SEMARANG — SD Marsudirini Pemuda Semarang menggelar kegiatan sosialisasi anti-bullying bertema “Berbeda Itu Unik, Bersama Itu Asik” pada Jumat, 24 Juli 2026. Acara yang berlangsung di Aula SD Marsudirini Pemuda ini diselenggarakan melalui kerja sama dengan Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan ramah anak.
Kegiatan sosialisasi ini
diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Agar materi dapat
tersampaikan secara efektif dan sesuai dengan taraf perkembangan anak, acara
dibagi menjadi dua sesi:
- Sesi I: Ditujukan untuk
siswa jenjang kelas kecil (kelas 1–3).
- Sesi II: Ditujukan untuk
siswa jenjang kelas besar (kelas 4–6).
Pembelajaran Interaktif dan
Edukatif
Selama acara berlangsung, tim
narasumber dari Unika Soegijapranata menyampaikan materi dengan pemanfaatan
media visual modern. Melalui layar presentasi interaktif, para siswa diajak
mengenali berbagai bentuk perilaku perundungan (bullying), baik secara
verbal, fisik, maupun sosial, serta memahami dampaknya terhadap teman sebaya.
Anak-anak mengikuti rangkaian
acara dengan sangat antusias. Antusiasme ini terlihat jelas saat pemateri turun
langsung menyapa dan memberikan kesempatan bertanya kepada peserta. Para siswa
yang mengenakan seragam pramuka tampak berebut ingin berbicara, menjawab
pertanyaan, dan membagikan pengalaman mereka menggunakan mikrofon.
Mendorong Sikap Inklusif Sejak
Dini
Tema “Berbeda Itu Unik,
Bersama Itu Asik” dipilih untuk menekankan pentingnya menghargai
keberagaman di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan yang ramah anak,
narasumber mengajak para siswa untuk:
- Menganggap perbedaan fisik, latar
belakang, maupun karakter sebagai keunikan yang memperkaya pertemanan.
- Berani menolak aksi perundungan dan
tidak menjadi penonton pasif saat melihat teman diperlakukan tidak adil.
- Mengembangkan empati dan rasa saling
menyayangi sesama teman sekolah.
Pihak sekolah berharap
kolaborasi dengan Universitas Katolik Soegijapranata ini dapat terus berlanjut.
Melalui sosialisasi ini, SD Marsudirini Pemuda Semarang menegaskan komitmennya
untuk menghadirkan ruang belajar yang bebas dari perundungan, sehingga
setiap siswa dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar