> DIBUKA PPDB TAHUN PELAJARAN 2024-2025 , INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI WHATSAPP SEKOLAH 08112921157 >>> PENGUMUMAN KELAS VI DIADAKAN PADA 10 JUNI 2024 >>> SEPEKAN LAGI PANEN KARYA DAN TUTUP TAHUN

Sabtu, 30 Juli 2011

Ajining Raga saka Busana, Ajining Diri gumantung kedaling lathi, Ajining Pribadi saka budi lan pakarti

Ajining Raga saka Busana” artinya kira-kira begini seseorang akan kelihatan gagah, tampan atau berwibawa, cantik dan lain-lain karena berbusana dengan benar, artinya bisa menyesuaikan dengan kondisi dan tempat.Berbusana yang baik tidak harus dengan pakaian yang bagus-bagus dan berharga mahal, tapi yang penting bersih, rapi dan sesuai atau maching dengan badannya.Ngadi busana juga harus menyesuaikan dengan situasi dan kondisi, contoh bila anda sedang bertakziah hindarilah pakaian yang berwarna ngejreng karena bisa menyiksa batin orang yang sedang berbela sungkawa.Bila kita sedang menerima tamu atau sowan kepada sesepuh atau orang yang terhormat berpakaianlah dengan rapi dan bersih karen itu wujud penghargaan kita.

Ajining Diri gumantung kedaling lathi: Pepatah melayu juga mengatakan mulutmu harimaumu, artinya segala sesuatu yang akan menimpa kita itu tak lepas dari ucapan2 kita yang mungkin kadang keluar begitu saja dengan ringan.Suka bicara kasar akan menyakiti perasaan orang lain yang buahnya nanti kita akan di cap orang yang berwatak burukdan berbudi gelap, suka bicara bohong kita takakan dipercaya orang dan dicap sebagai pembual, suka bicara manis tapi kontradiksi dengan perilaku kita akan mendapat julukan wong lamis.Kadang ucapan atau tutur kata sesesorang itu juga bisa dijadikan sebagai tolok ukur kemapuan seseorang. Seperti Filosofi sebuaH Teko (jawa=untuk nyedu teh) apa yang keluar dari mulutnya itulah isinya.Maka hati-hatilah dengan organ yang satu ini.

Ajining Pribadi saka budi lan pakarti, Seseorang bisa dianggap sebagai orang yang saleh bukan karena dia bisa ndremimil hapal bacaan atau apapun, tapi sejauh mana dia bisa mengaplikasikan kawruhnya dalam kehidupan sehari-hari atau ing sakmadyaning jalanidhi begitu kata eyang kakung.Pribadi yang bisa diajeni yaitu pribadi yang bisa memberikan suri tauladan baik dengan akhlak dan perilakunya.Orang sekarang telah terbalik, cuma karena hapal buku agama seperpustakaan maka orang itu akan dianggap orang yang ahli ibadah atau orang saleh. Ironis memang kalu pemahaman telah sedemikian bobroknya, sehingga orang makin males untuk berusaha berbuat, yang ada hanya nunggu dijejeli oleh ngelmu2 atau faham jarene atau kata si anu

Tidak ada komentar: