Rabu, 21 Desember 2011

Renungan ( Bagian 2)


Hendaknya kita jujur terhadap diri sendiri, mengakui dan menghayati keterbatasan dan ketidak-mampuan kita. Kita diberi kesempatan untuk menyadari dan menghayati diri bahwa kita adalah orang-orang berdosa, lemah dan rapuh yang membutuhkan penyelamatan dari Tuhan. Marilah kita hayati secara mendalam keutamaan harapan yang juga mewarnai kehidupan kita. Kiranya kita semua memiliki harapan untuk melebi...hi diri sendiri pada saat ini, misalnya lebih baik, lebih suci, lebih terampil, lebih cerdas dst.. Untuk itu kita harus dengan rendah hati berani membuka diri terhadap aneka kemungkinan dan kesempatan untuk menjadi lebih dari yang ada pada saat ini. Dengan kata lain marilah kita hayati semangat belajar terus menerus sampai mati atau dipanggil oleh Tuhan. Semangat belajar dengan rendah hati ini hendaknya dididikkan dan dibiasakan pada anak-anak di dalam keluarga melalui teladan konkret para orangtua atau bapak-ibu. Kita diingatkan dan diajak untuk membuka mata dan telinga kita guna melihat dan mendengarkan firman atau sabda Tuhan, entah melalui atau dengan Kitab Suci ataupun aneka peristiwa yang terjadi di lingkungan hidup kita maupun aneka kehendak baik saudara-saudari kita dimana pun dan kapan pun. Allah hidup dan berkarya terus-menerus melalui ciptaan-ciptaanNya di dunia ini, melalui tanaman, binatang dan manusia yang terus tumbuh dan berkembang. Marilah kita imani bahwa aneka pertumbuhan dan perkembangan terutama merupakan karya Allah yang memang membutuhkan partisipasi manusia yang saling mengasihi satu sama lain. Sebagai contoh penciptaan dan pertumbuhan serta perkembangan manusia: bukankah masing-masing dari kita diciptakan oleh Allah bekerja sama dengan ayah-ibu atau orangtua kita masing-masing yang saling mengasihi, saling membuka mata dan telinga dengan dan dalam cintakasih untuk saling menyerahkan diri. Kita juga dapat melihat pertumbuhan dan perkembangan aneka jenis tanaman dan binatang: sungguh luar biasa jika kita sungguh dapat melihat dan mendengarkan dengan baik apa yang terjadi dalam pertumbuhan dan perkembangan ciptaan Tuhan: manusia, binatang maupun tanaman. Dalam tanaman dan binatang misalnya: ada aneka warna dan bentuk yang indah, unik, mempesona dan memikat, yang mungkin kita juga tak pernah mempertanyakan alias menganggap biasa saja, padahal semuanya itu merupakan karya Tuhan. Berani mengimani dan menghayati aneka pertumbuhan dan perkembangan ciptaan sebagai karya Allah merupakan kekuatan iman, harapan dan cintakasih. [Pak Tri / Pak Veri]

Tidak ada komentar: