SEMARANG – Suasana halaman SD Marsudirini Pemuda pada Kamis pagi, 22 Mei 2026, tampak berbeda dan jauh lebih meriah dari biasanya. Puluhan siswa kelas 1 yang mengenakan seragam olahraga bernuansa biru cerah berkumpul dan duduk rapi di area luar kelas. Bukan untuk berolahraga, melainkan untuk mengikuti kegiatan pembelajaran luar kelas (outdoor learning) yang edukatif sekaligus menggugah selera.
Kali ini, para siswa diajak untuk mengenal lebih dekat dunia profesi, dengan fokus utama pada profesi Koki (Chef). Demi memberikan pengalaman belajar yang nyata dan berkesan, pihak sekolah berkolaborasi aktif dengan melibatkan perwakilan orang tua siswa untuk menyukseskan agenda kreatif ini.
Menghadirkan Pengalaman Nyata di Luar Kelas
Pembelajaran mengenai pengenalan profesi merupakan bagian penting dari kurikulum untuk membuka wawasan anak sejak dini. Dibandingkan hanya melihat gambar di dalam buku teks, SD Marsudirini Pemuda memilih metode interaktif dengan membawa proses memasak langsung ke hadapan anak-anak.
Di bagian depan halaman, sebuah dapur terbuka dadakan telah disiapkan lengkap dengan meja, kompor gas, wajan besar, serta berbagai bahan makanan yang sudah dipotong rapi di dalam wadah-wadah transparan. Enam orang ibu perwakilan orang tua siswa tampil kompak sebagai "Koki Hari Ini", lengkap dengan celemek kuning dan sarung tangan higienis, siap mendemonstrasikan keahlian mereka.
Kegiatan dibuka dengan penjelasan interaktif dari guru pendamping yang memegang mikrofon, memperkenalkan apa itu profesi koki, apa saja tugasnya, hingga pentingnya menjaga kebersihan saat mengolah makanan. Salah satu momen menarik adalah ketika guru menunjukkan botol saus dan kecap sebagai salah satu "senjata rahasia" koki dalam menciptakan rasa masakan yang lezat.
Antusiasme Tinggi Saat Mengintip Rahasia Membuat Mie Goreng
Menu yang dipilih dalam praktik memasak kali ini adalah hidangan yang sangat akrab dan menjadi favorit anak-anak: Mie Goreng.
Begitu proses memasak dimulai, antusiasme anak-anak langsung memuncak. Pandangan mereka tak lepas dari wajan besar di depan. Mereka menyaksikan dengan saksama setiap tahapan memasak, mulai dari:
Mengenal bahan-bahan seperti mie, sayuran hijau, wortel, dan bumbu halus.
Melihat bagaimana bumbu ditumis hingga mengeluarkan aroma harum yang menggoda.
Menyaksikan teknik mengaduk (stir-frying) semua bahan di dalam wajan secara merata.
Asap tipis yang mengepul dari wajan ditambah aroma gurih yang merebak di udara halaman sekolah spontan memicu sorak-sorai ceria dari para siswa. Beberapa anak bahkan terlihat condong ke depan dan menjulurkan leher karena rasa penasaran yang begitu besar, sementara yang lain berbisik antusias kepada teman di sebelahnya tentang betapa tidak sabarnya mereka untuk mencicipi hasil masakan.
Sinergi Positif Antara Sekolah dan Orang Tua
Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari peran serta dan sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan orang tua murid. Keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran dinilai memberikan dampak psikologis yang positif bagi anak-anak, sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antar-komunitas sekolah.
"Melalui kegiatan outdoor learning ini, kami ingin anak-anak tidak hanya tahu nama profesinya, tetapi juga menghargai proses di balik sebuah pekerjaan. Kehadiran orang tua sebagai mentor memasak hari ini membuat suasana belajar jadi jauh lebih hangat, hidup, dan menyenangkan bagi anak-anak," ujar salah satu guru pendamping di sela-sela kegiatan.
Melalui pengalaman langsung ini, para siswa kelas 1 SD Marsudirini Pemuda diharapkan dapat memetik banyak pelajaran berharga—mulai dari kemandirian, mengenal nutrisi makanan sehat, hingga menumbuhkan rasa hormat terhadap setiap profesi, termasuk mereka yang bekerja keras di dapur untuk menyajikan makanan lezat setiap hari.
Kegiatan ditutup dengan keceriaan bersama, meninggalkan kesan mendalam dan cerita seru yang pastinya akan dibawa pulang oleh anak-anak ke rumah masing-masing. (Red)


.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar