Halaman

EKSTRA KURIKULER

Kamis, 27 Februari 2025

Siswa Kelas 6 SD Marsudirini Semarang Ikuti Rekoleksi dan Outbound di Panti Samadi Nasaret

 Semarang - Sebanyak 74 siswa kelas 6 SD Marsudirini Jl. Pemuda Semarang mengikuti kegiatan rekoleksi dan outbound yang diadakan di Panti Samadi Nasaret Semarang pada tanggal 25 Februari 2025. Kegiatan ini juga didampingi oleh 3 guru pendamping.

Kegiatan rekoleksi dan outbound yang berlangsung selama sehari ini mengusung tema "Aku Anak Hebat, Aku Siap Menggapai Impianku". Tema ini dipilih untuk memotivasi siswa agar memiliki semangat dan kepercayaan diri dalam meraih cita-cita mereka.

Kegiatan rekoleksi dan outbound ini memiliki beberapa tujuan penting, antara lain: Menciptakan pribadi yang tangguh secara rohani dan jasmani. Mempersiapkan mental siswa dalam menghadapi kemajuan zaman yang serba maju dan modern. Memiliki iman yang kuat sebagai benteng dalam pergaulan sehari-hari.

Kegiatan rekoleksi diisi dengan berbagai materi yang disampaikan oleh Rm. Sebastianus Prasetya Aditama Nagara, Pr dan tim. Materi-materi tersebut dirancang untuk memperkuat iman dan karakter siswa. Selain itu, kegiatan outbound juga diisi dengan berbagai permainan dan aktivitas yang melatih kerjasama, kekompakan, dan keberanian siswa.

Selama kegiatan, siswa tampak antusias dan bersemangat dalam mengikuti setiap rangkaian acara. Mereka aktif berpartisipasi dalam setiap permainan dan diskusi.

Kegiatan rekoleksi dan outbound ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi siswa, antara lain: Meningkatkan kecerdasan spiritual dan emosional siswa. Membentuk karakter siswa yang tangguh, mandiri, dan bertanggung jawab. Mempererat tali persaudaraan antar siswa. Meningkatkan rasa percaya diri siswa. Membekali siswa dengan mental yang kuat dalam menghadapi masa depan.

Kepala SD Marsudirini Jl. Pemuda Semarang, dalam kesempatan terpisah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam membentuk karakter siswa yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Ia berharap, kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan siswa di masa depan.

Kegiatan rekoleksi dan outbound ini berjalan lancar dan sukses. Para siswa pulang dengan membawa pengalaman dan pelajaran berharga yang akan mereka ingat sepanjang hidup. (VWM)

Siswa Kelas 3 SD Marsudirini Jl. Pemuda Semarang Belajar Kerja Sama dan Kemandirian di Banyumili Salatiga

Semarang - Siswa kelas 3 SD Marsudirini Jl. Pemuda Semarang mengadakan kegiatan outing class yang penuh keceriaan dan pembelajaran di Banyumili Salatiga, Kabupaten Semarang pada Rabu, 26 Februari 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 41 siswa dengan didampingi 15 pendamping yang terdiri dari 8 orang tua siswa dan 5 guru.

Kegiatan outing class ini sebenarnya dijadwalkan pada 28 Februari 2025, namun karena bertepatan dengan awal bulan Ramadan, maka kegiatan dimajukan dua hari lebih awal.


Setibanya di Banyumili, para siswa langsung disambut oleh tim trainer yang akan memandu kegiatan outbond. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk melatih kerja sama, kepercayaan diri, kemandirian, dan kecerdasan emosional siswa.

Para siswa dibagi menjadi 4 tim, masing-masing didampingi oleh seorang guru. Nama-nama tim pun unik, mengambil inspirasi dari makanan khas Semarang, yaitu Wingko Babat, Ganjel Rel, Lumpia Semarang, dan Tahu Gimbal.

Berbagai permainan dan tantangan yang disiapkan oleh tim trainer berhasil memukau dan menghibur para siswa. Mereka tampak antusias dan bersemangat dalam setiap kegiatan.

Salah satu kegiatan yang paling dinanti adalah belajar menanam padi di sawah. Para siswa diajak merasakan langsung bagaimana menanam padi, mulai dari menanam bibit. Setelah itu, mereka juga diajak mencari ikan di area persawahan.

Cuaca cerah di Banyumili semakin menambah keseruan kegiatan outing class ini. Para siswa bebas bermain dan belajar di alam terbuka, menikmati udara segar dan pemandangan yang indah.


Sambutan Hangat dan Ucapan Terima Kasih

Ibu Veronika Sri Winarni, S.Pd, Kepala Sekolah SD Marsudirini, turut hadir dalam kegiatan outing class ini. Dalam sambutannya sebelum kegiatan outbound dimulai, beliau berpesan kepada para siswa untuk menjaga sikap, mengikuti kegiatan dengan baik, dan mematuhi arahan dari tim outbound Banyumili.

Beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Banyumili atas sambutan hangat dan fasilitas yang diberikan, serta kepada para orang tua siswa yang telah berperan aktif dalam kepanitiaan kegiatan ini.

"Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Banyumili dan para orang tua siswa sehingga kegiatan outing class ini dapat berjalan lancar dan sukses," ujar Ibu Veronika Sri Winarni, S.Pd

Kegiatan outing class ini berlangsung lancar dan sukses. Para siswa pulang dengan membawa pengalaman berharga dan kenangan indah yang akan selalu mereka ingat. (fxit)

Selasa, 25 Februari 2025

SD Marsudirini Semarang: Siswa Kelas 4 Berkreasi Membuat Bangun Datar Segi Beraturan dari Sedotan



Semarang - Suasana ceria dan penuh semangat tampak di ruang kelas 4 SD Marsudirini Semarang pada hari 25 Februari 2025. Sejumlah 26  siswa kelas 4A terlihat asyik dengan alat dan bahan yang mereka bawa dari rumah, yaitu sedotan, kertas asturo, dan benang/tali. Hari itu, mereka akan berkreasi membuat berbagai bentuk bangun datar segi beraturan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran matematika tentang bangun datar. Ibu Bernadeth, guru kelas 4, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep segi banyak beraturan secara langsung dan menyenangkan.


"Dengan praktik langsung, siswa dapat lebih memahami karakteristik bangun datar segi beraturan, seperti panjang sisi dan besar sudut yang sama," ujar Ibu Bernadeth.

Sebelum memulai kegiatan, Ibu Bernadeth memberikan penjelasan singkat tentang jenis-jenis bangun datar segi beraturan, seperti segitiga sama sisi, persegi, segi lima beraturan, dan segi delapan beraturan. Siswa kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok dan mulai berkreasi.

Dengan menggunakan gunting, siswa memotong sedotan menjadi beberapa bagian dengan ukuran yang sama. Mereka kemudian menyusun potongan sedotan tersebut menjadi berbagai bentuk bangun datar segi beraturan. Beberapa siswa terlihat berhati-hati saat menyusun sedotan agar membentuk bangun datar yang sempurna.

Setelah selesai menyusun, siswa menempelkan bangun datar dari sedotan tersebut di atas kertas asturo. Mereka juga menambahkan hiasan dengan benang/tali agar hasil karya mereka terlihat lebih menarik. "Saya senang sekali bisa membuat bangun datar dari sedotan. Ternyata membuat persegi itu tidak sulit," kata Viani. 

"Saya juga senang bisa bekerja sama dengan teman-teman. Hasil karya kelompok kami bagus sekali," timpal Davin.

Ibu Bernadeth mengaku senang melihat antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan ini. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan minat siswa terhadap matematika dan membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. "Kegiatan ini juga melatih kreativitas dan keterampilan motorik siswa. Selain itu, mereka juga belajar bekerja sama dalam kelompok," tambah Ibu Bernadeth.

Kegiatan membuat bangun datar segi beraturan dari sedotan ini merupakan salah satu contoh pembelajaran yang kreatif dan inovatif di SD Marsudirini Semarang. Sekolah ini berkomitmen untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa. (BDwi)

Senin, 24 Februari 2025

Upacara Bendera SD Marsudirini: Mengukuhkan Semangat Perdamaian di Tengah Cuaca Mendung


Semarang - SD Marsudirini Jl. Pemuda menggelar upacara bendera pada Senin, 24 Februari 2025, di halaman sekolah. Upacara ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, serta Bapak/Ibu guru. Meskipun cuaca mendung, semangat para siswa dan guru tetap membara dalam mengikuti rangkaian upacara.

Upacara bendera kali ini dipimpin oleh Bapak Irenius Emanuel Sektiaji sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, Bapak Irenius menyampaikan tema perdamaian yang menjadi fokus utama upacara. Beliau mengajak seluruh siswa untuk menciptakan lingkungan sekolah yang damai, tanpa ada permusuhan atau perkelahian.

"Mari kita jadikan sekolah ini tempat yang aman dan nyaman bagi kita semua. Tidak ada lagi perkelahian, tidak ada lagi bullying. Yang ada hanyalah persahabatan, kerjasama, dan saling menghormati," ujar Bapak Irenius dalam amanatnya.

Upacara bendera ini melibatkan 12 siswa sebagai petugas upacara, yang bertugas dengan penuh tanggung jawab dan disiplin. Jumlah siswa yang mengikuti upacara mencapai 344 siswa, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap kegiatan ini.

Meskipun cuaca mendung, upacara bendera tetap berjalan dengan lancar dan khidmat. Para siswa mengikuti setiap rangkaian upacara dengan tertib dan khusyuk. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh warga SD Marsudirini untuk memperkuat nilai-nilai perdamaian dan menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis.

Upacara bendera di SD Marsudirini tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga menjadi wadah untuk menanamkan nilai-nilai luhur kepada siswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat memahami pentingnya perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat, serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Eve , Amara , Terryn , Jolie , Jenica , Nadine , Moya , Valerie , Livia , Aquina ,Abell