara siswa SD menampilkan, vocal, dance dan wushu. Sorak sorai dan tepuk tangan penonton menggema di halaman sekolah setiap kali sebuah pertunjukan selesai ditampilkan.

Tidak hanya itu, panitia juga menyediakan berbagai stan permainan dan makanan. Mereka juga dapat bermain berbagai permainan memasukan bola ke dalam ring dan memancing.

Salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu adalah pertunjukan barongsai. Ada empat barongsai lincah bergerak diiringi tabuhan. Gerakan-gerakan akrobatik barongsai membuat seluruh penonton terpukau dan menambah semarak suasana perayaan.

SD Marsudirini juga mengadakan pemilihan koko dan cici. Lomba ini diikuti oleh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Para peserta tampil dengan kostum yang menarik. Kegiatan pemilihan koko dan cici ini menjadi persahabatan dan kebersamaan antar siswa.

Wajah-wajah bahagia dan tawa riang anak-anak menjadi pemandangan yang sangat indah. Orang tua murid yang hadir juga tampak menikmati acara ini hingga selesai.

Perayaan Imlek Bersama di TK Kanak-Kanak Yesus dan SD Marsudirini Semarang tahun ini berlangsung sangat meriah dan sukses. Acara ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya Tionghoa di kalangan generasi muda.

Rabu, 05 Februari 2025

SD Marsudirini Semarang Gencarkan Ekstrakurikuler Bina Prestasi untuk Raih Prestasi Olimpiade Internasional

 


Semarang - SD Marsudirini yang berlokasi di Jl. Pemuda, Semarang, terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi siswa-siswinya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan ekstrakurikuler Bina Prestasi yang bertujuan untuk mempersiapkan siswa dalam ajang olimpiade matematika, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ekstrakurikuler Bina Prestasi ini diikuti oleh 12 siswa pilihan dari kelas 3 hingga 6. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Senin pukul 13.15 hingga 15.15 di lingkungan sekolah. Dengan bimbingan para pengajar yang kompeten, para siswa diberikan materi dan latihan soal yang menantang, serta strategi pemecahan masalah yang efektif.



Salah satu siswa yang berhasil menunjukkan prestasinya melalui ekstrakurikuler ini adalah Rado Emerio, siswa kelas 5. Rado telah meraih berbagai prestasi di tingkat nasional, dan yang terbaru, ia berhasil meraih medali di ajang internasional yang diselenggarakan di Thailand.

Keberhasilan Rado Emerio ini tidak lepas dari dukungan penuh dari sekolah dan orang tua, serta kerja kerasnya dalam mengikuti setiap sesi ekstrakurikuler. Ekstrakurikuler Bina Prestasi ini diselenggarakan berkat kerjasama antara SD Marsudirini dengan Lembaga Genio, yang memiliki pengalaman dalam membimbing siswa-siswa berprestasi di bidang matematika.

"Kami sangat bangga dengan prestasi yang diraih oleh Rado dan siswa-siswa lainnya. Kami berharap, melalui ekstrakurikuler Bina Prestasi ini, semakin banyak siswa SD Marsudirini yang dapat meraih prestasi gemilang di bidang matematika, baik di tingkat nasional maupun internasional," ujar Ibu Vero selaku pendamping ekstrakurikuler bina prestasi.

Ekstrakurikuler Bina Prestasi ini tidak hanya fokus pada penguasaan materi matematika, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, logis, dan kreatif. Para siswa diajak untuk berdiskusi, berkolaborasi, dan memecahkan masalah bersama-sama.



Selain itu, ekstrakurikuler ini juga memberikan kesempatan bagi para siswa untuk mengembangkan rasa percaya diri dan semangat kompetisi yang sehat. Para siswa diajak untuk berpartisipasi dalam berbagai ajang kompetisi matematika, baik di tingkat sekolah, kota, provinsi, nasional, maupun internasional.

Dengan adanya ekstrakurikuler Bina Prestasi ini, SD Marsudirini berharap dapat mencetak generasi muda yang cerdas, kreatif, dan berprestasi di bidang matematika.

Selasa, 04 Februari 2025

Puskesmas Poncol Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di SD Marsudirini Semarang

 

Semarang, Jawa Tengah – Puskesmas Poncol Semarang mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis di SD Marsudirini yang terletak di Jl. Pemuda Semarang pada hari Selasa, 4 Februari 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya puskesmas untuk meningkatkan kesehatan anak-anak usia sekolah.



Sebanyak 344 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 mendapatkan pemeriksaan kesehatan yang meliputi pemeriksaan mata, gigi, serta kebersihan telinga. Tim medis dari Puskesmas Poncol yang terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya, dengan sabar dan teliti memeriksa kesehatan seluruh siswa.

Kepala Puskesmas Poncol, Maryati, S.KM, M.Kes mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini masalah kesehatan yang mungkin dialami oleh anak-anak, sehingga dapat segera ditangani. “Kami ingin memastikan bahwa anak-anak di wilayah kerja Puskesmas Poncol memiliki kesehatan yang optimal agar mereka dapat belajar dengan baik dan berprestasi,” ujarnya.

Selain pemeriksaan mata, gigi, dan telinga, seluruh siswa juga mendapatkan obat cacing sebagai langkah pencegahan penyakit cacingan yang masih menjadi masalah kesehatan pada anak-anak. “Pemberian obat cacing ini penting untuk menjaga kesehatan anak-anak karena cacingan dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan mereka,” jelas Maryati, S.KM, M.Kes

Siswa sedang diperiksa


Kegiatan ini disambut baik oleh pihak sekolah. Kepala SD Marsudirini, Veronica Sri Winarni, S.Pd  menyampaikan terima kasih atas inisiatif Puskesmas Poncol. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena sangat membantu kami dalam memantau kesehatan siswa. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara rutin,” tuturnya.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlihat antusias dan senang mengikuti pemeriksaan kesehatan. Beberapa siswa bahkan mengaku baru pertama kali mendapatkan pemeriksaan mata dan gigi secara gratis. “Saya senang diperiksa giginya karena saya jadi tahu kalau gigi saya sehat,” kata Gisele salah satu siswa kelas 6.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini merupakan salah satu program rutin yang dilakukan oleh Puskesmas Poncol sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah. Puskesmas Poncol berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan siswa SD Marsudirini dan sekolah-sekolah lain di Kota Semarang.

Selain di SD Marsudirini, Puskesmas Poncol juga berencana akan mengadakan kegiatan serupa di sekolah-sekolah lain di wilayah kerjanya. “Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui berbagai kegiatan promotif, preventif, dan kuratif,” pungkas Maryati, S.KM, M.Kes. 

FX Iskin Triyanto - Humas dan Publikasi SD Marsudirini

 

Senin, 03 Februari 2025

Siswa SD Marsudirini Unjuk Kebolehan Membuat Crispy Chicken Nugget dalam Cooking Class yang Mengasyikkan

 

SEMARANG - SD Marsudirini baru-baru ini menggelar kegiatan ekstrakurikuler cooking class yang sangat menarik dan edukatif. Dalam kegiatan ini, para siswa tidak hanya belajar tentang dasar-dasar memasak, tetapi juga berkesempatan untuk membuat sendiri Crispy Chicken Nugget yang lezat dan sehat. Kegiatan ini dilaksanakan berkat kerja sama yang baik antara pihak sekolah dengan Gourmet House Semarang.



Kegiatan cooking class ini diikuti oleh siswa dari berbagai tingkatan kelas. Mereka sangat antusias dan bersemangat mengikuti setiap tahapan pembuatan Crispy Chicken Nugget. Sebelum memulai praktik, para siswa diberikan pengarahan singkat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan saat memasak. Mereka juga diajarkan tentang bahan-bahan yang dibutuhkan serta cara mengolahnya dengan benar.

Dengan bimbingan dari para chef profesional dari Gourmet House Semarang, para siswa mulai membuat Crispy Chicken Nugget mereka sendiri. Mulai dari proses pencampuran bahan-bahan, pembentukan nugget, hingga proses penggorengan, semua dilakukan dengan hati-hati dan teliti. Para siswa terlihat sangat senang dan bangga ketika Crispy Chicken Nugget yang mereka buat sendiri sudah matang dan siap untuk disantap.

Kepala Sekolah SD Marsudirini, Ibu Veronica Sri Winarni, S.Pd mengatakan bahwa kegiatan cooking class ini merupakan salah satu upaya sekolah untuk memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan menyenangkan bagi siswa. "Kami ingin memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar tentang food preparation sejak dini. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengembangkan kreativitas dan kemandirian siswa," ujarnya.

Kegiatan cooking class ini tidak hanya memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi siswa, tetapi juga memberikan pengetahuan yang berharga tentang pentingnya makanan sehat dan bergizi. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menjadi bekal bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat mereka di bidang kuliner.

Tentang SD Marsudirini

SD Marsudirini adalah salah satu sekolah dasar swasta terkemuka di Kota Semarang. Sekolah ini dikenal dengan kualitas pendidikannya yang baik serta berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang menarik dan bermanfaat bagi siswa.


Oleh: Fransiscus Xaverius Iskin Triyanto - Tim Media , Humas dan Publikasi SD Marsudirini 

Foto: Yuliana Nara Redit

Minggu, 02 Februari 2025

Silver Fox Dancer Tampil Memukau di Queen City Semarang


Semarang, 2 Februari 2025 – Queen City Semarang menjadi saksi penampilan memukau dari Silver Fox Dancer, kelompok tari dari SD Marsudirini, pada acara amal yang diselenggarakan oleh Rotary Club Semarang pada tanggal 1 Februari 2025. Acara bertajuk "The Magic Foundraising Concert For Humanity" ini bertujuan untuk mengumpulkan dana untuk kegiatan kemanusiaan.

Silver Fox Dancer melakukan foto bersama Mas Agusta sebelum pentas di panggung


Silver Fox Dancer tampil sebagai pembuka dalam konser yang dimeriahkan oleh grup musik ternama, Kahitna. Meskipun tampil di awal acara, mereka berhasil mencuri perhatian penonton dengan gerakan yang energik dan kompak. Penampilan mereka yang memukau ini mendapatkan sambutan meriah dari para tamu undangan yang hadir.

Silver Fox dancer merupakan kelompok dance dari SD Marsudirini Jl. Pemuda No.157 Semarang. Silver Fox dilatih oleh Mas Agusta ini memang dikenal dengan kemampuan mereka dalam membawakan berbagai jenis tarian. Dalam acara ini, mereka menampilkan tarian yang menggabungkan unsur modern, menciptakan harmoni yang indah di atas panggung. Kostum mereka yang berwarna-warni semakin menambah semarak penampilan Silver Fox Dancer.

Ibu Veronica Sri Winarni, S.Pd menyampaikan apresiasi yang tinggi atas penampilan Silver Fox Dancer. "Bu Win sangat berterima kasih kepada Silver Fox Dancer yang telah bersedia tampil di acara ini. Penampilan kalian sangat luar biasa dan memberikan semangat positif. Dalam Latihan waktu dua Minggu kalian tampil luar biasa. Terima kasih kepada Mas Agusta yang telah melatih anak-anak kami dengan sabar. Terima kasih pula kepada orang tua murid yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga setelah penampilan Silver Fox Dancer, SD Marsudirini semakin dikenal," ujarnya.

Ibu Veronica Sri Winarni, S.Pd menyampaikan terima kasih kepada Rotary Club. “Kami , mewakili SD Marsudirini mengucapkan terimakasih kepada Rotary Club Semarang telah diberi kesempatan untuk mengisi opening acara "The Magic Foundraising Concert For Humanity"

Mas Agusta, pelatih Silver Fox Dancer, merasa bangga dengan penampilan anak didiknya. "Anak-anak telah berlatih keras untuk mempersiapkan penampilan ini. Saya sangat senang melihat mereka bisa tampil dengan baik dan memberikan yang terbaik untuk acara amal ini," kata Mas Agusta.

Penampilan Silver Fox Dancer di acara "The Magic Foundraising Concert For Humanity" ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan inspirasi bagi banyak orang. Mereka membuktikan bahwa dengan kerja keras dan semangat, anak-anak muda juga bisa memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Tentang Silver Fox Dancer

Silver Fox Dancer adalah kelompok dance dari SD Marsudirini Semarang yang beranggotakan siswa-siswi berbakat. Mereka aktif tampil dalam berbagai acara sekolah maupun di luar sekolah. Dibawah bimbingan Mas Agusta, Silver Fox Dancer terus mengembangkan kemampuan mereka dalam seni tari.

Tentang Rotary Club Semarang

Rotary Club Semarang adalah organisasi sosial yang bergerak di bidang kemanusiaan. Mereka secara rutin mengadakan berbagai kegiatan amal untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Rotary Club Semarang memiliki komitmen untuk memberikan kontribusi positif bagi pembangunan masyarakat.

 

Kamis, 30 Januari 2025

SD Marsudirini dan TK Kanak-Kanak Yesus Akan Gelar Perayaan Tahun Baru Imlek

 

SEMARANG – Suasana meriah dan penuh sukacita akan mewarnai halaman SD Marsudirini dan TK Kanak-Kanak Yesus  pada hari Jumat, 7 Februari 2025. Pasalnya, kedua sekolah ternama ini akan menggelar perayaan Tahun Baru Imlek bersama. Acara ini akan menjadi wadah bagi siswa, guru, dan orang tua untuk lebih mengenal dan memahami tradisi serta budaya Tionghoa.

Perayaan Imlek ini akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik dan edukatif. Salah satu yang paling dinanti adalah pemilihan Koko dan Cici cilik, yang akan menjadi duta perayaan Imlek tahun ini. Selain itu, para siswa juga akan menampilkan kebolehan mereka dalam seni bela diri Wushu yang memukau.

Tidak hanya itu, acara ini juga akan diisi dengan penampilan menyanyi dari siswa TK dan SD yang akan membawakan lagu-lagu bertema Imlek. Suara merdu mereka akan menambah semarak suasana perayaan.

Kepala Sekolah SD Marsudirini, Veronica Sri Winarni, S.Pd mengatakan bahwa perayaan Imlek ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk mengenalkan keberagaman budaya kepada siswa. "Kami ingin siswa belajar untuk saling menghargai dan menghormati perbedaan budaya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala TK Kanak-Kanak Yesus, Ibu Darjoeni menambahkan bahwa perayaan Imlek ini juga bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai luhur seperti kebersamaan, gotong royong, dan saling menghormati sejak usia dini.

Perayaan Tahun Baru Imlek bersama ini diharapkan dapat menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi seluruh siswa, guru, dan orang tua. Selain itu, acara ini juga diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antar warga sekolah.

Oleh Fransiscus Xaverius Iskin Triyanto - Tim Media, Humas dan Publikasi SD Marsudirini