> DIBUKA PPDB TAHUN PELAJARAN 2024-2025 , INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI WHATSAPP SEKOLAH 08112921157 >>> SD MARSUDIRINI MENGUCAPKAN SELAMAT MENEMPUH ASESMEN SUMATIF AKHIR JENJANG UNTUK KELAS 6 >>> 20 MEI 2024 PERINGATAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL, ADA UPACARA BENDERA DI HALAMAN >>> SELAMA BULAN MEI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DITIADAKAN

Rabu, 11 Maret 2015

Oei Louisa Jovanka SW Juara I Bulu Tangkis TUGU MUDA CUP

TURUN sebagai unggulan satu, Oei Louisa Jovanka SW membuktikan kemampuannya dengan meraih juara pertama kelompok tunggal pra dini putri Djarum Foundation Kejurkot Tugu Muda Cup 2015. Pemain klub PB Altrec ini tidak kesulitan menundukkan unggulan dua Christabel Calista P (PB Cendrawasih) dengan angka 21-2, 21-3. Hasil ini menyempurnakan prestasinya, setelah tahun lalu tampil sebagai runner up Kejurkot Lawangsewu Cup. “Ketemu dengan Calista memang baru sekarang. Tapi setelah main ternyata nggak susah untuk menang,” ujar siswi kelas II SD Marsudirini Jl. Pemuda Semarang ini. Hasil positif yang dicapai Jojo, sapaan akrapnya, menambah koleksi tropinya menjadi tiga buah. Sebelumnya, putri pasangan Indrayanti dan Gunawan itu, juga menjuarai invitasi tingkat Jawa Tengah. Gunawan mengungkapkan, gadis kelahiran Maret 2007 ini memiliki spirit tinggi dan mampu menguasai pertandingan. “Waktu game pertama semifinal dia sempat ketinggalan 6 angka. Syukurlah semangatnya nggak drop dan bisa jaga permainan. Akhirnya Jojo lolos semifinal 21-13, 21-3 melawan unggulan tiga Hima,” ungkapnya. Gunawan mengharapkan, kedepan kemampuan Jojo dapat terus berkembang. “Speednya yang perlu ditingkatkan lagi, kalau tekniknya dia sudah menonjol,” pungkasnya.
(fiq/smu) (sumber: Radar Semarang)




 SEMARANG – Peran dan posisi orang tua pebulu tangkis muda sangat vital dan strategis untuk peningkatan kualitas. Mereka dituntut lebih untuk menjadi bagian proses pembinaan pemain. Orang tua juga menjadi sosok pendorong agar anak-anak mereka tetap konsisten menekuni bulu tangkis ke depannya. Salah satu orang tua pemain, Oei Gunawan Saputro menyatakan, perhatian dan dukungan menjadi motivasi tersendiri bagi anak agar terus berlatih dan konsisten menekuni orang olahraga tersebut. ”Saya pikir peningkatan prestasi seorang pemain tak hanya tanggung jawab pelatih, klub, dan PBSI Semarang. Orang tua juga sangat berperan terutama ketika di usia pra dini hingga remaja,” tutur Gunawan, Rabu (4/3). Dia sendiri mengeluarkan dana dari kantung pribadinya minimal Rp 1 juta bagi putrinya Oei Louisa Jovanka. Dana itu, digunakannya untuk biaya Jovanka berlatih PB Altrec dan kebutuhan peralatan seperti raket, sepatu, kaus kaki, dan tas. Besaran itu belum termasuk asupan gizi untuk putrinya itu. Baginya, program latihan harus didukung dengan pola makan yang teratur. Dia langsung mengawasi. Prestasi Prestasi yang digapai oleh Jovanka sendiri cukup bagus. Pada kejuaraan kota bulu tangkis Tugu Muda Cup 2015 lalu, anak kelahiran Semarang 15 Maret 2007 itu memenangi tunggal putri pradini. Sebelumnya, siswa SD Marsudirini Jl.Pemuda itu menjadi runner up di Wali KOta Cup 2014. Hal sama diungkapkan oleh Nana Sembodo, ibu dari pemain PB Hi Qua, Wijaya Ferdy Sembodo. Persoalan dana memang menjadi tantangan utama bagi orang tua. ”Tapi jika itu sudah menjadi kemauan anak, sebisa mungkin harus didukung,” ujarnya. Orang tua, juga berperan sebagai pengatur jam latihan, istirahat, dan belajar. (H85,K18-87)

Tidak ada komentar: